
"Ish, badan kakak bau!"
"Bau apa Mira? Perasaan malah wangi. Khan baru mandi tadi sebelum maghrib!"
"Bau, bau! Sana ih! Oek!... Ya Allah... beneran baunya bikin mual!"
"Ya Allah dek! Sakitnya tuh disini, kamu bilang kakak bau!"
"Beneran bau. Sumpah!"
Rahman hanya tersenyum kecut mendengar ocehan istrinya. Sudah empat hari ini kelakuan Mira sedikit aneh.
Tiap pulang kerja, bahkan meskipun ia langsung mandi setibanya dirumah, selalu Mira bilang bau. Entah! Mungkinkah karena masih kesal dengan dirinya yang melakukan kesalahan dengan makan siang bersama Cipluk tanpa kasih kabar? Rahman hanya bisa menerka-nerka.
Tapi rasanya Mira tidak lagi mempermasalahkan hal itu. Justru ia hampir tiap malam chattingan dengan Astari mengobrol ciri khas perempuan yang ngalor-ngidul ke barat ke timur.
Mira justru seolah kurang peduli lagi dengan Rahman. Makannya tak lagi ditemani. Selalu dengan alasan badan Rahman bau.
Bahkan kini Mira lebih ekstrim lagi.
Menyuruh Rahman untuk tidur diluar karena Mira tak kuat bau badan suaminya.
"Mira sayang! Ini wangi lho! Coba cium! Bau darimananya sih?"
"Bau, ih.... beneran bikin mual, kak!"
"Mira tega biarinin kakak tidur diluar?"
"Maaf! Maaf, Mira ga kuat baunya tubuh kakak!" Mira menangis sesegukanm Tapi menolak Rahman ketika dipeluk.
Rahman hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bingung sendiri dengan kelakuan sang istri. Hhhh....
__ADS_1
Mau tak mau, ia lesehan tidur dibawah dengan beralaskan kasur lantai. Mira juga melarangnya tidur disofa. Katanya bau badannya menempel disofa nanti.
.......
"Zy! Hhhh.... Koq semakin jauh berumah tangga hidupku serasa dijajah istri ya?" tuturnya bercerita pada Ramzy di jam istirahatnya diruang kerja Ramzy.
"Aku, lebih miris lagi Man! Istriku pingin dimanja terus. Tiap pulang kerja, aku harus stand bye terus disampingnya. Ga boleh jauh darinya! Sampai ke kamar mandi pun aku ditongkrongin sama Ella!"
"Hah? Kenapa Ella sampai segitunya?"
"Mm... Tapi jangan ribut dulu ya?"
"Kenapa?"
"Istriku sedang hamil lagi!"
"Hah?!? Yassalaaam.... Kau ni Zy! Teganya kamu! Istrimu itu khan baru saja melahirkan sikembar? Belum juga sepuluh bulan, kamu sudah buat Ella mengandung lagi!"
"Hhhhh.....!"
"Hehehe... Sabar, bro! Allah pasti akan memberimu anak, segera. Amiin!"
"Aamiin....! Udah ah, aku mau makan. Dari kemarin bayangin makan ketoprak, enak kali ya? Dimana ya Zy, ada tukang ketoprak?"
"Lihat aja di food court! Atau kalau males keluar pesan via online."
"Pengen makan ditempat yang ada gerobaknya!"
"Hadeh, nih aki! Ngeselin juga lama-lama!"
__ADS_1
Rahman tersenyum tipis. Pergi meninggalkan ruangan Ramzy. Ia benar-benar sangat ingin makan ketoprak abang-abang yang digerobak.
Biasanya ada tukang dagang yang lewat. Tapi jikalau ditunggu, justru abang dagang itu tak muncul-muncul jua. Membuatnya pusing kepala.
Akhirnya pilihannya jatuh pada nasi paket ayam geprek. Cukup membuat perutnya kenyang. Tapi keinginannya makan ketoprak belum lagi terbalas.
Pulang kerumah tetap terbayang ketoprak dengan gerobak. Sampai akhirnya Rahman pergi keluar rumah sendiri tanpa mengajak Mira, karena Mira tak kuat mencium bau badan Rahman. Demi makan ketoprak.
"Yang! Ketoprak!"
"Ga mau! Sakit perutku kak! Mulutku juga ga enak! Udah seharian ini Mira ga bisa makan karena sakit perut!"
"Hhhh.....!"
"Ke dokter deh yuk?"
"Ga mau! Bau obat bikin mual!"
"Yassalaaam, Mira maunya terus gimana?"
"Ga tauuuuu.....iiiih! Kakak koq malah marahin Miraaaa! Huaaaaa hik hik hiks...!!!"
Rahman hanya termangu. Melihat istrinya malah menangis keras sambil masuk kamar kesal.
Aku harus bagaimana ini! Hhhh.... Padahal badanku juga kurang enak ini. Sakit kepala, badan lemes, pengen makan sesuatu yang asam-asam mungkin!.... Apa kami kena virus ya? Apa aku dan Mira sakit ya? Mana pernikahan Cipluk dua minggu lagi! Hhh... Kalau kami berdua sampai drop sakit, fix tak mungkin jadi pengiring pengantin nanti.
"Pluk! Aduuuh, keadaan Mira dan aku kurang baik nih sepertinya! Badan ga enak begini. Aku kuatir minggu depan gak bisa gladi resik untuk acara besarmu! Tolong ganti aja pasangan lain, ya? Ya iya tetap kami hadir koq! InshaaAllah! Tapi untuk ikuti acara sampai selesai, kurang tahu aku! Kondisi Mira mengkhawatirkanku, Pluk!" kata Rahman ditelepon.
Astari menyarankan Rahman untuk membawanya ke dokter segera.
Mendengar kabar Mira sakit, Astari senewen juga. Karena pernikahannya semakin dekat. Tapi orang yang sudah ia anggap keluarga justru terancam tidak bisa ikut meramaikan acara bersejarahnya.
__ADS_1
Alhasil, Astari menyuruh Rahman membujuk Mira untuk ke kliniknya malam ini juga. Khawatir sakit perutnya berkepanjangan.
đź’•BERSAMBUNGđź’•