
Ramzy melengos. Memalingkan wajahnya yang bersemu merah ke arah tembok karena malu bila terlihat Adel.
Sedang Adel yang salah faham hanya bisa merutuk dalam hati.
Ugh dasar! Bisa-bisanya aku lupa kalau pria batu dihadapanku ini adalah boss tengil! Bukannya senang dan bilang terima kasih, malah nyuekin aku. Haiiiish! Andai ia tak sedang sakit, mending aku tinggal saja ia sendirian disini! Pantas saja, orangtuanya saja kesal karena kelakuannya. Apalagi aku!?
Adel berusaha berdamai dengan keadaan. Hatinya yang gondok ia kesampingkan.
Diambilnya ponselnya dan juga headset. Mencari folder musik, dan menyalakannya. Setidaknya, hatinya yang kesal sedikit terobati.
Adel tanpa sadar bergumam, bersenandung hingga bernyanyi. Mengeluarkan suaranya yang sumbang. Mengikuti alunan nada lagu Judika yang tengah ia dengarkan.
"Cinta karna cinta, tak perlu kau tanyakan.... Tanpa alasan cinta datang dan bertahtaaaa...."
"Kamu nyanyi apa kumur-kumur?" Ramzy tertawa. Merasa terhibur mendengar suara Adelia yang fals. Tapi Adel tak mendengar pertanyaan bossnya itu. Ia masih fokus dengan lagu favoritnya.
Matanya beradu pandang dengan mata Ramzy.
Tringggggg......
Seolah bintang-bintang berpijar disekitarnya. Indah nian. Mata Ramzy yang agak sipit dan berwarna hitam legam indah berkilauan. Belum lagi senyumnya. Sungguh manis sekali.
__ADS_1
Ini kali pertama ia melihat senyuman boss tengilnya itu. Sangat mempesona.
Sungguh nikmat mana lagi yang kau dustai, Adel! Bisakah benci tiba-tiba berubah jadi cinta?
Adel seperti terkena sindrom jatuh cinta. Matanya langsung menghindar. Wajahnya menunduk malu. Pipinya merona membuat senyuman Ramzy langsung menghilang.
Dalam hati Ramzy, *sebegitukah ia tergila-gila dengan lagu "Cinta Karena Cinta" itu? Hingga pipinya bersemu merah. Apa ia ingat rayuan sihitam manis pemilik kucing kampung yang membuatku masuk rumah sakit ini? Hhhh..... Ternyata pesona lelaki kucel itu lebih besar dibanding aku. Apa iya? Aku khan lebih tampan. Lebih glowing dan lebih beruang dibanding penjaga toko jaket kulit diseberang kantorku itu.
Memang sih, ia cukup manis. Tapi pesonaku jauh lebih tinggi levelnya dibanding pria itu. Apakah karakter dan kharismanya lebih indah dimata gadis ini? Sebegitu sederhananya kah tipe pria idaman gadis manis didepanku ini? Apakah aku kecewa karena tidak termasuk targetnya? Hhhh*.....
Ramzy menghela nafas berkali-kali. Membuat Adel melepas headset ditelinganya. dan menanyakan bossnya itu lagi.
"Boss ingin minum sesuatu? Atau makan sesuatu? Biar saya pergi beli dulu di toko kantin rumah sakit!"
"Apa??"
Adel mendekatkan wajahnya kearah Ramzy. Berusaha mencoba mendengar lebih jelas lagi suara permintaan bossnya itu.
Cup.
Adel melotot kaget. Ramzy mengecup pipinya tiba-tiba. Frozen Adel seketika.
"B boss?"
__ADS_1
Ramzy tertawa senang. Berhasil membuat Adel gelagapan.
"Boss pasti lulusan luar negeri ya?"
"Koq tau?"
"Iya. Boss mudah sekali mencium pipi seorang gadis padahal itu bawahannya sendiri. Tak baik boss. Ini Indonesia. Negri yang masih menjunjung tinggi adat ketimuran. Meskipun boss menganggap wajar dalam pertemanan. Selain tabu, juga bisa bikin mata netizen +62 langsung berkilau bagai bliz kamera."
"Hah?!?"
"Maaf boss! Saya khawatir karyawan lain cemburu sama saya. Terlebih lagi pacar boss. Bisa habis saya dibully netizen fanatik boss seIndonesia. Untungnya dari pihak saya, saya masih single. Belum dobel. Paling-paling kedua orangtua dan kakak saya saja yang minta penjelasan soal ciuman pipi tadi. Hehehe...."
Ramzy terkekeh mendengar penjelasan Adel.
Gadis itu sungguh diluar imajinasinya. Adel adalah perempuan paket lengkap baginya. Manis. Tegas. Sederhana dan menjunjung tinggi etika sopan santun ciri khas wanita pribumi. Dan yang membuat Ramzy sungguh-sungguh terpesona, Adel ternyata bukan perempuan materialistis.
Merasa bingung dengan tingkah atasan tengilnya itu, Adel pamit membeli minuman dan makanan dikantin rumah sakit.
Tentu saja dengan kartu ATM Ramzy.
"Maaf ya boss! Uang saya cuma 30K. Kalau saja saya sudah gajihan, saya malu pakai kartu ATM boss." Kata Adel sedikit lebay.
Padahal dalam hatinya, Uidih? Ogah banget traktir boss meskipun itu segelas air mineral. Masa' neraktir horang kaya? Mending ngasih jajan anak-anak jalanan segerobak cilok daripada beliin boss minuman. Hadeeuh...!!!
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•