PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
GALAU


__ADS_3

Seperti biasa, Mira berangkat ke kantor dengan wajah masam. Fikirannya kembali kalut. Suaminya lagi-lagi mengungkit masalah anak.


"Pagi bu CEO sayang!" sapaan Vicky yang terdengar manis itu, hanya dibalas senyum tawar Mira.


"Kenapa bu CEO cantik? Pagi-pagi udah bete aja deh tampangnya!"


"Kesel aku sama suamiku! Tiap hari ada aja yang bikin jengkel!"


"Kenapa sayang?" terdengar kata-kata Vicky yang agak kurang ajar sebenarnya. Tapi Mira seolah tak memperdulikan.


"Suamiku ingin kita segera punya anak!"


"Jangan dong! Karier bu Mira baru dimulai. Kalau hamil, bodinya otomatis berubah. Ga keren lagi! Bu Mira baru mau mulai tenar! Sayang banget kalau tiba-tiba pamornya turun dan kembali tidak dikenal!"


"Itulah! Suamiku sama sekali tak mendukung, Vik!"


"Ibu masih muda dan cantik! Sayang sekali kalau kesempatan emas ini tidak ibu gunakan dengan sebaik-baiknya!"


"Minggu depan dia malah bakalan ikut ngantor disini! Ck!"


"Hah?!? Suami ibu akan kerja disini?"


"Dia juga punya saham disini!"


"Waduh?!??" Vicky ikutan bingung.

__ADS_1


Meynar diam-diam memperhatikan gerak-gerik Vicky yang semakin kurang ajar pada Mira. Pucuk pemimpin SOFTELLA DEPT STORE yang sekarang.


Meynar adalah karyawan terlama di perusahaan ini. Ia bekerja sejak pak Hans pemiliknya, yang berganti pimpinan yakni Rahman. Lalu Ella dan kini Mira.


Berbeda dengan Vicky yang memang baru beberapa tahun saja bekerja ketika Ella masih jadi pemiliknya.


Vicky memang memiliki catatan buruk ketika ia bekerja dibawah kepemimpinan Ella. Yaitu, pria single berumur 29 tahun itu ternyata seorang lelaki buaya darat. Seringnya ia menggoda perempuan-perempuan bersuami.


Bahkan Vicky juga pernah melancarkan serangannya pada Ella. Membuat Vicky diturunkan jabatannya menjadi karyawan biasa.


Tapi ketika Ella menyerahkan tampuk kepemimpinan pada Mira, kenapa Vicky jadi naik lagi jabatan sebagai Manager Pemasaran sejajar dengan Meynar yang seorang Manager Keuangan.


Kini Vicky tengah merapat Mira. Dan bahkan semakin terlihat sikap kurang ajarnya itu.


Apalagi Mira terlihat sepenuhnya percaya pada kata-kata Vicky. Membuat Meynar khawatir juga pada keadaan atasannya yang sekarang. Karena Meynar mengenal dekat kedua atasan terdahulunya. Terlebih kini Mira adalah istri Rahman, boss terdahulunya itu.


Hhh.... Meynar kadang berfikir untuk menceritakannya pada Ella tentang kelakuan jahatnya Vicky yang semakin nyata sepertinya.


"Bu Mira! Kamu kenal perempuan yang bersama suamimu ini?"


Vicky memperlihatkan handphonenya pada Mira. Memutar video dan juga foto-foto Rahman bersama dokter Astari. Tampak kedekatan mereka dengan bercanda saling memoles krim diwajah.


Deg.


Siapa perempuan ini? Mereka terlihat akrab satu sama lain. Itu sepertinya kemarin sore. Dan pulangnya kak Rahman memberikan surprise makan bersama padaku dan Ahmad. Dasar!!! Pantesan kak Rahman manis banget semalam! Ternyata dia punya WIL!!! Sial*n!!! Kak Rahman.... beraninya dia, bohongin aku!

__ADS_1


"Kamu kenal?"


"Kamu lihat suamiku dimana?"


"Di restoran Startlight. Perempuan itu datang membawa kue tart dan buket bunga besar!"


"Dan bunganya ia racik untukku mandi semalam. Dasar laki-laki! Pintar banget suamiku bersandiwara!"


"Mereka terlihat serasi ya? Perempuan ini sepertinya juga bukan orang sembarangan. Terlihat anggun juga cantik! Tapi tetaplah kamu yang paling cantik! Bodoh suamimu kalau menyelingkuhi kamu bu CEO Mira!"


Kata-kata Vicky semakin membuat amarah Mira berkembang. Matanya membulat seiring kaca-kaca di netra indahnya berpendar. Terisak Mira merasakan sakit dihatinya.


Membuat Vicky semakin memiliki kesempatan dengan merengkuh bahu Mira dengan kata-kata penghiburannya.


Tapi Mira juga bukan perempuan yang mudah tergoda. Ia menepis tangan Vicky segera.


"Maaf Vicky.... Sikapmu padaku berlebihan!"


"Maaf cantik! Aku hanya ingin menguatkanmu! Supaya kau tetap tegar meskipun suamimu seperti itu!"


"Belum tentu suamiku selingkuh, Vicky! Aku percaya suamiku! Aku harus mendapatkan penjelasan dulu darinya! Baru aku menuduhnya sembarangan! Aku lebih kenal suamiku ketimbang kamu dan orang lain!"


Mira marah pada Vicky meskipun hatinya gusar. Rahman tak pernah terlihat akrab dengan perempuan. Bahkan dengan yang lama dia kenalpun, Rahman tahu batasan. Tidak mungkin ia berbuat serendah itu. Apalagi sekarang Rahman begitu gencarnya meminta anak darinya.


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2