PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
CINTA DAN CITA-CITA


__ADS_3

Sementara Agnes dan Bryan harus menunda hari bahagia mereka. Selain karena papa yang belum lama meninggal dunia, bunda Utami juga meminta Bryan sabar menanti hingga Agnes wisuda.



"Maaf ya Nes! Hhhh.... Sepertinya hari baik kita bersanding harus mundur sampai setengah tahun lagi!" Bryan tersenyum kecut pada calon istrinya itu.


"Iya kak! Satu semester lagi! Maaf, Agnes tak bisa berbuat apa-apa!"


"Kakak faham koq maksud bunda! Pendidikanmu tinggal selangkah lagi. Kalau aku tiba-tiba datang mempersuntingmu, otomatis kuliahmu jadi terganggu juga. Dan takutnya waktu wisuda kamu jadi molor karena kesibukan menjadi Ibu Rumah Tangga."


"Iya kak!"


"Hehehe....! Padahal aku sudah tak sabar ingin menikah!"


"Kakak! Hehehe....!"


"Dek! Kamu terlihat kurang nyaman saat bersamaku. Kenapa? Khan kita ini kenal sedari kecil?"


"Mm, eh bukan begitu kak! Agnes,... cuma.... malu kak!"


"Malu kenapa?"


"Kakak seorang dokter. Spesialis pula! Agnes,... hanya seperti ini! Perempuan standar yang tak punya apa-apa yang bisa dibanggakan."


"Koq ngomongnya gitu? Hehehe... Dimataku, Agnes perempuan luar biasa! Usia Agnes masih muda, tapi pemikirannya sangat dewasa. Aku kagum sama kamu! Bahkan kalau boleh jujur, sedari kecil Nes!"


Agnes tersipu. Malu. Bryan, pria berumur 30 tahun. Sedang ia sendiri, bulan depan genap 22 tahun.

__ADS_1


Bryan dulu memang tinggal diwilayah yayasan panti asuhan. Bryan kecil sering main ke panti dengan dirinya dan adik-adik. Ia seorang sulung dari tiga bersaudara. Keluarganya kaya raya, tapi sangat dermawan dan low profil.


Ketika usianya 16 tahun, kak Bryan dan keluarganya pindah keluar kota. Entah kota mana, Agnes tak tahu. Membuat mereka terpisah.


Tapi keluarga Bryan yang donatur tetap tak pernah lupa mengirimi mereka bantuan meski sudah tak tinggal berdekatan.


Agnes masih terus intens merasakan 'kasih sayang' keluarganya Bryan bahkan sampai saat ini.


Terasa mimpi ketika papa Bryan beserta kakak datang menemui bunda, dengan niat memintanya untuk didekatkan pada Bryan. Sangat tidak Agnes sangka.


Setelah lulus S1 di fakultas kedokteran, Bryan kembali intens perbulan mengunjungi mereka dengan menjadi penyalur donatur keluarganya. Setelah pak Robert datang dan menikahi bunda Utami, Bryan mulai jarang ke panti. Karena ternyata pak Robert lah yang sering mendatangi mereka untuk minta sumbangan. Hhhh....


Itu sebabnya Agnes cukup mengenal dekat Bryan dan keluarganya.


....


Sementara Mira tengah asyik-asyiknya ia menikmati karier barunya yang membuatnya semakin mendekati menjadi wanita anggun nan elegan.


Ya. Dandanan Mira yang modern dan cukup berani, membuat sebagian orang menilai faham kebebasanlah yang Mira anut.



"Bu Mira! Kenapa bukan ibu saja yang menjadi model inti dari perusahaan ini?" kata Vicky, salah satu manager pemasaran yang sedang menangani periklanan guna menambah daya pasar SOFTELLA DEPT STORE yang kini menjaring konsumen kawula muda dan para mahmud yang ingin bergaya styles modis.


Mira menatap mata Vicky dengan mata berbinar.


"Ah, kamu Vic! Jangan bikin aku ge'er!"

__ADS_1


"Eh, beneran bu boss! Dulu bu Ella juga sempat jadi model utama lho!? Bahkan permintaan pelanggan semakin tinggi setelah bu Ella yang promosi langsung melakukan pemotretan!"


"Bu Ella cantik lah! Ga sebanding aku ini. Hiks!"


"Bu Mira lebih fresh dan muda. Kulit bu Mira juga lebih bersinar indah dibanding bu Ella yang putih pucat!"


"Iya kah Vic?"


"Iya lah! Kulit bu Mira adalah kulit dambaan model-model kelas dunia!"


"Vicky Pranoto! Pinter banget kamu bikin aku jadi seneng gini!"


"Hahaha... Bu Ella lucu! Sesuai banget dengan motto perusahaan kita sekarang ini! Ayolah! Aku sangat mendukung bu Mira!"


"Beneran ya?"


"Pasti!"


"Percaya deh sama aku! Perusahaan pasti akan semakin maju!"


"Aamiin...! Okey, aku mau jadi model deh!"


Mira tersenyum bahagia. Impian indah ada didepan matanya. Ia memang ingin sekali membuktikan pada dunia, bahwa ia bisa mendapatkan semua ini akibat buah kerja kerasnya.


Dan ia ingin buktikan pada teman-teman yang dulu suka mengejeknya. Mencibirnya. Orang tak berpunya yang mimpi menjadi orang kaya.


Klean lihat nanti gaess! Foto-foto kerenku dengan pakaian berkelas bakalan wara-wiri ditelevisi dan juga majalah model! Maka baru klean sadari, aku... Mira Yulita. Memang memiliki potensi luar biasa! Dan tak lagi bisa kalian remehkan.

__ADS_1


Mira bergumam dalam hati. Mulai mengatur langkah dan strategi. Untuk mengenalkan departement storenya yang makin berkembang.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2