PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
MENGOBATI HATI YANG LUKA


__ADS_3

Ella dan Ramzy menarik nafas berbarengan. Menghempaskan semua kegelisahan hatinya yang sedari tadi mereka pendam.


Kini keduanya sudah duduk didalam jok mobil. Dan hanya terdiam saling bertatapan. Lelah terlihat wajah mereka. Lelah berpura-pura dihadapan papa dan mama. Terlebih lagi bagi Ella.


"Boleh ga, aku minta kamu bawa aku ke danau tempat kita merenung waktu itu?" pintanya pada Ramzy dengan suara agak parau.


Tanpa bicara, pria itu langsung menyalakan kontak mesin mobilnya. Meluncur ketempat yang Ella mau.


Seperti biasa, danau itu begitu sepi dan tenang.


Ella turun dari mobil, sementara Ramzy hanya memperhatikannya dari balik kemudi.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........!!!!!!"


Suara teriakan Ella membuat Ramzy ikutan turun dari mobil.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......!!!!!!" Ramzy ikut teriak seraya tersenyum memandang wajah Fidellia.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........!!!" Keduanya teriak keras berbarengan. Lagi dan lagi. Hingga tertawa terbahak-bahak dengan menjatuhkan diri dan rebahan direrumputan dipinggir danau.


"Aku puas sekali tadi! Tangan ini bisa melampiaskan amarahku juga, Ella! Mampus bajingan itu, kuhajar habis-habisan!"


Ella diam. Menunduk kembali bersedih meratapi nasib buruknya.


"Kau tahu Ella? Kau itu jauh lebih beruntung! Kau punya papa mama yang mensupportmu, sejak kau kecil bahkan hingga kini. Aku,..... aku lebih menyedihkan! Bahkan, andai aku punya keberanian dan bisa kembali ke Boston,... ingin kubantai semua bajingan-bajingan cecunguk yang telah melecehkanku. Kuhabisi mereka satu persatu dengan tanganku ini. Makanya tadi aku merasa sangat puas, bisa menjotos telak wajah kucel situkang jaket kulit itu!"


"Terimakasih Zy! Entah bagaimana jadinya aku tadi jika kamu engga' ada disampingku!"

__ADS_1


Ramzy menunduk. Merasa bangga dan bahagia pada dirinya. Melihat Ella kembali menangis, ia menarik tubuh gadis itu kepelukannya.


"Sudah, jangan ingat-ingat kejadian tadi lagi! Mari kita tatap hari esok dengan kebahagiaan! Ingat! Kita harus bahagia, itu pesan Adel!"


Ella berusaha melepaskan rengkuhan tangan Ramzy. Adel, Adel dan Adel lagi.


Kini hatinya terasa sakit, laksana dihujam belati. Meski ia tak ingin cemburu, tapi rasa itu kadung menyelimuti relung hatinya yang terdalam.


"Aku mau pulang!"


"Udah baikan moodnya?" Ella mengangguk. Lesu. Membuat Ramzy bisa melihat raut wajah Ella yang masih muram.


"AaĂ aaaaaaaaaaaaaa........!!!!" Ramzy teriak lagi. Ella hanya diam memperhatikan.


"Ayo teriak lagi! Ayo Ella!! Bisa ga kamu nyaingin suara teriakanku dengan lebih panjang?"


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........!!!" Ia teriak lebih keras dan panjang.


"Hahahaha.... Pernah makan daging jerapah ya? Suaranya bisa sepanjang itu?" ledek Ramzy membuat Ella mencubit pinggang rampingnya.


"Aduh!" Ramzy mengaduh. Sedang Ella berlari menjauh membuat Ramzy mengejarnya sambil tertawa-tawa.


"Awas ya! Aku gigit kalo dapet!"


"Hahahahaha..... Gigit balik!"


"Sini, kalo berani! Biar kita berdua jadi vampire maen gigit-gigitan!"

__ADS_1


"Loncat-loncat dong, kayak vampire difilm China! Hahahaha....!"


"Hahahaha... Ga mau, Pengen terbang aja kayak si Edward Cullen di Twilight. Lebih macho khan?"


"Hahaha... terbang pake karpet ajaib aja kayak Aladin!"


"Idih? Hahaha... Edward Cullen pake kopeah sambil bilang 'acca acca acca' dong!"


"Hahahaha...... Iya iya hahaha...!"


"Hahaha....!!!" Keduanya terpingkal-pingkal membayangkan apa yang mereka bincangkan sambil berlari-lari kecil.


Hingga keduanya saling berangkulan. Tertawa. Larut dalam kebahagiaan. Terlupa akan hati yang terluka.




Mereka adalah sepasang insan yang bernasib buruk tapi ingin merubah takdir menjadi lebih baik. Dengan menatap masa depan penuh kebahagiaan.


Meski hati keduanya masih sama-sama menjaga perasaan dan masih tetap menutup diri untuk lebih saling terbuka, karena masih ada ganjalan dihati keduanya. Baik Ramzy maupun Ella. Keduanya masih terhalang Adelia ditengah-tengah mereka.


Apakah takdir Tuhan bisa membuat keduanya bisa lebih menerima satu sama lain tanpa adanya Adel yang bagi mereka begitu berjasanya menyatukan mereka. Entahlah. Mereka hanya ingin bahagia. Itu saja. Dan mereka sadar sepenuhnya, kalau mereka tidak melakukan dosa jika sampai melakukan hal diluar batas. Karena mereka telah berjanji dihadapan Tuhan dan para saksi kedua orangtua. Membuat hubungan mereka halal dimata agama, hukum dan negara.


Tapi baik Ramzy maupun Ella, masih menjaga satu sama lain karena tidak ingin mengecewakan cinta Adelia kepada mereka. Terutama kepada Ramzy.


Malam kian larut. Keduanya pun pulang kembalu kerumah setelah berhasil mengobati luka hati mereka dengan tawa dan canda.

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2