
"Maaaas! Mas Ramzyyyyyyy.... Hahaha... ayoo kejar Adeeel..."
"Hahaha.... awas ya kamu kalo ketangkep ya Deeeel.....!? Hahahaha...."
"Hahahaha ayo kejar ayo..... petok petok, petooook! Hahaha...."
Cantiknya Adelia dimata Ramzy. Bergaun putih panjang cantik dan mahkota kecil dikepala dengan rambut hitam panjang yang terurai.
Berlari kecil saling berkejaran dibawah sinar mentari pagi yang bersinar hangat diantara birunya langit.
Indahnya cinta mereka.
Keduanya saling berpegangan tangan. Berlarian sambil tertawa bahagia.
"Mas, alhamdulillah Adel bahagia!"
"Mas juga bahagia, Del! Sangat bahagia!"
Ramzy merebahkan kepalanya dipangkuan Adelia. Sedang gadis itu mengusap-usap rambutnya dengan begitu lembutnya.
"Tapi sayangnya, tempat Adel tinggal sering sekali gempa mas! Sampai kamar Adel retak-retak karena guncangan itu. Adel sedih, mas! Sedih sekali!"
"Adel,... jangan sedih sayang! Nanti mas akan buatkan rumah baru yang lebih besar, lebih kuat dan pastinya lebih megah dari yang sekarang."
__ADS_1
"Makasih mas, Adel sayang banget mas Ramzy!"
"Mas juga sayang Adel! Tetap temani mas ya? Seumur hidup mas!"
"Mas,... kalau mas sayang Adel, tolong lepaskan ikatan ini mas! Ikhlaskan Adel dengan hati berpasrah pada Allah, mas!"
"Apa maksud Adel? Adel....ingin...kita pu putus?"
"Adel sangat mengerti perasaan mas! Orang bisa dengan sangat mudahnya mengatakan 'ikhlaskan', bebaskan... karena orang tidak merasakan perasaan kita, yang ditinggal begitu cepatnya ketika sedang sayang-sayangnya. Mereka tidak mengalaminya seperti kita. Andai mereka diposisi kita, akankah mereka bisa cepat move on, dan pastinya...butuh waktu satu dua tahun kalaupun benar-benar bisa move on!"
"Adel!.... Mereka hanya melihat luar kita, Del! Seolah mereka lebih kuat dan lebih tegar ketika mereka mengamati kita. Memberi kita komenan seenak bibir mereka! Lalu berkata begini, begitu!"
"Biarkan orang berkata mas ku tersayang! Tapi memang kita harus melihat kenyataan yang ada. Adel sudah bahagia. Dan Adel harap mas juga bahagia! Bahagia dalam arti sesungguhnya mas! Jangan ratapi terus rumah Adel karena itu membuat goncang 'bumi pijakan' Adel yang sekarang. Justru membuat Adel tak tenang karena selalu mas beri kesedihan, buka doa! Mengerti khan mas?"
"Allah sangat mengerti mas! Allah Sang Pencipta kita, mas! Kenapa Allah memberi kita kesedihan, agar kita bisa belajar mengatasi semua permasalahan hidup. Tambah kuat tambah dewasa. Ketika badai mereda dan cuaca kembali membaik, perlahan ada awan biru yang bersih berarak dengan sinar mentari yang menyejukkan. Tuhan tidak jahat mas! Tidak pernah jahat pada ciptaan-Nya. Justru tanpa kita sadari, kitalah yang jahat pada Tuhan mas! Kita menghina ciptaan-Nya secara tidak langsung. Bahkan banyak yang menghina ciptaan Tuhan dengan terang-terangan. Iya khan?"
"Iya. Benar ucapan Adel!"
"Hari ini, Adel lepaskan ikatan Adel pada mas!" Adel melepaskan tali merah yang entah sejak kapan melingkar menjadi gelang dipergelangan tangan Ramzy. Ramzy menatap Adelia. Dengan perasaan sedih tapi bahagia. Ada kelegaan yang tiba-tiba membuat tarikan nafasnya seolah melonggar dan enak dirasa.
"Adelia!"
"Adel tahu, sampai kapanpun... hubungan kita tidak akan pernah bisa kita lupakan. Bahkan sampai kita mati. Tapi berusahalah mas! Berbahagialah! Maafkan Adel yang telah memberi beban amanah pada mas! Ceraikanlah kak Ella segera! Lalu, datangilah kak Ella dengan pribadi mas yang baru dengan membawa pesan cinta mas dari hati mas terdalam. Adel tahu, mas cinta kak Ella dan Adel juga tahu, kak Ella juga cinta mas! Tapi kalian terhalang Adel bukan? Tidak mas! Kalian tidak jahat! Kalian tidak berbuat nista pada Adel! Justru Allah telah menjodohkan kalian tanpa kalian sadari. Lekas! Perjuangkan cinta mas pada kak Ella! Jadilah mas ku yang sangat kubanggakan! Aku bahagia melihat kalian bahagia. Tapi aku sedih jika melihat kalian bersedih dan saling menyakiti diri sendiri!"
__ADS_1
"Adel!"
"Doakan aku ya mas! Jangan ratapi aku! Mulai saat ini, kita sudah tiada ikatan lagi ya mas! Kau bebas dan aku bebas....sama-sama bahagia dengan niat Lillahi Ta'ala! Bye bye mas Ramzyku tersayang! Assalamualaikum...."
Adel pergi dengan senyuman manisnya setelah sebuah delman yang ditarik dua kuda putih menjemputnya. Dan Ramzy melambaikan tangan sambil membalas salam Adelia.
"Ah.. Astaghfirullah!" Ramzy terbangun. Ternyata ia merintih diatas pusara Adelia hingga tertidur dan bermimpi bertemu Adelia.
Tapi kini entah mengapa ia rasakan tubuh dan hatinya lebih ringan. Seolah beban telah terangkat. Dan perlahan cuaca dilangit yang tadi gerimis sejak subuh bahkan dinihari kini berhenti dan terangbenderang perlahan. Bahkan burung-burung gereja yang loncat kesana kemari berkicau dengan indahnya. Mengiringi pagi yang beranjak siang.
Treeet treeet treeeet...
"Iya, iya Bayu! Apa? Tender kita yang di Kuala Lumpur berhasil? Iyakah? Alhamdulillaah.... Apa? Yang di Singapura ternyata pak Xian Gie tidak jadi menggugat kita? Dia malah kepingin memperpanjang kontrak kerja dengan perusahaan kita?... Ya Allaaaaaah, Alhamdulillaaaah ya Allaaaaah!!!! Makasih ya Allaaaaah... makasih Bayu, makasih banyak yaaa! Sungguh ini kabar yang sangat baik setelah sekitar 4 bulan perusahaan kita digempur masalah! Thanks God! Thanks Bayu!"
Ramzy sujud syukur. Tak peduli meski tanah merah dan becek karena bekas guyuran hujan sedari subuh.
Ia akhirnya mengerti apa arti mimpinya beberapa menit yang lalu. Dan benar kata Adel, Tuhan tidaklah jahat! Tuhan tidak pernah jahat pada ummat-Nya. Justru Tuhan Maha Mengerti setiap ciptaan-Nya sesuai dengan kapasitas kemampuannya. Justru kitalah manusia yang selalu jahat dan mendzolimi Tuhan.
Dan kini, Ramzy bisa bernafas lega. Ia masih bisa bertahan dan kembali punya muka karena tak jadi gulung tikar dan bangkrut perusahaan orangtuanya.
Ia juga berjanji dalam hati. Akan pergi ke Pengadilan Agama hari ini juga. Mengurus surat perceraiannya dengan Ella. Dan akan memperjuangkan cintanya pada Ella dimulai dari nol dan dengan caranya sendiri untuk mendapatkan Ella kembali. Dengan dirinya sendiri. Itu tekadnya kini.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1