
🎶Bertepuk sebelah tangan, (sudah biasa).. Ditinggal tanpa alasan, (sudah biasa).. Penuh luka itu pasti, tapi aku akan tetap bernyanyi🎶
Tok tok tok.
"Ciciiiiiii!!!! Suara musikmu kecilkan volumenyaaaa...!!! Oiiii!!!!"
Rahman mengetuk pintu kamar Cici berkali-kali. Asistennya itu memang gaul dan agak bar-bar meskipun usianya sudah 40 tahun.
Ditambah lagunya The Rain, liriknya yang sangat pas mengena dihati itu membuatnya ikut tertohok mendengarnya dari luar ruang tengah.
"Ciciiiii!!!! Helloooow, Ciciiiiiii!!"
"Hahaha iya tuan, maaf tuan! Cici lagi jogging ini! Mau diet, biar abang Tarom mau terima cinta Cici! Hihihi...!" Asisten rumah tangganya membuka pintu kamarnya dan terkekeh.
"Jogging jam 9 malam lebih? Jogging bareng si kunkun ya!? Mana lagunya lagu balada percintaan lagi!?"
"Aish, tuan jangan nakut-nakutin ah! Pake bilang bareng si kunkun! Ga papa kalau Cici jogging bareng kalkun-kalkunnya nona Ella! Paling Cici disosor!"
"Hahaha dasar!"
Rahman kembali duduk diruang tengah rumahnya. Membaca novel adalah kegemarannya. Novel percintaan tentunya. Membuatnya bisa berhalu ria membayangkan tata cara bercinta jika ia nanti dipertemukan Tuhan bersanding dengan Ella.
Ella.
Rahman memandang kedepan dengan fikirannya yang gamang.
Apakah Ella kini beneran bersama Ramzy? Apakah rumah tangga mereka itu benar-benar berjalan baik? Atau, seperti yang ia harapkan...kalau Ella dan Ramzy hanya bermain peran untuk menyenangkan kedua orangtua mereka mengikuti amanah Adelia?
Hhhh.... Rahman terpekur merenungi seorang diri. Berharap terlalu banyak, takut juga ia pada kenyataan jika semuanya tidak seperti yang ia harapkan.
Ia mencintai Ella. Mengharap suatu saat Ella bisa ia dapatkan. Menikah dan membahagiakan Ella untuk selamanya.
__ADS_1
Tapi ia tak bisa memungkiri kenyataan yang ada, kalau Ella begitu membencinya. Jadi tidak mungkin jika suatu saat Ella bisa jatuh dalam pelukannya. Bagaikan pungguk merindukan bulan. Membuat hati Rahman seperti diselimuti sembilu.
Rahman menyadari semua itu. Dan seperti lagu yang diputar Cici. Ia kini berusaha terlatih patah hati.
Malu juga ia pada Cici. Bahkan asisten rumah tangganya yang berumur 40 tahun itu pun seperti tengah berjuang mendapatkan cinta baru setelah perceraiannya dengan suaminya 3 tahun lalu. Sedang ia masih saja tetap ditempat tak ingin melangkah pergi. Hanya Ella yang ada dihati.
Hampir 4 bulan Ella dan Ramzy telah menikah. Tapi hingga detik ini, ia belum mendengar kabar hubungan keduanya akan berakhir.
Apakah keduanya memutuskan hidup bersama selamanya? Apakah kini ada cinta diantara mereka?
Rahman menggelengkan kepalanya. Tidak. Semoga tidak. Pintanya tegas.
Ia kembali mengingat betapa hebatnya cinta antara Ramzy dan Adelia dahulu. Ia adalah saksi mata yang masih hidup. Yang masih terngiang-ngiang betapa dahsyatnya keagungan cinta Ramzy dan Adel.
Tidak mungkin semudah itu Ramzy melupakan Adel. Terlebih menggantinya dengan mencintai Ella, yang notabenenya adalah kakak kandungnya Adel.
Dilihat dari mana pun, Ella sepertinya juga bukan perempuan sembarangan menaruh hati pada siapa saja. Apalagi karena kelakuan bejadnya dulu, membuat Ella menjadi pribadi yang tertutup dan susah terbuka terlebih kepada lawan jenis.
Rahman ingat cerita Adelia dahulu, kalau ia harus menunggu dan menunggu kakaknya dulu mendapatkan cinta, baru ia bisa bernafas lega menerima cinta yang datang padanya.
Hhhh... Rahman menghela nafas. Sungguh rencana Tuhan tidak bisa ia tebak. Entah bagaimana dengannya juga. Apa yang akan terjadi nanti dengan dirinya dan kehidupannya kedepan.
Dirumah sebelah.
Ramzy masih bersama Ella. Diatas ranjang tidurnya. Menidurkan tubuh ramping Ella yang pasrah kepadanya.
Menyelusuri perlahan wajah Ella dengan sentuhan lembut bibirnya.
"Ella!... Maafkan aku, aku.... aku akan lakukan selembut mungkin, agar tidak menyakitimu! Hm? Ya?" bisiknya lembut ditelinga Ella.
Kejantanannya telah diujung ambang batas. Ia ingin melepaskan segera 'kesakitan' yang selama ini ia pendam. Rasa keingintahuannya melanglang buana menembus berjuta warna dikepala dan hasrat cintanya.
Ella tak menjawab. Hanya desahan nafasnya yang seolah memancing Ramzy untuk terus dan terus menjamahnya.
__ADS_1
Ramzy membuka helai demi helai, yang melekat ditubuh 'istri'nya itu. Ia berjanji dalam hati akan menyerahkan seluruh jiwa raga kepada Ella. Hanya Ella seorang saja.
Kini tubuh Ella terlihat berkilauan dimata dan hatinya. Tinggal pakaian dalam yang tersisa. Semakin membuat hasrat kelelakiannya bangkit bergelora. Sedang gadis itu terlentang pasrah diranjang dengan mata tertutup dan bibir terkatup. Hanya nafas keduanya yang saling memburu.
Ramzy juga membuka sendiri pakaiannya satu persatu. Kembali menyusuri wajah Ella dengan bibir indahnya. Turun perlahan, diraihnya jemari Ella. Diciuminya semakin liar dan bertambah intensitasnya.
Bibir Ramzy naik keatas leher Ella, perlahan... bergerak turun.... Merayap membuat nafasnya semakin kencang melihat dua bukit kembar Ella yang turun naik dengan cepat dibalik bra rendanya.
"Ella!"
"Hm...."
"Sayaaaang.....! Ella sayangku!"
Ramzy masih perlahan dengan kesopanan menciumi leher dan atas dada Ella. Masih menjaga Ella untuk tidak kaget akan perbuatannya.
Dan.... Tangan kanannya perlahan menelisik masuk kebalik penutup dada Ella. Membuat gadis itu menggeliat geli serta mendesah kecil.
"Maaf ya sayang!" bisik Ramzy semakin tertantang liar. Ia membalikkan sedikit punggung Ella dengan lembut. Membuka pengait penutup dadanya hingga terlepas. Dan....
"Ah...!!!" desahan Ella semakin membuatnya terpancing berbuat nakal.
Warna dua pink bulat kecil itu membuatnya sungguh khilaf. Ramzy bagaikan kanak-kanak yang bahagia bermain-main disana. Karena ini pertama kali baginya. Melakukan tindakan yang nyata.
Membuat Ella sesekali terpekik sakit tapi enak mendapati bibir dan lidah Ramzy melakukan sesuatu yang juga baru baginya.
Ella bagaikan terkena setrum. Setrum cinta Ramzy yang membuatnya tak sadarkan diri, terbang kealam nirwana. Mereka baru bermain-main diarea itu saja, tapi sudah membuat Ella dan Ramzy basah dan bahagia.
Tangan Ramzy perlahan turun. Masuk kebalik underw*ar milik Ella. Semakin membawa sensasi aneh tapi indah pada keduanya.
"Ah!" Ella kembali memekik pelan. Ketika jari Ramzy membelai sesuatu miliknya. Hingga tubuhnya bergetar dan ranjang mereka berguncang.
Prak.
__ADS_1
Sesuatu terjatuh hampir menimpa wajah mereka. Sebuah figura foto.
💕BERSAMBUNG💕