
"Mama ga bisa seenaknya mengatur percintaan Ramzy! Apalagi seenak mama bentak-bentak Adel didepan Ramzy!"
"Hmmm.... Kamu udah keblinger cinta ya? Sampe berani marahin mama karena anak gadis orang?"
"Karena mama salah! Tindakan mama salah karena marah berlebihan!"
"Apa tindakan mama salah juga, kalau mama ingin segera menikahkan kalian membuat hubungan kalian menjadi halal?" bentak mama Ramzy.
"Eh?" Ramzy kaget. Mendengar kata-kata mamanya. Wajahnya langsung sumringah. Spontan merangkul mamanya dan mengangkat tubuh wanita setengah baya yang telah melahirkannya itu.
Ia tertawa-tawa. Sangat bahagia.
"Ramzy, ish turunin mama! Dasar anak nakal!"
"Mama is the best!" pujinya sambil menciumi pipi mamanya.
"Tadi bentak-bentak mama, sekarang muji-muji! Udah tua koq labil!"
"Hehehe...maaf, maaa! Abis mama tadi marahnya pol banget sih! Adel sampe ketakutan tuh!"
"Sengaja! Oiya, kamu juga harus main sandiwara sama Adel! Matikan hape dan jangan hubungi Adel! Sampai besok kita datang kerumahnya lengkap dengan seserahan. Deal? Awas kalo rencana mama ini bocor! Pernikahan dibatalkan!"
__ADS_1
"Yes, yes, yes! Thanks, mom! You are my sunshine, you're my everything!" Ramzy mengangguk-angguk kesenangan. Ia bersenandung berlari kesana kemari saking bahagianya. Rupanya mamanya telah menyiapkan segalanya. Dan ternyata mamanya tak secuek apa yang ada di pikirannya.
Mama Ramzy hanya tersenyum. Bahagia akhirnya ia melihat anaknya juga bahagia.
Ia memang sudah melihat Adel dari kejauhan. Hubungan mereka yang memang tulus. Tiada embel-embel melihat harta. Membuat dirinya terenyuh dan berharap Ramzy bahagia mendapatkan Adel, gadis yang terbaik.
Sementara Adel masih menangis diatas ranjang tidurnya. Ia sudah kadung cinta Ramzy. Bahkan sering berfikir jauh tentang hubungannya itu. Mengkhayal duduk dipelaminan, mengkhayal hamil anaknya Ramzy, mengkhayal suaminya itu dikelilingi putra putri mereka yang tampan dan cantik.
Bagaimana jika hubungan yang sudah melangkah selama 2 tahun ini harus putus ditengah jalan, fikirnya. Bagaimana ia bisa melanjutkan hidup kedepannya jika tanpa Ramzy? Adel kembali sesegukan.
"Woi, kenapa lu Del? Itu mata bengkak begitu? Adelia?" Ella kaget melihat adiknya yang biasanya cantik bersinar dengan senyum jenakanya kini terlihat pucat dan sembab di jam makan malam.
"Besok papa mamanya Ramzy mau kesini!" tutur papa datar. Sepertinya beliau sudah dikabari istri tercintanya perihal tadi.
"Apanya yang surprise! Keknya mamanya mas Ramzy mau laporan sama papa mama dan nyuruh untuk menjaga anak gadisnya buat jauhin anak semata wayangnya!" jawab Adel ketus.
"Ish drama banget kalo gitu! Emang kenapa? Si Ramzy mau mereka jodohin sama gadis kaya raya gitu?"kata Ella menambah ruwet fikiran Adel.
"Bisa jadi. Dulu khan pernah begitu. Pas awal Adel kerja diperusahaannya." Adel kesal hingga tak sadar membuka semua kepada keluarganya.
"Iyakah? Wah, keluarga otoriter ternyata!" papa ikutan sewot. Hanya mama yang berkali-kali menarik nafas. Seperti istighfar dalam hati.
__ADS_1
"Ya udah. Gimana Allah aja ya Del! Kalo jodohmu Ramzy, ga akan kemana koq!" kata papa melunak. Membuat airmata Adel kembali berderai.
"Ish, dasar keluarga drama!" Ella lebih dulu selesai makan dan bangkit berlalu dari meja makan.
"Besok kita harus gimana, pa? Suguhin makan siang atau gimana?" tanya mama membuat Adel menunduk.
"Sesuai tradisi kita aja, ma! Masak secukupnya. Kalau jam makan siang ya kita ajak makan siang sekalian! Tamu tetap kita hormati meskipun niat tamu itu kurang baik. Lagipula ini anak kenapa handphonenya mati. Susah dihubungi!"
Adel semakin terisak dalam tangisnya.
"Pasti hapenya diambil mamanya. Kalo engga' hancur rusak gegara dibanting!" tebak Adel disela tangisnya.
"Lha? Masa' Del? Ramzy sudah dewasa lho, 27 tahun bukan anak kecil pula!"
"Papa belum kenal siapa mereka! Mereka orangtua tak berperasaan! Anak mereka sampe stres karena kurang kasih sayang dan cinta mereka!" lagi-lagi Adel mengumbar aib keluarga Ramzy karena terbawa emosi.
"Astaghfirullaah...." mamanya terbawa perasaan.
"Kalau Ramzy cinta dan sayang kamu sungguh-sungguh, pasti dia tetap akan pada pendiriannya memilih kamu, Del! Ya udah, doanya harus lebih khusu' disela sholat lima waktumu! Minta yang terbaik!"
Ya. Perkataan papa benar. Adel merenungi semuanya. Jika memang ia dan Ramzy berjodoh, suatu saat nanti pasti Tuhan persatukan.
__ADS_1
Ia yakini itu. Membuat hatinya lebih tenang dan legowo
đź’•BERSAMBUNGđź’•