
"Sudah selesai!"
"Terima kasih pak! Saya permisi pamit!"
"Iya!"
Ramzy menghela nafas. Harapannya semoga Ella dan Agnes tidak bertemu di luar ruangan maupun di lift. Secara Agnes ditempatkan dilantai 4. Beda lantai dengannya yang dilantai 2.
Tapi ternyata Ella justru bertemu dengan Rahman dilobi gedung perkantoran dilantai dasar.
"Ella!... Apa kabar?"
"Baik. Terimakasih!" jawab Ella dengan jutek 'ciri khas'nya. Membuat Rahman tersenyum kecil.
"Kenapa kau tertawa? Hah? Mentertawaiku ya?" tiba-tiba Ella geregetan dan keceplosan memarahi Rahman.
Sejak kejadian insiden kemarahannya pada Mira tempo hari, imbasnya ia sangat sensitif dan kesal sekali khususnya pada Rahman.
"Tidak, Ella! Maaf, maaf kalau aku membuatmu salah faham," tutur Rahman meminta maaf.
"Aku tidak salah faham! Tapi istrimu yang salah faham! Sebaiknya, ceritakan sejujurnya pada Mira. Kau selalu terus melibatkanku dalam rumahtanggamu! Bahkan kini istrimu mengira aku ini mantan istrimu! Tolong segera kau luruskan!"
"Iya. Maaf, Ella! Mira sudah kuceritakan semuanya! Mira minta maaf. Sebenarnya Mira ingin menemuimu lagi untuk minta maaf, tapi aku larang. Aku khawatir Ella masuk rumah sakit lagi karena kepikiran kata-kata istriku yang asal jeplak!"
"Hm!"
Rahman menelan salivanya. Takut ia melihat api amarah berkobar dimata gadis yang dulu ia damba menjadi istrinya.
Ella pergi berlalu meninggalkan Rahman setelah berdehem. Ia masuk lift menuju ruang kerja Ramzy, suaminya.
"Mutia!"
"Ibu Ella! Kangeeen... Waah, gemoynya lihat ibu Ella!"
"Idih, Mutia nyindir deh! Gemoy apa gemuk?"
"Hahaha... gemoy bu, gemoy! Artinya gemes, kiyut, bikin gereget! Wanita hamil itu menggemaskan bu! Cantik cantik gimana, gitu!"
"Hahaha...iya Mut, saya becanda aja marahnya! Bapak ada diruangannya?"
__ADS_1
"Ada bu! Belum keluar meeting hari ini! Mau saya telepon bapak, kalau ibu ada disini?"
"Iya. Boleh."
Tuuuut
Selamat pagi, pak! Ibu Ella ada diluar mau ketemu bapak!
"Oh iya, kenapa ga langsung kamu persilahkan masuk istri saya? Kasihan khan nunggu kelamaan diluar! Tadi kamu darimana Mutia?"
Oh, tadi saya dari toilet pak! Maaf... Hehehe! Apa bapak membutuhkan sesuatu tadi?
"Ga, ga jadi!"
...
"Kata pak Ramzy, ibu Ella dipersilahkan masuk! Hehehe....!"
"Suamiku masih dingin ketus kayak gitu ya Mut?"
"Hehehe...sudah biasa bu!"
"Ga lah! Justru pak Ramzy itu atasan yang baik dan perhatian pada semua karyawan tanpa pilih-pilih!"
"Oh, syukurlah! Saya masuk dulu ya Mut!"
"Silahkan bu!"
....
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam....!!! Muaaacht!... Senengnya, tiga kesayanganku datang mengunjungiku!"
Ramzy memeluk erat tubuh Ella penuh cinta.
"Ish, manjanyaaa hehehe! Awas tar ke gep karyawannya, malu sendiri jatuh wibawa!"
"Kenapa malu sampai jatuh wibawa? Khan manja sama istri sendiri? Kalo manja sama perempuan lain, apalagi istri orang, itu baru malu jatuh wibawa, yang!" tukas Ramzy membuat Ella geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Ramzy hanya tertawa nakal menggoda Ella.
"Disini aja ya, temenin aku sampe jam makan siang?"
"Lho? Bukannya mau ada meeting penting ya? Ini dokumennya!"
"Tadi sekretaris pak Joko mengabariku langsung, katanya pak Joko mohon maaf, mengundurkan waktu pertemuan sampai pukul 1 siang."
"Oh gitu, hehehe! Aku disini mas? Ngapain? Celingak-celinguk gitu, mandorin kamu kerja?"
"Ya ga papa! Sekali-kali liatin suami kerja. Biar tahu, betapa para suami bekerja memeras otak dan tenaga demi orang-orang yang tercinta!"
"Ciyeeeee.....! Ceritanya 'nyentil' reader emak-emak mahmud yang suka ga peduli sama suami ya?!"
"Hahahaha... ga lah yang! Aku mana berani lawan emak-emak onlen! Disantet massal khan bahaya, yang! Malah aku ditungguin khilaf nih, biar bisa dijitak onlen sama mereka. Hiks!"
"Hahahaha....! Uluh, uluuuh!!! Suamiku kaciaaan deh! Hihihi... Sabar ya! Hehehe!"
Ramzy mengusap pipi Ella yang mulai chubby. Semakin gemas ia menatapnya. Giginya direkatkan seolah hendak menggigit pipi Ella yang putih sedikit memerah bulat bak tomat apel yang ranum.
"Yang!"
"Hm?"
"Itu si Rahman masih dilantai 4 ya?"
"Iya. Kenapa? Koq tiba-tiba tanyain dia! Curiga aku!"
"Ish, ga boleh curiga! Aku cuma tanya, mas! Soalnya tadi ketemu dilobi!"
"Oh!... Hm... Boleh skip ga, jangan ngomongin aki-aki itu?"
"Maaf mas! Maaf sayang! Aku ga maksud bikin kamu bete'! Muacht, maaf!"
"Nah, gitu dong! Suami didepan mata, ngapain ngomongin suami orang. Bikin mudhorot itu, namanya!"
"Hehehe... maaf, mas Ramzyku sayang!"
"Kiss lagi dong, sini! Mmmmuuuaacht, hehehe!"
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•