PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
PECAH KERIBUTAN


__ADS_3

"Hm...sepertinya akan seru nih, kalau tuan tahu.. nona Ella ini adalah tetangganya! Tapi aku harus diam dulu deh, mengamati tuan lebih dulu. Takutnya, salah salah malah aku sendiri yang susah!" gumamnya sendiri sambil manggut-manggut.


Cici akhirnya memutuskan untuk memantau dulu, sebelum ia buka suara tentang nona Ella pada tuannya.


...


Keesokan harinya, seperti yang telah Ella dan Ramzy tetapkan. Mereka akan kerumah papa dan mama Ella. Setelah beberapa minggu tak bersua, hanya tanya kabar via ponsel saja. Akhirnya mereka bisa memeluk tubuh orang-orang yang paling Ella sayangi.


Ella terkejut ketika mobil Ramzy parkir didepan gerbang rumahnya. Ada mobil lain yang ia kenali seperti mobil seseorang.


"Ada tamu rupanya ya?" tanya Ramzy dengan membawa bingkisan ditangan kanannya. Ella tak menjawab. Dadanya berdegub keras.


Amarahnya seperti meninggi dan nyaris menggolak. Membuatnya menarik pintu pagar agak kasar.


Terdengar suara tawa ramai dari dalam. Suara papa dan mamanya jelas. Dan satu lagi. Suara Rahman.


"Assalamualaikum!!"


"Waalaikumsalaam.. sayaaaang... mama kangeeen!" mamanya memeluk Ella erat. Membuat Ella melepas semua kerinduannya dengan lelehan airmata.


Diciumnya tangan mama dan papanya. Begitu juga Ramzy. Sementara Rahman yang duduk agak mojok hanya terdiam kaku tak bergeming.


Ella menarik Rahman kasar. Matanya nanar menatap Rahman. Membuat Ramzy ikutan tersentak mengetahui Rahman ada dirumah itu.

__ADS_1


"Keluar!!! Mau apa kau kerumah kedua orangtuaku!" kata Ella dengan suara ditahan. Hampir meledak emosinya bila tak mengingat ada papa dan mamanya.


"Kenapa sayang? Nak Rahman memang sering sowan kemari setelah kalian menikah! Tidak apa-apa, Ella. Rahman hanya ingin menganggap kami orangtuanya saja. Karena orangtua Rahman sudah lama tiada!" cerita mamanya membuat Ella berurai airmata.


"Dan mama papa percaya pada semua omongannya?"


Semua diam. Kaget dan kikuk melihat Ella yang tampak histeris. Terlebih Ramzy yang tidak tahu apa-apa kecuali dendam lamanya dulu karena Rahman pernah hampir menyabotase Adel darinya.


"Dan kamu! Setelah apa yang kamu perbuat selama ini,...dengan tidak tahu malunya kamu mendatangi rumah orangtuaku!!! Apa maumu?? Apa?????" Ella akhirnya lepas kendali dan berteriak. Mendorong tubuh Rahman agar pergi keluar rumah papa mamanya.


Ramzy seperti menangkap isyarat airmata dan kemarahan Ella.


"Jadi,.... jadi....pria inikah Ella? Pria bejad ini???" tanya Ramzy memastikan. Membuat Ella menangis sesegukan sambil menutupi wajahnya.


"Baj*ngan! Bangs*t!!!! Ibl*s!!!!" Ramzy terus merutuk dan menghajar Rahman yang sama sekali tak membalas ataupun berniat menghindar dan melarikan diri.


Hingga terdengar teriakan histeris papa dan mama Ella yang menyuruhnya berhenti.


"Sudah, sudaaaaah! Ini hanya kesalahfahaman saja!!! Stoooop!!!!!" papa Ella berteriak. Tapi tak berani melerai khawatir terkena pukulan Ramzy yang membabi buta. Hingga akhirnya Ella merangkul tubuh Ramzy yang basah peluh dan airmata.


Kini tinggal Rahman terkapar dengan tubuh bersimbah darah. Nyaris pingsan tapi masih sadarkan diri.


"Pergi!!!! Pergi kau dari sini! Pergiiiiiiiiii!!!!!!" Ella menyepak tubuh Rahman yang merangkak bangun hendak menyentuh kakinya.

__ADS_1


"Sudah sayang! Rahman tidak berniat jahat pada rumah tangga kalian!" mama menghiburnya. Ya. Mamanya tak tahu apa-apa. Papa mamanya tidak mengetahui dendam yang ada dihati Ella pada Rahman. Bahkan hingga detik ini.


Ella menuntun papa dan mamanya masuk kedalam ruang tengah. Sementara Ramzy menyuruh Rahman segera pergi dan mengancam untuk tidak lagi kerumah papa dan mamanya Ella.


Ella menahan tangisnya dihadapan kedua orangtuanya yang sibuk menepuk-nepuk pundaknya halus.


"Dia tidak ada maksud, sayang! Dia juga sahabat almarhumah adikmu! Dia kemari setiap minggu. Bermain catur dan berkebun dibelakang bersama papa! Dia tidak pernah membicarakan kalian, sayang! Jangan khawatir, rumah tangga kalian aman. Dia memang pernah datang hendak melamar Ella seminggu sebelum kalian ijab kabul!"


"Kenapa mama ga cerita sama Ella ma, kalau orang itu sering kesini?!"


"Mama fikir, kamu ga perlu tahu juga. Karena akan menikah dengan Ramzy!"


"Dan papa dengan mudahnya, menggantikan posisi Ramzy dengannya?" kini Ramzy yang menekan papa Ella dengan nada kesalnya. Membuat Ella menarik jemari Ramzy. Sedih juga ia mendengar Ramzy membentak papanya.


"Maaf, aku emosi! Aku cemburu, pa...ma! Kalian dengan mudahnya memasukkan orang lain yang belum kalian ketahui seluk beluknya!" tutur Ramzy lebih lembut. Ia pun merasa kalau kekasarannya tadi melukai hati Ella.


"Udah! Jangan bahas orang tadi lagi! Plis!! Ella kangen kalian, makanya Ella kemari sama Ramzy! Papa mama ga kangen kami?"


"Kangenlaaaah!!! Justru kami kangen sekali. Tapi kami tahu kalian sibuk. Pindahan juga kata bu Shinta dua minggu lalu khan!?"


Mereka pun kembali mencairkan suasana yang tadi panas dengan berusaha melupakan kejadian tadi. Dimana pecah keributan antara Ella, Rahman dan Ramzy. Hingga baku hantam lebih tepatnya Ramzy menyerang Rahman habis-habisan yang entah bagaimana keadaannya kini.


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2