PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
ENTAH "RASA" APA INI!


__ADS_3

Cinta dan pernikahan. Harusnya dua kata itu berjalan beriringan. Karena jika keduanya tidak bersama, sakit yang terasa.


Seperti Cinta, tapi tiada Pernikahan. Untuk apa pula. Hanya cinta, tapi tak ada kepastian. Pelaminan adalah ujung kebahagiaan yang dinantikan.


Begitu juga Pernikahan, tanpa Cinta. Akankah berhasil hingga akhir masa? Sepertinya tidak. Karena dalam pernikahan, otomatis dibutuhkan cinta.


Itulah. Baik Mira maupun Rahman sebenarnya keduanya juga tiada salah pemahaman. Keduanya benar dalam berargumen. Hanya berbeda pandangan dari dua orang beda karakter saja.


Juga masa dan waktu sepasang pasutri saling bersama, menentukan kekompakan mereka berdua. Saling faham sifat karakter masing-masing. Karena untuk mengubah karakter itu sangatlah sulit. Apalagi yang sudah terbentuk sekian lama sedari kecil dan juga lingkungan keluarga dan pergaulan.


Intinya, dalam rumah tangga yang terpenting adalah mengerti pasangan kita seperti apa watak dan karakternya. Lebih menerima kekurangan daripada melihat kelebihannya. Karena kelebihan itu sudah pasti jadi kebanggaan. Sedang kekurangannya, jika kita tak mampu menerima, berimbas menjadi tumpukan kekecewaan.


Seperti mama dan papa Ella. Mereka telah melewati level kerasnya goncangan rumah tangga.


Kini mereka berusaha legowo melupakan masa lalu. Bahkan bahagia, kini putri pak Teguh Suwandi yang menghilang setelah hampir 21 tahun itu kembali kepada mereka.


Wanita mana yang bisa seperti mama Ella. Yang justru menyuruh putri madunya untuk tinggal bersama mereka.

__ADS_1


Tapi untuk beberapa hari ini, rumah mereka ramai suara tangisan sikembar Teuku Rafa-L dan Teuku Rafi-L.


Ya. Ella memang sengaja memboyong kedua putranya kerumah kedua orangtuanya hingga nanti usia sebulan baru mereka pulang kekediaman mereka.


Karena Ramzy memang tengah merenovasi tempat tinggal mereka. Jadi sementara mereka menginap dulu dirumah mama dan papa Ella.


"Ma, Alhamdulillah rumah kita rame lagi ya?!" kata papa dengan wajah cerianya. Didekapannya ada seorang bayi teramat mungil bernama baby Rafa-L dan dipelukan mama ada baby Rafi-L.


Mama Ella tersenyum manis. Guratan bahagianya tampak tergambar jelas diwajahnya yang masih cantik itu.


"Berarti kita masih satu lagi yang harus terfikirkan." katanya pelan.


"Menikahkan Agnes! Itu tanggung jawab kita!"


"Iya. Hhhh....! Papa masih bingung, bagaimana nanti kita mulai cerita sama Ella. Apa Ella..... bisa mengerti?" Mama hanya diam. Tapi tetap tersenyum menggoda bayi-bayi imut dari putri kesayangannya.


"Kita harus memberitahunya! Jangan sampai kita mati membawa beban!" jawabannya singkat tapi dalam.

__ADS_1


Mereka tak memperhatikan, sepasang mata indah tengah mengawasi mereka. Yang tadinya hendak masuk kekamar itu terpaksa diam mendengar kedua orangtua berbincang agak serius.


"Biar bagaimanapun, Agnes adalah saudaranya. Saudara sebapak beda ibu. Dan Ella harus bisa menerima kondisinya. Karena memang seperti itu keadaan yang sebenarnya!" kata-kata mama membuat Ella masuk menerobos tanpa salam.


"Saudara sebapak beda ibu?"


Kaget sekali mama dan papanya. Panik seketika wajah mereka. Melihat Ella yang menatap tajam tak berkedip kearah keduanya.


"Ella!"


"Apa yang papa mama sembunyikan dari Ella?" tanyanya dengan bibir bergetar.


"Suster! Tolong bawa anak-anak keluar dulu! Maaf!" katanya lagi setengah berteriak menyuruh kedua suster bantu yang Ramzy dan Ella pekerjakan untuk mengurus putra kembar mereka.


Ella berusaha menahan amarah dan emosinya. Ia sudah mendengar semuanya. Dari mulut mamanya sendiri meski secara tidak sengaja tadi.


Ia ingin penjelasan yang sejelas-jelasnya dari papanya. Rasa kesalnya memuncak seketika melihat wajah papanya.

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2