
"Agneeees!"
"Kak Mira!"
Kedua wanita muda itu saling berangkulan. Senang akhirnya bisa ketemuan.
"Apa kabar kak? Waah, masih sukses makin sibuk nih!"
"Hehehe.... alhamdulillah, Nes! Kamu gimana kabarnya? Sibuk juga ya?"
"Baik juga kak! Alhamdulillah! Hehehe aku mah sibuk apa coba. Cuma memang lagi bolak-balik kampus kak, mau sidang skripsi. Minta doanya moga bulan ini skripsi Agnes di acc dosen pembimbing ya kak?"
"Aamiin...! Pasti dong! Oiya, sabtu minggu tapi ga ngampus khan?"
"Sabtu kadang-kadang kak! Kalau minggu sih, paling dirumah bantu bunda! Kadang ke rumah papa!"
"Emang belum pindah?"
"Ga enak sama bunda Utami, kak! Kasihan juga bunda kerepotan kalau aku tinggal pindah. Mungkin setelah menikah nanti kami tinggal dirumah keluarga kak Ella!"
"Enak ya kamu! Ketemu lagi keluargamu, langsung dikasih warisan rumah! Hhh... bikin iri deh! Hehehe, canda Nes!"
"Hehehe iya kak!"
"Nes! Ikut aku yok minggu ini?"
"Kemana? Liburan ya?"
"Pemotretan. Di dekat sini koq, ga keluar kota. Mau ya? Tenang, ada uang saku pastinya!"
__ADS_1
"Mmm... minggu ini?"
"Iya."
"Agnes tanya kak Bryan dulu ya?"
"Hah? Tanya Bryan? Bucin banget sih kamu! Kalian khan belum menikah. Belum resmi jadi istrinya! Baru jadi pacar sudah sebucin itu deh! Kalau Bryan larang, bilang aku maksa kamu gitu! Dia khan tahu, aku istrinya kak Rahman! Atau sini nomor What'Appnya. Aku yang minta kamu ikut pemotretan sama dia!"
"Hehehe maaf, kak! Bukan gitu juga sih! Kak Bryan gak pernah usil sama kegiatan aku, selama itu positif dan membuat aku bahagia, dia orangnya enjoy koq! Agnes cuma kepingin belajar untuk saling terbuka aja, mulai dari sekarang. Sebelum kami menikah! Setidaknya, ada komunikasi yang menyatukan chemistry kami sampai nanti disatukan Allah dalam rumah tangga!"
"Uluh, uluuuuh.... Sweetnya, Agnes! Hehehe...."
"Nanti aku kabari kakak lagi ya? Moga bisa ikut kerjasama. Tapi, aku khan bukan model kak! Aku gak pede nih untuk pemotretan-pemotretan gitu kak! Selfie sendiri aja jarang, apalagi di foto orang!"
"Hahaha...! Aku awalnya juga gitu! Merah wajahku diperhatikan banyak orang pas pemotretan! Persis kanebo kering saking kakunya. Untungnya team kerjaku orangnya asik-asik! Fotografer sama pengarah gayanya juga enak. Jadi malah ketagihan!"
"Wah, ngeri juga ya kalau bikin nyandu?"
"Kakak jadi model untuk desain produk SOFTELLA khan?"
"Iya lah! Tapi kalau ada produsen lain yang mau aku jadi model untuk produk mereka juga ga papa! Aku mau juga koq! Malah kemarin itu, kami habis meeting ditawarin designer sohor untuk jadi model lingerie Nes!"
"Wow, lingerie!"
"Ssstt.... jangan bilang-bilang kak Rahman ya? Ini rahasia kita berdua. Hihihi!"
"Upss, maaf kak!"
"Hehehe.... aku kalo bilang detilnya ke kak Rahman, pasti dia bakalan ngoceh-ngoceh, Nes!"
__ADS_1
"Hihihi.... wajar sih kak! Lingerie gitu lho! Aduuuh, tubuh kita di ekspos sedemikian rupanya! Ditatap banyak mata... tutup mata aku bayanginnya! Terus kakak ambil tawarannya?"
"Aku masih fikir-fikir, Nes! Foto baju biasa aja kak Rahman mencak-mencak, apalagi baju begituan!?"
"Hehehe... kalau aku sih ga berani kak!"
"Kata designernya, foto kita itu private. Difotonya juga ga banyak orang lihat. Paling dalam ruangan hanya 1-2 orang berikut fotographer dan pengarah gaya. Jadi gak dilihat banyak orang!"
"Tapi khan foto kita nanti dipampang dimajalah, atau dipapan display khan? Itu yang lihat bisa ratusan bahkan ribuan kak! Kalau yang lihat keluarga, teman-teman, guru, dosen.... Aduuuuh! Wajahku pasti dikasih tanda hitam itu! Hihihi...!"
"Iya juga. Tapi khan..... kita jadi terkenal, banyak uang khan hehehe! Tapi iya juga ya? Mulut netizen khan jahat, hahaha...! Siap-siap dibully dong ya?"
"Hahaha... kakak nih! Emang sih netizen itu meresahkan. Tapi kadang, mungkin karena kitanya ya...yang mancing kerusuhan! Hihihi... maaf kak, kenapa kita jadi bahas netizen sih?"
"Hahaha... iya juga Nes! Ngapain mikirin orang!"
"Tapi kalau menurut Agnes, kak Mira mending tanya pendapat boss Rahman. Masalah netizen bisa kita abaikan, tapi kalau orang terdekat kita yang marah lalu nyuekin kita... aku sih ga siap mental kak!"
"Suami nyuekin, balas cuekin lah! Hahaha... Kita ini para istri dinikahin bukan untuk dicuekin, dimarahin, diatur-atur. Sekarang jaman udah berbeda Nes! Suami memang imam kita! Tapi tak salah khan, jika kita punya me time untuk menyenangkan diri kita! Kamu anak kuliahan tapi fikirannya koq ndeso' Nes!"
"Hehehe.... iya kak! Agnes memang kuno ya? Tapi sejujurnya, menurut aku sih.... namanya pasangan. Baik buruknya kita, setiap langkah kita, lebih baik dia lebih tahu dari kita sendiri. Sepahit dan segetir apapun itu, kalau kita terlalu egois hanya menilai dan melihat diri kita sendiri, rasanya terlalu gimana gitu! Maaf kak, itu hanya pandangan Agnes aja ya! Hehehe... Aku emang kolot pemikirannya hahaha!"
"Ish, pantas dandananmu itu ketinggalan jaman! Mau kuhibahkan pakaian-pakaianku yang keren buat kamu kuliah dan bertemu banyak orang Nes?"
"Hehehe... maaf kak! Aku nyaman seperti ini! Mungkin penampilanku jadul. Tak apa! Orang bebas menilai Agnes, hehehe...!"
"Terserahlah! Hehehe....!"
Kedua wanita muda itu akhirnya sibuk masing-masing dengan makanan pesanan mereka. Menikmati pertemuan makan siang diresto cepat saji dipusat kota.
__ADS_1
Dengan berbagai macam kalangan yang hilir mudik beraneka macam karakter dan penampilan.
đź’•BERSAMBUNGđź’•