PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
KISAH TEGUH SUWANDI


__ADS_3

Papa Ella hanya bisa menatap kosong tanaman-tanamannya dihalaman belakang. Pohon cabainya berbuah sangat lebat. Tanaman kangkung dan bayamnya juga subur-subur. Belum lagi sayuran pakcoynya, yang mulai besar dan siap untuk dipanen.


Bulir bening itu menetes lagi dari sudut matanya. Jatuh berlinang tanpa diminta.


Kini tiada lagi Naina, istrinya. Suaranya, tawanya, celotehannya, semua telah sirna.


Hampir 33 tahun lamanya mereka hidup bersama. Membangun rumah tangga dari nol hingga bisa memiliki semuanya. Dua gadis cantik yang Naina berikan adalah anugerah terindah Tuhan padanya.


Teguh Suwandi. Seorang putra dari orang nomor satu dikesultanan Cirebon. Yang gagah dan tampan. Yang sangat dielu-elukan keluarganya karena dialah penerus satu-satunya keluarganya yang ningrat berdarah biru. Teguh memang anak lelaki satu-satunya dari 5 bersaudara.


Tumbuh dilingkungan kekeratonan. Yang selalu diurus dan dirawat para abdi dalemnya. Membuatnya menjadi pria manja yang cukup merepotkan karena tidak bisa apa-apa yang bisa dibanggakan selain wajah tampan dan juga bibit, bebet, bobot kehebatan orangtuanya.


Diusia mudanya, ia memiliki kekasih seorang anak abdi dalemnya yang setia. Bernama Suminah.


Gadis itu adalah temannya sedari kecil dikeraton. Hingga bunga-bunga cinta itu tumbuh bermekaran tanpa dinyana.


Tapi sayangnya, cinta itu harus ia putus ditengah jalan. Bagai layangan yang tak cocok gelasan, Ia harus menjauh dari Suminah. Dan orangtua Suminah pun dipecat Romo dan Ibuknya.


Papa muda lalu dijodohkan dengan seorang gadis bangsawan yaitu mama Ella. Seorang gadis manis santun dan penurut dengan jarak umur 5 tahun.


Berawal tanpa cinta, tapi jodoh Tuhan pula yang menentukan, membuat keduanya bersanding dipelaminan.


Sebulan lebih mereka tidur seranjang, tapi hanya saling memunggungi. Saling tatap sekilas lalu sama-sama membuang muka.


Hingga suatu kejadian membuat kedua mendekat dan makin dekat.


Naina muda adalah putri tunggal dari keluarga bangsawan yang juga berkecimpung dipemerintahan. Dan pada suatu hari, papa Naina harus dijebloskan polisi kepenjara dengan kasus korupsi dana bansos pada waktu itu.


Membuat Naina begitu rapuh dan tak bisa memandang dunia dengan mata 'jernih'nya lagi. Semua orang men-judge nya sebagai 'anak koruptor'. Dan disitulah Teguh muda berperan menjadi tameng menjaga dan melindungi istrinya.


"Tidak ada seorangpun yang ingin dilahirkan menjadi seorang anak koruptor! Tidak ada seorangpun yang ingin memiliki keluarga yang kotor! Kalian tidak boleh menyalahkan istriku atas tindakan keluarganya. Karena istriku sama sekali tak bersalah dalam kasus ini!"


Itulah kata-kata fenomenalnya dulu yang membuat Naina muda jatuh cinta padanya.

__ADS_1


Cinta tumbuh subur dihati keduanya. Dan mereka pun melebur menjadi satu dalam naungan kasih putih bahagia didalam perahu bahtera rumah tangga.


Lalu Fidellia Gabriella lahir. Empat tahun berikutnya hadir juga Adelia Wilhelmina.


Sungguh suatu kebahagiaan yang tiada tara bagi Teguh Suwandi dan Naina Triana.


Tapi ternyata, Tuhan menguji cinta mereka. Sewaktu melahirkan Adel, mama mengalami pendarahan hebat dan terus menerus. Hingga ternyata dokter memvonisnya untuk melakukan "histerektomi" segera.


Histerektomi adalah pengangkatan rahim. Mama didiagnosa memiliki 'fibroid'. Yakni tumor yang tumbuh disekitar rahim. Yang mengharuskannya untuk segera diangkat rahimnya.


Begitu banyak airmata setelah itu. Romo marah karena Naina dan Teguh tidak mengajaknya diskusi mengenai masalah angkat rahim itu. Romo masih menginginkan putranya itu memberinya keturunan seorang laki-laki yang akan menjadi penerus keturunan kesultanan mereka.


Romo menyuruh Teguh menikah lagi, guna mendapatkan keturunan seorang anak laki-laki.


Naina yang tidak terlalu respek pada 'poligami' memilih hengkang dari keraton agar suaminya itu bisa menuruti perintah Romonya. Naina bersikukuh untuk bercerai dari Teguh. Dengan catatan, kedua anak perempuannya ada ditangannya.


Jelas-jelas Teguh menolak keras perintah Romonya. Hingga suatu ketika entah apa yang terjadi pada Naina. Naina membawa Suminah kerumah mereka dilingkungan keraton.


Suminah belum menikah diusianya yang seharusnya sudah berstatus istri karena rumor tentang keluarganya yang membangkang dan melawan kesultanan, yakni Romonya. Membuat Suminah juga mendapat banyak kesulitan dalam hidupnya.


Teguh kesal dan marah dengan permintaan Naina yang sangat tidak masuk akal. Meski dulu ia memang mencintai Suminah, tapi ia tak punya hasrat menikah lagi karena Naina kini adalah segalanya baginya.


Romo terus mendesak Teguh dengan menyodorkan beberapa perempuan yang siap dinikahkan padanya untuk memberinya cucu laki-laki.


Teguh pun menyetujui permintaan Naina. Karena Naina tetap akan mengajukan perceraian jika Teguh tidak mau menikahi Suminah.


Mereka pun menikah. Hingga beberapa minggu Teguh tetap tak bergeming 'menyentuh' tubuh istri mudanya.


Naina rupanya mengetahui kalau suaminya itu hanyalah menikah diatas kertas dengan Suminah. Membuatnya menyelidik menanyai madunya tentang perlakuan suaminya pada istri keduanya itu.


Entah persekongkolan apa pula. Pada suatu hari, dimalam yang sangat dingin dimusim penghujan.


Naina sengaja memberikan Teguh obat perangsang. Dan ia bertukar kamar dengan Suminah yang sengaja ia dandani mirip dirinya.

__ADS_1


Hingga malam itu, ia memecah keperawanan Suminah dan istri mudanya itu hamil.


Hanya sekali itu, Teguh melakukan hubungan intim bersama Suminah. Yang ia lakukan berkali-kali. Tapi langsung membuahkan hasil karena Suminah tak lama kemudian hamil.


Sampai Suminah melahirkan. Telah lahir seorang anak perempuan lagi ****** Teguh lewat rahim Suminah. Membuat Romo marah lalu mengusir Suminah yang memang pada awal ia tidak setujui pernikahannya dengan putra harapannya itu.


Pada saat itu Naina sedang berkabung. Karena ibundanya meninggal dunia dan Teguh bersama kedua putrinya juga bersamanya dirumah duka.


Suminah pergi dari rumah membawa putri kecilnya dan Teguh padahal baru sebulan melahirkan.


Disitulah pertengkaran hebat terjadi antara Romo, Teguh dan juga Naina. Teguh membawa istri dan anak-anaknya hengkang dari keraton. Romo menghapus nama papa dari akta keluarganya. Dan hingga kini, papa seperti seorang yang terbuang. Terlebih kini tanpa mama.


Airmata papa mengalir terus dan terus.


Dosanya memang. Seperti kata Ella, mungkin ini karmanya. Menyakiti hati seorang wanita dan menelantarkan seorang bayi mungil meskipun kini ia tiada cinta. Bahkan hingga wanita itu tiada, hanya gadis kecil dulu yang kini beranjak dewasa yang bisa ia akui sebagai anak saja. Yaitu Agnes Maharani. Putri kecilnya yang tiada berdosa.


Cintanya hanya untuk Naina seorang. Benar, dulu ia jatuh cinta pada Suminah. Tapi ternyata cintanya bisa menghilang dan berpindah.


Teguh hanya sayang dan cinta kepada Naina. Seorang gadis muda yang polos dan lugu hatinya. Yang menjadi istri setianya. Menunggunya setiap hari dirumah milik keluarganya dulu semasa dikeraton. Hingga mereka lari merantau ke ibukota. Naina tetap setia menunggunya pulang kerja dirumah kecil kontrakan .


Seingat Teguh, Naina tak pernah pergi meninggalkannya dalam waktu 24 jam. Naina selalu memasakkan makanan untuknya. Naina selalu tersenyum dan tertawa meski wajahnya kadang datar, lelah sehabis pulang kerja. Pijitan Naina enak dan menenangkan tidurnya.


Naina juga yang mendukung serta menyupportnya dengan mengirim banyak surat lamaran pekerjaan ketika dirinya masih luntang-lantung tak karuan menjadi pengangguran diawal 'pelarian' mereka di ibukota.


Naina membantu keuangannya dengan menjual kue-kue yang dititipkan diwarung tetangga. Hanya untuk membeli susu kedua putrinya yang masih kecil-kecil pada saat itu. Karena Teguh hanya mampu membawa sedikit uang dari hasilnya bekerja di toko mainan di pasar Gembrong.


Hhhh....


"Naina! Aku rindu kamu, Naina!"....


Matanya menatap pintu kamarnya. Seperti siluet putih bercahaya.... Entah apa! Bagaikan sepasang tangan seolah melambai padanya. Mungkin halusinasi fatamorgana saja.......


Dan cahaya itu melingkupi tubuhnya yang menjadi hangat, penuh kenyamanan.

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2