PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
LIBURAN RASA BULAN MADU


__ADS_3

Semakin lama di villa milik Rahman, semakin besar kekaguman Ramzy diam-diam. Entah berapa hektar tanah Rahman gunakan untuk membangun 'kota dan kerajaan' yang mengungkapkan semua pada Mira.


Atau mungkin aki-aki itu sewaktu kecil memiliki impian kota taman hiburan. Who knows! bisik hati kecil Ramzy salut luar biasa.


Ditempat ini, peternakan ayam, kelinci, domba, kijang dan sapi ada meskipun tak sampai ratusan hewan peliharaannya. Membuat si kembar Rafa dan Rafi yang masih bayi itu ikut terhibur juga meski belum begitu mengerti.


Ada kebun strawberry, kebun anggur, kebun melon sampai kebun singkong, ubi juga kebun teh pun ada walaupun tak seluas pertanian-pertanian pada umumnya.


Lalu taman bunga. Begitu artistik sekali jiwa seni Rahman terlihat dari penataannya. Kumpulan bunga-bunga indah tersusun rapi memanjakan mata. Membuat Ramzy, Ella dan semuanya sangat betah dan suka tinggal disana.



"Ini beneran kota mini yang indah yang! Ini kalo dishare dan dibuka untuk umum, pasti membludak ini pengunjung yang! Cozy banget soalnya. Juga instagramable parah ini! Masih menunggu izin pemerintah kah yang, buat launching tempat ini temanmu itu?"


"Hahahaha... aki-aki itu emang sengaja menyimpannya sendiri dan mungkin nunggu mati, baru diberitahukan pada istri tercintanya!"


Ramzy tertawa tapi langsung menutup mulutnya. Agak gugup ia menatap mata Ella.


"Aki-aki? Kamu ish,... kata-kat.... Aki-aki? The Kingdom Lady Mira? Ini?? Ini punya si Rahman? Bener mas? Beneran???"


Ramzy semakin pias. Diam tak berani menjawab.


"Iiiiih.... Maaaas! Ini tempat si Rahman?" Ella terpekik. Dipukulnya bahu Ramzy berkali-kali tapi pelan. Senyumnya mengembang melihat wajah suaminya yang pucat pasi ketakutan.


"Kamuuuuuu... ish! Mas mah gitu! Ga jujur sama aku!" Ella ngambek. Memunggungi suaminya pura-pura marah.


"Maaf sayang! Maaf! Sebenarnya aku ingin membawamu terbang ke Singapura. Belanja di Vivo city, makan di Marina Bay Sands, menyusuri jalan Orchard dan Chinatown Street. Hang out malam di Clarke Quay.... Tapi sayangnya babies kita belum cukup umur untuk dibawa terbang naik pesawat, yang! Terlalu beresiko jika kita paksakan!" Ramzy membelai rambut Ella perlahan. Suara lembutnya begitu menyejukkan.

__ADS_1


"Bukan ingin dibawa ketempat mewah yang! Aku ga pernah memikirkan setinggi itu. Cukup cinta dan kasih sayang tulusmu sama aku dan anak-anak! Itu sudah begitu kusyukuri! Kita disini, ditempat Rahman,.. apa tidak semakin memberatkan kalian dalam pertemanan. Aku hanya ingin pertemanan kalian sesuai porsinya saja. Jangan berlebihan yang! Aku takut, semakin kita dekat dengan seseorang, semakin kita beresiko takut mengecewakan. Dan ini setidaknya, ada timbal balas budi dari kita!"


"Engga' yang! Aku cukup tahu Rahman. Dia baik. Dia yang menawarkan tempat ini. Dan aku ga sampai hati menolaknya, yang!"


"Dia khan punya istri juga yang, sama seperti mas punya aku. Bagaimana perasaan istrinya jika dia terlalu dekat berteman denganmu? Apa mas engga' fikirkan itu?"


"Hehehe.... Aku hanya berfikir simple aja. Maaf yang! Mungkin pemikiran kami kaum pria berbeda dengan kaum wanita."


"Memang!"


"Hehehe....! Jangan marah istriku sayang!"


"Mira tahu kalau tempat ini kita pakai?"


"Sepertinya si Rahman belum cerita pada Mira kalau ia membangun tempat ini untuknya!"


"O tidak bisa. Aku memberi suaminya transferan lah! Ini bukan numpang ya! Aku juga ga mau nebeng gratisan! Gengsi lah yang! Hahahaha... aduh, ayaaaang!"


Ella dan Ramzy tertawa kegelian. Terlebih ketika Ella sengaja 'menyerang' Ramzy dengan sentuhan lembut diperut sixpack nya.


"Kamu tahu ga? Aku lebih sayang kamu daripada anak-anak!" tutur Ramzy lembut. Keduanya berbaringan dengan nafas agak cepat karena kelelahan tertawa dan bercanda.


"Eh? Ah kamu mas, koq segitunya?"


"Ya iya lah! Anak-anakku boleh digendong tetangga. Tapi kalau istriku, mana boleh digendong tetangga! Bisa-bisa kutikam dia, gendong-gendong kamu!"


"Yassalaaaaaam....maaaaas! Ish, ga fokus akuuuu! Hihihihi dasar, korban tok tik juga deh!"

__ADS_1


"Hahahaha....! Anggap kita ini liburan tapi rasa bulan madu ya!"


Keduanya saling berpelukan dihamparan rumput hijau. Begitu mesra dan penuh cinta.


Ramzy menatap dalam netra Ella. Lama sekali. Seolah hati mereka berdua tengah berbicara. Betapa Allah sangat baik pada mereka. Telah menyatukan hati, jiwa dan raga dengan begitu indahnya.


Cobaan dan ujian, perlahan mereka sibak dan lewati bersama. Susah senang, tawa tangis, silih berganti menghiasi hidup mahligai rumah tangga.


Ramzy mencium bibir mungil Ella. Sekali lagi. Kali ini dengan ******* nakal permainan lidahnya. Ia membuat dada Ella berdebar-debar. Deg deg gan serasa ciuman pertama dimalam pengantin.


Ella menatap wajah tampan suaminya. Sangat tampan hingga matanya nyaris tak berkedip memandang Ramzy. Membuat Ramzy gemas dan langsung melahap bibir mungil Ella yang manis wangi rasa vanilla.


Treeet treèeet treeeeeet


Tiba-tiba handphone Ramzy berdering. Tak langsung ia angkat karena sedang asyik-asyiknya. Mengulum bibir merah Ella yang bagaikan buah plum. Begitu menggiurkan hasratnya yang sudah cukup lama 'berpuasa'. Karena Ella baru saja melahirkan.


Papa Mertua is calling


Ramzy segera menyudahi 'permainan' bibirnya dengan Ella setelah tahu siapa yang memanggilnya.


"Hallo, assalamualaikum! Iya pa? A apa??? Mama? Mama pingsan dan sekarang ada dirumah sakit?"


Pias seketika wajah Ella mendengar Ramzy menyebut mama. Sayup terdengar suara papanya diseberang sana. Membuatnya menarik hape suaminya itu dari tangan Ramzy.


"Papa? Papa kenapa mama? Mama jatuh dikamar mandi? Ya Allaah, mas!!!"


💕BERSAMBUNG💕

__ADS_1


__ADS_2