PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
TERTUTUP VERSUS BERBOHONG


__ADS_3

Agnes seperti nyamuk diantara dua pasangan yang memiliki chemistry yang berbeda itu. Yang satu romantis dan lembut parah. Yang satu berisik tapi romantis juga meski agak dipaksakan.


"Hahaha... kita bikin Agnes jadi illfeel deh kayaknya!" pecah tawa Ella dan Ramzy. Membuat Agnes ikut tertawa malu.


Benar apa kata mereka. Andai bisa, ingin ia segera kabur cuss dari situ. Tapi mengingat ini adalah undangan makan dari Mira, istri boss Rahman, mau tak mau Agnes harus kuat duduk bersama mereka.


"Mira, Agnes!... Aku boleh tanya ga?" tiba-tiba Ella membuka topik pembicaraan baru.


Ramzy mengangguk, mengiyakan istrinya untuk meminta izinnya bercakap-cakap dengan Mira dan Agnes.


Rahman hanya menghela nafas. Pura-pura cuek dan sibuk makan minum.


"Apa kak?" tanya Mira. Sementara Agnes mengangguk sembari menyimak perkataan Ella berikutnya.


"Kalian sibuk ga? Ada pekerjaan yang lebih penting ga? Maksudnya, mmm.... kalian mau ga kerjasama bareng aku?"


Mira dan Agnes tersenyum sumringah.


"Mira gimana? Kamu pasti sibuk dengan toko onlinenya ya? Kalo Agnes, selepas magang pasti sibuk kuliah ya?"


"Ga kak, aku mau koq!"


"Saya juga bersedia bu! Tapi..... mmm, apa saya bisa diandalkan?"


"Hehehe... Aku ga minta kalian 8 jam kerja sama aku. Cuma, kita via online. Mira khan memang udah bergerak di bidang ini, udah lama. Kita kerja sama. Jadi toko online Mira bisa lebih berkembang lagi dengan menjadi mitra SOFTELLA DEPT STORE. Untuk Agnes, bisa koq kerja sambil ngampus juga! Kita cuma pegang handphone aja! Gimana? Kalian mau?"


"Mau akuuu! Tapi gimana nih masalah bagi hasilnya? Hehehe... maaf kak, canda aja koq aku!"


"Hahaha... Tenang Mir, fifty-fifty kita! Malah untuk biaya wifi ditanggung SOFTELLA DEPT STORE!"


"Saya bersedia, bu!"


"Agnes panggil aku, kakak aja kayak Mira. Anggap saja aku ini kakak kalian, kalau kalian mau!"

__ADS_1


"Boleh?"


"Boleh dong!"


"Makasih kak!"


"Kak Ella jangan pilih kasih dong! Mentang-mentang Agnes wajahnya mirip adik kandungnya langsung akrab dan sayang banget kesannya. Sedang sama aku biasa-biasa saja!"


"Hahaha... ga lah Mir,... sama aja koq posisi kalian! Justru kamu yang lebih dekat sama aku khan, sampe berani tanya-tanya hal sensitif segala tentang aku! Hehehe ...!"


"Maaf!" Mira malu sendiri menyadari kecerobohannya cemburu pada Agnes.


"Andai Mira tahu, cerita Rahman yang dulu juga ngejar-ngejar Adel. Ish, bisa-bisa rame nih!" tiba-tiba Ramzy nyeletuk membuat Rahman terbatuk-batuk lagi.


"Apa, apa kak Ramzy kata barusan?"


"Hahaha... engga' apa-apa Mira!"


"Kenapa harus perang dirumah? Emangnya kenapa sih? Kak Rahman maksudnya dulu sempat pacaran sama Adel gitu, kak? Ish, helloooow! Coba kalian terangkanlah ya sama aku! Kakak! Kak Rahman, coba jelasin!"


"Kenapa Mira sayang, istriku tercinta, istriku yang cantik, muda dan baik hati!"


"Tuh khan.... Aku koq berasa jadi oneng ya disini!"


Ramzy dan Ella hanya tertawa melihat Mira yang sangat penasaran ingin tahu kisah masa lalu suaminya.


"Oiya, Agnes, sebelumnya izin dulu mama papanya ya! Setidaknya, nanti kamu tidak kena marah orangtua karena bekerja sambil kuliah."


"Agnes itu yatim piatu, Ella!" tiba-tiba Rahman menjawab perkataan Ella.


"Iyakah? Agnes kamu yatim piatu?" tanya Ramzy spontan. Dan dijawab anggukan pelan Agnes yang terlihat malu-malu.


"Eh? Koq ka Rahman bisa tahu kalau Agnes yatim piatu? Kalian dekat satu sama lain?Sedang kak Ramzy sendiri malah baru tahu?"

__ADS_1


"Yassalaaaam..... Akhirnya khan, khan! Kena pula aku disudutkan ustri sendiri ditengah-tengah kalian!"


Semua tertawa terbahak-bahak. Termasuk Agnes. Tapi Mira menyimpan 'bara'nya untuk ia lontarkan pada Rahman suaminya dirumah nanti.


Siap-siap aja kamu kak, dirumah nanti! Seenaknya menyimpan banyak rahasia sama istri sendiri. Emangnya aku ini dinikahi cuma jadi teman tidurnya saja! Aku juga ingin tahu kehidupan masa lalunya. Termasuk kedekatannya dengan Adelia, adiknya kak Ella yang katanya mirip Agnes. Dan kini terbongkar, kenapa kakak lebih akrab dan tahu kalau Agnes yatim piatu sedang kak Ramzy saja tidak tahu.


"Kamu tinggal sendiri, Nes?" tanya Ella lembut.


"Dipanti asuhan Yayasan Semerbak Bunga di daerah selatan ibukota kak!"


"Oh, maaf ya Nes!"


"Hehehe tidak apa-apa koq kak! Saya punya 17 orang adik disana. Alhamdulillah! Jadi tidak merasa sendirian, hehehe...!"


"Alhamdulillah, ramai ya!?!"


"Semangat Nes! Kamu hebat, aku satupun ga punya adik! Ella juga. Kami ini koq dari keluarga minim anak. Hahaha...!"


"Makanya, bikin anak yang banyak kak! Biar rame rumahnya!" celetuk Mira.


"Mira dijaga kah, maksud aku,.. ikut program KB kah?"


"Eh? Ga khan ya yang?"


Pucat wajah Mira seketika. Hampir ia bilang iya pada Ella padahal didepan Rahman suaminya.


Mira memang sempat disuntik KB diawal pernikahannya. Karena ia belum siap memiliki momongan. Terlebih ada Ahmad yang masih butuh kasih dan sayang dirinya. Ahmad adiknya baru berumur 8 mau 9 tahun. Jadi Mira fikir, menunda momongan adalah yang terbaik.


Tapi sayangnya, langkahnya ia ambil tanpa sepengetahuan Rahman. Karena suaminya itu pasti menentang keputusannya ber-KB.


Hhh...


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2