PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
UFFFHHH......HAMPIR RAMAI


__ADS_3

Mira dan Rahman adalah sahabat yang turut mendukung dan sangat membantu Ramzy dan Ella disaat keduanya tengah limpung mengalami musibah.


Mira memang kadang kekanakan. Meskipun sifatnya begitu, ia sebenarnya memiliki hati yang lembut juga.


Hari itu Mira malah meminta Rahman untuk tetap stay menemani Ella dengan menginap dirumah almarhum papa dan mama.


Mira telah menganggap om Teguh dan anty Naina adalah pengganti kedua orangtuanya. Selain mama dan papa Ella orang yang baik serta ramah, Mira seperti kembali mendapatkan kasih sayang dan perhatian orangtua lewat papa dan mama Ella.


Karena mereka juga intens mengobrol dan saling chat pesan kasih sayang serta support semangat.


Rahman juga begitu. Meski Ella sempat melarangnya dulu untuk berhubungan, mendekati papa mamanya, tapi mereka kadung memiliki chemistry. Yang membuatnya punya 'jalur rahasia' dalam berkomunikasi satu dengan yang lain.


Tapi kadang sifat keingin-tahuan dan blak-blakan Mira melebihi batas wajar. Seperti kali ini, ketika rasa penasaran dihatinya mencuat dan menggelitik jiwanya untuk mengorek lebih dalam mengapa Agnes terlihat sangat berbeda.

__ADS_1


Ya. Agnes pingsan beberapa kali. Ketika baru datang melayat papa Ella, Agnes langsung jatuh pingsan. Ketika jenazah papa Ella hendak diboyong kepemakaman, Agnes juga pingsan. Bahkan dipemakaman, Agnes juga terlihat lebih rapuh dari Ella.


Mira memang belum mengetahui kalau Agnes adalah saudara seayah dengan Ella. Membuatnya penasaran setengah mati melihat tingkah Agnes. Bahkan sedikit sebal dengan tingkah Agnes yang dianggapnya berlebihan.


"Itu si Agnes kenapa sih kak? Bukannya memberi dukungan pada kak Ella justru menyusahkan dan menambah beban kak Ella saja!"


"Hhhh.... Please yang! Jaga sikap!" bisik Rahman mulai gerah dengan tingkah istrinya itu.


"Dia yang harusnya jaga sikap, bukan aku!" gerutu Mira. Juga dengan suara setengah berbisik.


Hhhh.....


"Mau kemana yang?" Rahman kaget ketika istrinya bergerak hendak pergi dan menemui Agnes yang pucat pasi diantara bunda Utami, serta beberapa orang adik pantinya yang ikut datang melayat.

__ADS_1


"Mau mengingatkan Agnes untuk ga lebay! Kasian khan kak Ella! Bukannya dikasih kata-kata semangat, justru tambah ngedown melihat orang lain lebih histeris tangisnya dari keluarga yang ditinggalkan!"


"Please Miraaaa....! Itu bukan urusanmu, sayaaang!" Rahman segera menarik tangan istrinya sambil berbisik geregetan.


"Urusanku juga lah! Kak Ella sudah kuanggap kakak sendiri, kak! Agnes itu orang baru ya! Tapi koq tingkahnya menyebalkan!"


"Sayang, sayang.... ! Aduuuh, kepalaku pusing yang! Aduh, migrainku kumat! Tolong Mira sayang, dipijitin sedikit dong ini pelipis aku!" Rahman pura-pura sakit kepala dengan bermain sandiwara.


"Ish, kakak nih ada-ada saja! Ya udah, duduk lagi! Sini, kupijat lehernya!"


Mira terlihat agak kesal tapi tak berdaya. Sakit kepala suaminya lebih penting daripada tingkah Agnes yang kelewat over menurutnya. Dan Rahman menarik nafas lega, bisa menahan laju emosi istrinya yang sangat menakutkannya. Rahman takut Mira malah membuat onar ditempat duka.


Ufffhhhh... Hampir ramai. Hhhhh.....

__ADS_1


Ini nih, kalau kejujuran disembunyikan kepada pasangan. Menjadi dilema juga pada akhirnya. Antar suami dan istri, pastinya. (ini adalah isi hati author yang gereget pada pasangan hot itu😥😅🙏)


💕BERSAMBUNG💕


__ADS_2