PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
SAHABAT YANG SESUNGGUHNYA


__ADS_3

"Man, boleh kutanya, rumahmu yang disebelahku itu dulu kau lepas berapa? Terus, nomor WA yang beli masih ada ga?"


"Kenapa Zy? Koq mendadak tanya rumahku yang disamping rumahmu?"


"Aku mau beli buat orangtuaku, Man!"


"Belum kujual. Pak Frans hanya sewa saja setahun. Baru bulan depan dia habis masa sewanya!"


"Ah, kebetulan sekali. Aku sewa ya rumahmu? O iya! Kalau masih rumahmu, kenapa kau beli rumah lain diperumahan Giri Indah untuk kau tempati bareng Mira?"


"Aku ga mau kami jadi tetangga kalian! Bisa-bisa istriku dan istrimu kalau ga ribut, ya saling bekerjasama untuk menyerang kita para suami!"


"Sorry bro, bini gue ga kayak bini lu! Hehehe....! Otakmu travelling terlalu jauh! Kasihan!"


"Hhh..... Mumet aku Zy!"


"Kenapa?"


"Mira malah sok-sokan jadi model. Dia asyik menikmati perannya sebagai gadis muda yang casual dan fotogenik dilensa kamera! Sedangkan tugas aslinya sebagai Direktur Utama malah terabaikan! Mungkin aku akan masuk kantor 2-3 kali seminggu. Karena aku akan ambil alih SOFTELLA, Man!"


"Ya udah! Kalo aku sih pasti bakal mendukungmu terus Man, apapun itu...selama buat kebaikan! Memang maksud istriku itu ya seperti itu. Kalian bisa bekerja sama dalam membangun SOFTELLA! Setidaknya, kau bisa terus mendampingi istrimu dan membimbingnya dalam berbisnis!"


"Mira sepertinya malah tak suka aku terlibat di SOFTELLA! Sepertinya ia punya planning projec yang takut aku gagalkan. Hhh...!"


"Sabar! Perempuan itu kalau sedang badmood ya gitulah! Disitulah kesabaranmu diuji, teman! Dan istrimu itu butuh bimbingan penyuluhan dari darimu, bro!"

__ADS_1


"Hiks.... Macam Guru BP pula aku Zy!"


"Hahahaha.... Sabar! Ini ujian!!!"


"Oiya, nanti kunci rumahku setelah pak Frans pindah biar kuantar kerumahmu!"


"Iya! Thanks bro! Berapa harga yang kau tawarkan untuk dilepas?"


"Ga lah! Itu untuk jaga-jaga kalau aku kenapa-napa!"


"Maksudmu?"


"Tak kujual boss! Itu untuk invest-ku saja. Kalau kau mau pakai, pakai saja!"


"Hei! Kau tuh bukan orang!"


"Hiks..... Demit pula aku dianggapnya! Asem!"


"Hahaha, maksudku kau itu udah seperti adik buatku Zy! Pakai saja untuk mama dan papamu! Paling titip bayar listrik sama PDAM nya sajalah!"


"Hhhh.....! Ga enak lah aku sama istrimu Man!"


"Biar Mira aku yang urus! Jangan sungkan! Kau pun juga sering bantu aku, Zy! Kita ini saudara. Wajarlah tolong-menolong!"


"Makasih banyak ya?"

__ADS_1


"Oiya, aku udah ketemu dokter Astari! Dia itu teman kecilku dulu, Zy! Semalam kami nongkrong ngopi bareng sampai jam 11 malam!"


"Wah, dunia ini terasa semakin sempit ya....?! Moga istrimu cepat mengandung, Man! Biar kau bisa dipanggil embah! Hehehe....!"


"Aamiin! Eh? Embah? Embahmu gundul!"


"Hahaha, mulai bapernya! Dokter Astari itu dokter keren lho! Aku kenal dia waktu pertemuan para pemegang saham di Hospital College. Dia kebetulan salah satu pembicaranya. Dan kami berkenalan di lingkungan para Nakes saat itu."


"Iya. Aku banyak ngobrol sama dia semalam! Memang dia dari dulu orang yang baik!"


"Jangan-jangan mantan pacar kau ya?"


"Hahaha... dasar! Lama-lama nyinyirmu mirip dengan istriku, Zy!"


"Haissh! Udahlah! Aku balik keruanganku!"


"Yup. Selamat bekerja!"


Begitulah mereka. Kalau tak Rahman yang mengunjungi ruangan Ramzy, begitu pula sebaliknya.


Kedua pria dewasa itu sudah saling nyaman berteman. Hingga layaknya keluarga. Yang saling support satu sama lain.


Walau terkadang mereka enggan mengungkapkan rasa sayang secara lisan, tapi kepedulian satu sama lain dalam dukungan begitu terasa nyata.


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2