
Hari berganti. Seperti biasa Adel menjalani rutinitasnya sebagai seorang karyawati retail ternama.
Untuk beberapa hari Adel lega. Ia tidak berjumpa boss tengilnya. Meski rasa kangen dan penasaran menggelitik hatinya, tapi Adel mampu menekan rasa.
Kesibukan benar-benar mendera keduanya karena ini sudah menjelang akhir bulan. Semua pembukuan sudah pastinya berbaris menunggu deadline. Stok opname, pentotalan jumlah neraca akhir yang harus balance. Uuugh...! Dunia nyata yang melelahkan.
Bahkan untuk makan siang pun mereka harus delivery saking sibuknya tak bisa keluar kantor.
Boss Ramzy juga terlihat sibuk. Sepertinya akan ada launching perusahaan kemitraan yang baru. Sungguh RAMA CORP tengah naik daun bagai ulat. Adel bersyukur bisa menjadi bagian dari perusahaan besar itu.
"Adel!"
Eh?
Seseorang menarik lengan Adel masuk kedalam lift.
"B boss?"
Senyum Ramzy mengembang. Manis sekali.
"Mana nomor hapemu sini ku scan!"
Adel terdiam tapi menurut. Mengambil kotak kecil ajaib itu dari tas sorennya. Yang direbut agak kasar oleh bossnya sampai dikembalikan lagi ditambah senyum kepuasan.
"Temani aku makan malam di D'Kost!"
Hhhhh..... Tanpa sadar Adel menarik nafas.
"Kenapa? Kamu ada temu janji dengan penjaga jaket kulit itu ya?" Ramzy langsung memasang wajah marah.
"Eh bukan begitu boss, maaf! Saya ada janji dengan mama papa saya, pulang cepat karena seminggu kerja selalu pulang malam."
Ramzy menyelidik lewat tatapannya. Bola matanya yang hitam menusuk tepat ke jantung hati Adel. Cupid panah dewa asmara berhasil mendebarkan jantung Adel.
__ADS_1
Boss, pleaseeee.....! Kau bukan siapa-siapa aku, apalagi kekasihku. Tolong jangan pasang muka cute model anak anjing yang tengah merajuk!
Adel menunduk. Kalah pada tatapan Ramzy.
"Adel! Aku yakin kamu suka aku!"
"B boss? Ma maksudnya apa?" Adel gugup terdesak oleh ucapan Ramzy yang nyeleneh.
"Jujur saja. Aku akan mengimbangimu bila kamu mau!"
"Eh? Aduh? Aku koq bingung dengan perkataan boss hari ini?"
Ramzy menarik tangan Adel, keluar dari lift dan menuntunnya hingga basement kantor menuju mobil pajeronya. Hari ini ia sengaja mencutikan pak Amir demi bisa mengajak Adel makan malam.
Hampir lima hari rindunya membludak pada gadis tangguh dihadapannya itu. Entah, bagaimana cara Adelia menaklukan hatinya. Yang pasti kini ia harus bergerak cepat sebelum penjaga jaket kulit diseberang kantor mendapatkan Adel lebih dulu.
"Kemana kita boss?"
Adel diam salah tingkah. Boss tengilnya ini memang gila. Dan Adel sudah paham tingkah polahnya. Tapi kali ini, Adel takut kalau-kalau bossnya ini kumat lebih parah gilanya.
Diturunkannya perlahan rok selututnya yang terlihat naik membuat paha putihnya yang mulus nampak.
Ramzy dengan cepat membuka jasnya. Seolah tahu akan ketidaknyamanan Adel duduk disampingnya.
"Tutupi pahamu kalau kau takut aku mesum!" Ia melemparkan jas hitamnya pada Adel.
Adel malu. Isi hatinya terbaca bossnya. Wajahnya menunduk. Campur aduk perasaannya. Tapi rasa penasaran lebih mendominasi ketimbang rasa was wasnya.
Mereka tiba disebuah restoran. Anehnya Ramzy tidak mengajaknya duduk disalah satu meja makan yang tersedia disana. Tapi justru menuntunnya menaiki anak tangga menuju puncak bangunan.
Adel terkejut melihat yang ia saksikan saat ini. Hamparan lilin menyala yang tertata apik menghadangnya di rooftop bangunan. Indah sekali.
Ada meja bundar besar ditengahnya dengan dua kursi duduk. Lengkap dengan beraneka makanan tersaji diatasnya.
__ADS_1
Candle light dinner!!!!! pekik hati Adel girang.
"Mari kita makan!"
Adel mengikuti langkah Ramzy dari belakang. Siluet bossnya itu begitu mengagumkan. Persis seperti idol pujaannya. Kim Taehyung member BTS.
Ramzy menarik satu kursi dan mempersilahkan Adel duduk. Sweet sekali. Membuat dada Adel seperti bom waktu yang berdetak siap meledak.
"B boss?"
Ramzy menepuk kedua belah tangannya. Seseorang datang dengan menenteng biola ditangan.
Ya Tuhan! Romantisnya!
Membuat Adel menutupi mulutnya yang ternganga tanpa bisa ia kendalikan. Seperti mimpi menjadi tuan putri, diperlakukan istimewa oleh bossnya yang biasanya kasar.
Lagu klasik karya Beethoven mengalun lewat gesekan biola. Benar-benar sempurna.
Selesai satu lagu, pemusik itu merangkap kerja menjadi waitres. Ia menuangkan cairan, (entah alkoholkah) dari botol yang dipegangnya kegelas mereka satu-satu.
"Maaf boss, saya tidak minum alkohol!" tolak Adel halus ketika bossnya mengangkat cawan putih berisi minuman berwarna merah mengajaknya toast. Anggur merah kah?
"Itu hanya rootbeer Adel! Bukan alkohol!"
"Maaf boss, saya tetap menolak. Hehehe...khawatir seperti di drakor-drakor, nanti saya lepas kendali, mabuk dan kita bertingkah seperti hewan liar!" Adel tertawa gugup. Membuat Ramzy hanya menepuk dahinya pelan. Tak bisa memprediksikan jawaban Adel.
Meski terdengar ngasal dan asal jeplak, tapi ucapan Adel benar. Ia gadis tegas dan lugas.
Ramzy tertawa. Menyadari kebodohannya akan siapa Adelia itu. Semakin membuatnya terpesona akan daya tarik Adel. Dan ia makin yakin akan tindakannya kali ini.
đź’•BERSAMBUNGđź’•
__ADS_1