PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
PERSAHABATAN YANG INDAH


__ADS_3

Pernikahan adalah terdiri dari dua kepala yang isinya sudah pasti berbeda.


Tapi apakah pernikahan adalah ending kebahagiaan? Jawabannya, bukan. Dan belum tentu. Kecuali jika keduanya sama berjuang, untuk mendapatkan kebahagiaan pernikahan.


Semua jawaban tergantung pilihan dari kedua pemilik 'kapal bahtera rumah tangga'. Mau dibawa kemana. Mau dibawa bahagia, atau mau dibuat merana.


Karena sejatinya "Pernikahan adalah awal pintu gerbang petualangan kedewasaan bermula".


Dan pernikahan bukan hanya sekedar naik ranjang.


.......


Ella dan Ramzy sangat bersyukur. Ditengah-tengah badai kesedihan yang Allah berikan diantara bunga kegembiraan mereka, ada pasangan hot Mira dan Rahman yang menjadi bambu penonggaknya.


Meski mungkin sebagian orang yang mengetahui kisah perjalanan hidup mereka, menganggap hubungan pertemanan mereka aneh dan membingungkan.


Jangankan orang lain, Ramzy apalagi Ella pun kadang bingung mengapa mereka kini bisa berteman baik dengan Rahman. Menelisik masa lalu Ella, Hhhh....


Tuhan Maha Membolak-balikkan hati manusia. Itu benar. Dan nyata.


Surat hibah yang Ella berikan kepada Mira, membuat perempuan berusia 23 tahun itu menangis terharu. Mira memeluk Ella erat-erat.


"Kakak! Tolong anggap Mira sebagai adik kandung juga, ya? Meskipun Mira bukan siapa-siapa kakak. Mira pasti akan selalu mengganggu dengan menghubungi kakak menanyakan apapun itu termasuk SOFTELLA DEPT. STORE!"


"Iya Mira! Kamu adalah salah satu adikku. Kamu adalah adikku yang manis dan baik, meski kadang agak nyebelin karena perkataanmu yang ceplas-ceplos!" kata Ella jujur, membuat Mira menyeringai malu.


"Kakak maaah!" jemarinya mengayun-ayunkan lengan Ella yang tertawa-tawa kecil diiringi tawa Ramzy, Rahman dan juga Agnes.

__ADS_1


"Agnes! Kamu harus bantu aku lho ya? Awas kalo kamu ga mau bantu!"


"Siap kak Mira! Tapi Agnes masih kuliah satu semester lagi. Kemungkinan kinerja Agnes ga bisa total ya? Mohon maaf!"


"Tenang Mira! Kamu itu udah punya dasar dan bakat bisnis koq! Malah sebenarnya kamu yang lebih berpengalaman dari aku. Yakin deh, SOFTELLA bakalan lebih sukses ditangan kamu! Kalau kamu mau, bisa koq ganti nama terserah maunya Mira! Sekarang SOFTELLA milik Mira sepenuhnya."


"Kak Ella ish, bikin aku malu nih! Tapi pengalamanku gak sebanyak kakak. Dan aku suka nama SOFTELLA, jadi ga akan kuganti kak! Namanya bagus, bawa hoki!"


"Aamiin!!"


Mereka berlima tertawa bahagia. Rahman masih bekerja bersama Ramzy didivisinya sendiri. Dan Ella mengalah untuk itu. Suaminya membutuhkan partner yang solid serta enak diajak kerjasama. Rahman telah membuktikan dirinya adalah partner hebat Ramzy. Membuat Ella menerima usulan suaminya. Dan Ella hanya akan kekantor sesekali saja selain fokus dirumah mengurus buah hati mereka tercinta.


"Kak! Aku senaaaang sekali! Sangat senang malam ini! Juga sangat terharu! Kak Ella begitu baiknya padaku!"


"Senang karena dapat hibah perusahaan ya? Hehehe...."


"Tapi bener khan?"


"Bener sih! Tapi ga gitu jugaaaaa!"


"Hahahaha.... sakit sayang, aduh! Hei, hei,... jangan bercanda dijalan raya! Tar ada jomblo lihat, bikin sakit hati orang yang!"


"Biarin! Kakak nyebelin!"


"Hehehe.....! Satu hal yang Mira harus rubah dari sifat Mira!"


"Apa itu?"

__ADS_1


"Mira harus kurangi ceplas-ceplos yang bisa membahayakan diri Mira sendiri."


"Ish! Itu terus yang dibahas! Bikes, bikin kesel!"


"Hadeh! Kakak khan suami Mira, harus sering mengingatkan dan mengoreksi kamu. Hehehe!"


"Iya, iya...! Tapi kakak juga harus lebih terbuka dan lebih jujur sama aku! Jangan buat istrinya malu dihadapan teman-teman kakak!"


"Eh? Kapan kakak bikin malu Mira? Ga pernah lah! Justru kakak berusaha mengingatkan Mira supaya engga' malu!"


"Itu! Soal Agnes yang ternyata anak pak Teguh, Papa kak Ella! Aku hampir malu karena ga tahu sama sekali cerita itu! Untung kak Ella sedang sendiri. Dan ia tak mempermasalahkan ketidaktahuanku yang menyebalkan itu! Uh... gara-gara kakak nih!"


"Koq gara-gara aku?"


"Iya lah! Harusnya cerita sama aku, kalau Agnes itu adik kandung sebapak kak Ella!"


"Kakak fikir, Mira tak perlu terlalu dalam mengetahui urusan keluarga Ramzy dan Ella. Makanya, kakak rasa... nanti-nanti saja ceritanya kalau situasi kita sedang baik."


"Helloooo.....! Berarti, saat ini situasi kita sedang tidak baik gitu? Kakaaaak....!!"


"Hahaha...aduh, aduh! Iya, iya maaf... bukan begitu juga maksud kakak! Maaf Mira sayang, Lady ku yang cantik jelita! Mmm... Kita ke Surabayanya pending dulu ya, Mir? Minggu depan. Ga enak sama Ramzy! Papa juga baru seminggu pergi meninggalkan kita semua."


"Ya udah! Khan aku juga pasti bakalan sibuk di kantorku, kak! Hehehe.... Kantor SOFTELLA! Akhirnyaaaa.... aku jadi wanita karier kak! Yes..... hehehe!"


"Selamat ya istriku tersayang! Dan ingat pesan Ella. Jaga baik-baik SOFTELLA!"


"Siap pak boss! Hehehe...."

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2