PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
MALAM KEGELISAHAN


__ADS_3

"Koq baru pulang?"



"Eh? Kau sudah pulang Zy?"


"Ish! Dari tadi jam 4 udah bulukan nih dirumah sendirian!"


"Uluh-uluh.... Iya kah? Kasiaaan....!"


"Malah ngeledek! Males ah, ga asik!" Ramzy masuk kamarnya dengan wajah ditekuk. Membuat Ella yang baru saja pulang hanya tersenyum getir.


"Aneh banget sih! Baru juga pulang, udah disambut wajah bete pria taman kanak-kanak!"



"Apa kamu bilang? pria taman kanak-kanak? ya Tuhaaaan....! Istriku bilang aku pria taman kanak-kanak???"


Ella tertegun. Betapa Ramzy dengan jelasnya menyebutnya sebagai istri. Dadanya berdesir halus sementara jantungnya berdebar kencang.


Sangat bahagia dan bangga ia mendengarnya.


"Sebagai hukuman, aku mau makan masakanmu! Sekarang juga, masakin!"


"Cape Zy,... aku mau sholat Isya dulu! Lagian tadi dikantor ada acara perpisahan juga. Habis makan malam bersama teman-teman!"


"Hm! Enak ya, makan bersama sampe lupa sama aku, suamimu dirumah kelaparan dari jam 4 sore!"


"Lah? Biasanya juga makan sendiri diluar? Kenapa manja gitu sih?"

__ADS_1


"Bukan manja, nona! Tapi minta pelayanan seorang istri!"


Uhuk.


Ella terbatuk mendengar perkataan Ramzy. Ditatapnya mata sendu pria yang usianya 2 tahun lebih muda darinya itu.


Hmmmm.... Ternyata Ella melihat kejanggalan semuanya didiri Ramzy.


Aroma menyengat dari mulut Ramzy. Bau alkohol. Ternyata pria itu mabuk. Membuat Ella menghela nafas. Kecewa.


Ella masuk kamarnya. Melepas highhellsnya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Matanya terpejam. Pikirannya kacau. Terlebih ia pulang menyaksikan Ramzy yang meracau karena minum. Hhhhh.......


Adel. Aku fikir Ramzy telah bisa melupakanmu. Dan move on segera. Ternyata, kekasih hatimu itu bukanlah pria yang mudah melupakan orang yang dicintainya. Berbanggalah adikku! Cintanya, telah ia kubur bersama jiwa dan ragamu, Del!


Sementara Ramzy, ia memang sedang sedih. Papanya memakinya lagi karena kesal pasangan sejatinya sakit. Ya. Mama Ramzy masuk rumah sakit Singapura. Hipertensi membuat nyonya Shinta nge-drop dan mengalami stroke ringan. Ia menderita bell's palsy pada sebelah wajah kirinya.


Dan papanya yang memiliki temperamen tinggi itu hanya bisa memarahinya. Melampiaskan kekesalannya pada Ramzy yang tidak tahu apa-apa.



Duk duk duk! Duk duk duk!!!!


"Hik hik hiks....! Adeeeel, adeeeeel.....!!! Aku kangen Deeeeeel!!!!! Kangeeeeeen!!!!!"


Ella tersentak kaget. Baru saja ia terlelap dalam tidurnya. Tapi pintu kamarnya digedor oleh Ramzy.


Tubuh Ramzy bersandar ditembok pinggir pintu kamar Ella. Dalam kondisi mabuk parah dan berlinang airmata.


"Hhhh... Zy, Zy! Kenapa sih kamu? Ga jelas banget tingkahmu hari ini!"

__ADS_1


Ella menunduk lalu berjongkok. Mengusap airmata Ramzy dengan telapak tangannya. Membuat pria mabuk itu menangis bagai bocah. Lalu memeluk tubuh Ella erat.


"Kamu kemana aja Del? Aku kangeeeen.... Hik hik hiks...huhuhuuuuu...!!! Ga da yang peduli akuuuuuu, bahkan Ella juga cuekin aku terus! Padahal di Singapura aku tuh cariin oleh-oleh yang pantas buat dia, sampe pegal kakiku kesana kemari mencari barang yang bagus untuknya! Huhuhuuuu...!"


Ella hanya termangu. Mendengar celotehan Ramzy yang mabuk. Dan tetap fikirannya hanya untuk Adel seorang.


"Mama sakit, aku pula yang kena gampar papa, Del! Apa salahku Del? Aku ga ngerti lagi Del! Ingin rasanya aku pergi dari dunia ini. Ingin bersamamu Adeliaku sayang! Karena cuma kamu yang sayang dan peduli aku! Hik hik hiks huuuuuhuuu...."


Mata Ella menetes air. Sedih, pedih dan pilu. Mendengar curhatan colongan Ramzy.


Andai kau pun bisa mendengar jeritan hatiku Zy! Aku juga sedih. Tiada yang sayang juga peduli padaku. Termasuk kamu. Aku ini apa bagimu, Zy! Hanya sekedar teman hidup satu atap tapi beda kamar. Hanya sekedar teman hidup foto bersama dibuku nikah saja tapi tidak dirumah tangga yang sebenarnya.


Ella menghapus airmatanya. Malu ia karena Ramzy melihatnya juga menangis.


"Jangan menangis Adelku sayang! Aku sayaaaang sekali kamu! Jangan buat wajah cantikmu jadi sedih begitu!" Ramzy mengusap pipi Ella yang berlinang airmata.


Dipeluknya lagi Ella, yang hanya diam mematung melihat wajah Ramzy.


"Jangan mabuk lagi ya Zy? Janji ya? Jangan minum-minum begini lagi?"


"Aku sedih, bingung dan kacau! Tolong jangan cuekin aku begini! Please, aku butuh perhatian kamu!"


"Aku Ella, bukan Adel Zy! Aku Ella!"


"Ya, Ella. Maafin aku! Maafin aku yang ga peka sama kamu! Aku ga tau, harus bagaimana dihadapan kamu! Kamu terlalu berharga bagiku, Ella! Kamu bagaikan matahari pagi bagiku. Kamu mau menerimaku sebagai suami. Padahal aku punya kekurangan yang dibenci para wanita jika untuk berumah tangga!"


"Ssttttt!!!...." Ella menepuk-nepuk punggung Ramzy pelan. Lalu membantunya berdiri dan menuntunnya kekamar Ramzy.


"Temani aku tidur ya, Ella? Aku takut tidur sendirian malam ini!"

__ADS_1


Ella mengangguk. Dadanya bergemuruh. Bagaikan detik boom yang satu persatu mengetik akan meledak menghamburkan seluruh isi rasa hatinya.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2