PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
TERBUKANYA MATA HATI MIRA


__ADS_3

Mira pergi dari rumah dengan menaiki taksi. Mencari alamat apartemen Vicky dibilangan Angkasa Raya.


Ia memang belum pernah kesana. Vicky sering mengajaknya menyambanginya untuk mempererat tali pertemanan, katanya. Tapi kemarin-kemarin ia masih menolaknya. Kini justru ia sendiri yang mendatanginya dengan maksud meminta perlindungan dari orang yang dianggapnya banyak membantunya dalam urusan bisnis.


Plak.


Mira kaget ketika seorang gadis muda menampar pipi Vicky didepan lobi apartemen. Untungnya ia belum sempat memanggil nama Vicky membuatnya terlibat dalam masalah manajer Pemasaran perusahaannya itu.


"Dasar laki-laki hidung belang! Kamu jahat! Kamu hanya ingin mempermainkanku saja Vicky!" ujar si gadis itu keras sekali membuat beberapa orang yang ada dilobi itu menoleh melihat keributan mereka.


"Itu adalah murni kesalahanmu, Nabila! Kamu yang memberiku cinta dan segalanya. Bukan aku! Jadi, dimana kesalahanku? Apa pernah aku bilang cinta dan sayang secara spesifik sama kamu? Engga' pernah khan? Dan sekarang,.... kamu memintaku menikahimu? Maaf nona! Aku tidak pernah menjanjikanmu apa-apa bukan?"


Plak, Plak.


Lagi-lagi gadis itu menampar Vicky. Kali ini dua kali, pipi kanan dan kiri. Membuat Mira menggigit bibir bawahnya menahan tetesan airmatanya.


"Lantas bagaimana dengan bayi hasil perbuatanmu dirahimku, Vicky!"


"Itu bukan salahku! Kenapa kamu menyodorkan tubuh murahmu padaku? Sekarang kamu memaksaku menikahimu dengan alasan bayi dalam rahimmu? Shit!!!"


Mira berlari keluar dari lobi apartemen tempat Vicky tinggal.


Airmatanya mengalir deras. Tak tahu lagi apa yang ada difikirannya yang ruwet.


Niatnya tadi meminta bantuan dan menyandarkan bahunya pada Vicky, pria yang dekat sekali dengannya di perusahaan barunya pupus sudah.


Mira memang tidak menganggap Vicky lebih. Meski Vicky begitu manis perilaku dan ucapannya pada Mira. Bahkan tak jarang pujian-pujian setinggi langit menerbangkan angan-angannya keatas awan.


Ternyata Vicky adalah player profesional. Buaya darat yang tak berperasaan. Dan andai dia sampai jatuh hati dan terjerat Vicky, sungguh-sungguh bodoh dirinya.

__ADS_1


Mira tadi marah besar sampai keluar dari rumah karena sikap Rahman suaminya. Hampir ia menjadi istri yang durhaka dengan maksud berkeluh kesah tentang suaminya yang otoriter.


Untung Tuhan membukakan mata hatinya. Memperlihatkan padanya siapa Vicky sebenarnya. Menunjukkan juga pada Mira, bahwa Vicky tak sebaik dan tak setulus yang ia kira.


Mira menangis sesegukan menyusuri trotoar kota.


Tanpa sengaja ia menyenggol tas seorang wanita yang tengah menggendong bayi, hingga tas wanita itu jatuh kelantai.


"Ah, maaf! Maaf kak, saya terburu-buru!" kata Mira. Ia segera mengambil tas yang ada di lantai trotoar dan segera memberikannya pada si empunya.


"Mira??"


"Cantika??? Kamu Cantika, bukan?"


"Iya. Aku Cantika!"


"Ya Tuhaaan....! Ka kamu, koq berubah sekali?! Kenapa jalan sendiri? Suamimu mana?"


Mira mengajak Cantika duduk dikursi cafe. Menatap dengan pandangan tak percaya pada teman SMP nya yang dulu adalah musuh bebuyutannya. Dan bahkan hingga kini ia masih memiliki dendam besar untuk bisa menyaingi kesuksesannya.


Cantika Aurellia. Seusia dengannya. Teman sekelas dimasa SMP nya bersama Dika dulu.


Cantika selain cantik, ia cewek populer dan disenangi banyak pria. Ia juga meneruskan sekolah menengah atasnya. Setamat SMA, Cantika menikah dengan pengusaha kaya raya. Hidup mewah berlimpah harta. Bahkan tak jarang Cantika menghina Mira di medsosnya yang selalu gagal berhubungan serius dengan seorang pria dan sibuk mencari uang sendiri.


Cantika, benar-benar membuat mentalnya menjadi seperti sekarang ini. Menjadi wanita yang selalu ingin maju dan sukses dalam segala hal. Membuatnya ambisius untuk bisa menyaingi teman sekaligus musuhnya yang bernama Cantika yang kini duduk dihadapannya.


"Kenapa kamu jadi seperti ini Cantika?" tuturnya sangat pelan. Nyaris lebih mirip bisikan. Sementara perempuan yang dia ajak bicara itu hanya menangis pilu sesegukan.


Bayinya terlihat berbeda dengan (maaf) kepala lebih besar dari bayi pada umumnya. Membuat Mira hanya menelan saliva merasa iba dan prihatin.

__ADS_1


Cantika bercerita panjang lebar tentang kisah rumah tangganya. Yang suaminya dulu begitu mencintainya. Ternyata setelah dua tahun perjalanan rumah tangganya malah menduakannya dengan menikahi gadis lain yang lebih muda dan lebih cantik dari dirinya.


Setelah mengetahui Cantika hamil, suaminya semakin menggila. Mereka memutuskan untuk menggugurkan kandungan Cantika. Tapi ternyata Allah Berkehendak lain. Tempat praktek ilegal itu digrebek sebelum Cantika menggugurkan kandungannya yang sudah berjalan lima bulan.


Akhirnya, untuk menghilangkan nyawa janin yang ada dalam rahimnya, Cantika mengkonsumsi banyak obat. Sayangnya rahimnya terlalu kuat. Janin itu terus berkembang hingga sembilan bulan dan Cantika melahirkan.


Imbasnya, bayi yang dilahirkannya mendapat karma kelakuan orangtuanya yang sangat bodoh. Bayi Cantika menderita penyakit hidrosefalus. Hhh.....


Dan kini, setelah mengetahui keadaan putrinya seperti itu, suami Cantika justru menceraikannya tanpa ampun. Bahkan lepas tangan dengan biaya hidup apalagi pengobatan putri kecil mereka.


Mira ikut terhanyut mendengar cerita Cantika yang sangat menyedihkan. Airmatanya berlinang mengenangi pipi chubbynya.


"Jadi sekarang kamu hidup terlunta-lunta seperti ini Cantika? Ya Allah....!"


"Maafkan kelakuanku yang minus dulu padamu Mira! Maafkan aku! Ini mungkin teguran Tuhan untuk kesombonganku yang sangat menyebalkan dimasa lalu. Ternyata, harta dan tahta tak menjamin seseorang hidup bahagia. Ternyata, hidup ini berjalan bagaikan roda! Ternyata, kekayaan tak selamanya milik kita! Hik hik hiks... Dan aku contoh nyatanya Mira.


Dulu aku sangat puas menghinamu. Menertawakan kemiskinanmu. Meledek nasib buruk percintaanmu! Maaf!"


Mira tak sanggup berkata apa-apa. Hanya tangisannya yang melebur dengan tangisan penyesalan Cantika.


Mira jadi teringat Ahmad. Teringat Rahman suaminya. Yang baru saja ia tinggalkan karena emosi dari rasa kekecewaan atas sikap tegas Rahman padanya.


Padahal Rahman tiada salah. Rahman justru melindunginya dari sikap buruknya yang mencuat akhir-akhir ini.


Vicky, pria yang sangat dipercayanya dalam berbagi pendapat ternyata cukup membuatnya shock juga. Dan memang sebaik-baiknya saran adalah saran dari suaminya sendiri. Yaitu saran dari Rahman.


Setelah memberi amplop berisi beberapa lembar uang ratusan ribu pada Cantika, Mira ingin segera pulang kerumah. Meminta maaf pada Rahman atas semua kelakuannya yang ia pikir telah begitu banyak melampaui batas.


Airmatanya terus menetes. Takut ia mengingat azab Allah. Cantika yang dulu sangat ia benci, telah membuka mata hatinya. Memberinya kisah yang nyata, bahwa azab kelakuan buruk kita itu pasti ada. Tanpa harus menunggu kita diakhirat. Karena didunia pun Allah perlihatkan.

__ADS_1


Subhanallah.....


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2