PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
OBROLAN PASANGAN SUAMI ISTRI


__ADS_3

"Apa ga terlalu berani untuk menarik Mira dan Agnes gabung diperusahaanmu, yang? tanya Ramzy pada istrinya tercinta ketika mereka sudah sama-sama dirumah. Duduk bercengkerama diruang belakang.


"Aku memang sengaja mas! Secara mereka masih muda. Pasti banyak ide-ide brilian dan kreatifitas mereka juga tinggi tentunya. Mira adalah istri Rahman, mas! Perlahan aku akan memberinya kepercayaan dan juga separuh perusahaan padanya. Setelah itu, kita bisa barter saham antara sahamnya Rahman di RAMA CORP dengan sahamku di SOFTELLA DEPT STORE. Mereka bisa kelola perusahaan mereka seperti halnya aku dan kamu, kita bisa bekerja bersama-sama kedua jagoan kita nanti!"


Ramzy mendekati istrinya. Memeluk pinggangnya sambil berbisik mesra.


"Mami kalian yang terbaik khan? Boys?"


Ella tersipu. Ramzy selalu bisa membuatnya merona bahagia. Bagaikan terbang kelangit ketujuh rasanya.


"Aku sudah tua mas! Usiaku sudah mau 31 tahun. Sebentar lagi mau punya dua anak. Berarti pemikiranku harus dewasa juga dong! Hehehe...!"


Ramzy mengecup bibir Ella. Gemas rasanya melihat Ella bicara.


"Apa ga papa, Agnes kamu ajak gabung juga? Dia baru kamu kenal sehari. Apa karena Agnes mirip Adel lantas kamu menariknya serta?"


"Aku punya pandangan baik pada gadis itu, mas!"


"Kamu mah, yang!.... Semua orang kamu pandang baik!"

__ADS_1


"Hahaha... kenapa mas? Tapi aku melihat kayaknya Agnes gadis baik-baik. Apalagi kisah hidupnya yang sangat hebat menurutku, mas!"


"Hhh.... Kamu ini seperti snow white. Kenapa sih, selalu mudah terpesona dengan kisah masa lalu orang lain?"


Ella mengusap wajah Ramzy lembut.


"Sejak aku mengenalmu,... aku berubah menjadi lembut. Itu karena kamu, mas!"


"Aaaaarrrrggggh....!!! My boooooyss..... ada apa sama Mami kaliaaaaan? Hik hik hiks, papi dibuatnya klepek-klepek niiiih!"


"Hahaha... Haish, Papiiiii!" Ella menciumi pipi Ramzy yang sedang ber'main sandiwara' itu.


"Jangan bilang begitu sayang! Justru aku makin sayang kamu. Kamu rela berkorban demi kebahagiaan kita bersama, melahirkan buah hati kita. Bersusah payah mengandung selama 9 bulan. Nambah bulan perut nambah besar. Sungguh aku kadang suka minta sama Allah, tolong ringankan beban istriku ya Allah. Kalau pagi bangun tidur, seperti susah untuk beranjak bangkit. Kadang perlahan sekali baru bisa bangun dan duduk."


"Mas koq tahu?"


"Aku sering pura-pura masih tidur, sengaja aku mengintip. Ternyata istriku ini perempuan yang hebat. Tak pernah mengeluh bahkan tak berani membangunkan tidurku meski sebenarnya ia butuh bantuan!"


"Hahaha.... ish, dasar! Kalo udah bangun, kenapa pura-pura tidur mas!"

__ADS_1


"Aku khan tahu watak istriku! Dia pasti malu terlihat lemah. Pinginnya terlihat kuat sehingga tidak tegaan menyusahkan pasangannya! Iya khan?"


"Mas Ramzy sayaaaaaang! Muacht!"


"Aku sayang kamu, my Ella! Aku ga tahu lagi, bagaimana aku tanpamu. Apakah aku akan menjadi pria sempurna seperti sekarang ini!? Kuyakin tidak, yang!"


"Sstttt....! Kamu keren karena dirimu sendiri. Aku adalah istrimu. Pendampingmu, mas! Yang pastinya adalah orang nomor satu yang selalu mendukungmu. Kamu juga gitu khan? Kamu menjagaku, melindungiku dari segala hal. Kamu segalanya buat aku, mas!"


Ramzy tersenyum nakal.


"Stop, stop rayu-merayunya! Nanti yang baca dan dengar kita pada eneg, muntah karena kebucinan kita. Hahahaha....! Mending kita kekamar aja yuk, nengok sawah sebentar yang! Kata dokter kalau sedang hamil harus sering-sering ditengok khan? Biar ga kekeringan! Hihihihi.... yaaaang, hahaha kamu ini, cubit-cubit perutku malah bikin aku semakin mau bekerja disawah!"


"Hahahaha.... mas ih, ngaco itu!"


Mereka tertawa. Bahagia dan damai rasanya. Entah karena memang faktor usia dewasa mereka, atau memang chemistry yang sudah terjalin diantara mereka sudah tak dapat dipisahkan lagi. Entahlah.


Yang pasti kebahagiaan mereka bukanlah settingan. Atau kepura-puraan yang mereka lakukan.


Keduanya telah saling memberi dan menerima tanpa syarat, tanpa menginginkan imbalan balas budi. Selain menginginkan kebahagiaan dan keberkahan Tuhan Yang Maha Esa. Bukankah begitu seharusnya membangun rumah tangga? Semoga bahagia, selamanya.

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2