
Sementara ditempat yang berbeda. Sejak kejadian pertemuannya dengan Mira dan masuknya ia dirawat di rumah sakit, Ella terlihat menjadi lebih mudah depresi.
Mungkin faktor kehamilan kembarnya dan juga luka batinnya yang kembali 'terbuka' akibat pertanyaan Mira tempo hari. Padahal Ella sudah nyaris lupa masa lalunya yang pahit dulu.
Ada orang bilang kalau Ella lebay. Mungkin orang luar bebas berkata seperti itu. Tapi kedalaman hati setiap orang tiadalah orang tahu. Betapa rasa sakit yang bertahun-tahun Ella pendam dulu begitu mudah terbuka dan kembali bernanah.
Terlebih lagi, kini ia melihat hubungan pertemanan Ramzy dan Rahman kian mendekat.
Sejujurnya Ella ingin melarang Ramzy untuk menjadi rekan partnernya diperusahaan. Tapi apa daya. Suaminya itu butuh suntikan dana dan Rahman menginginkan usahanya juga berkembang hingga luar negeri. Keuntungan besar tentunya bagi kedua belah fihak.
Apalagi kini Ramzy kembali sibuk bolak-balik Singapura Indonesia karena papa mamanya yang lebih memilih tinggal di Singapura dengan alasan lebih mudah berobat. Mereka memang masih harus rutin rawat jalan rumah sakit Singapura karena penyakit yang mereka derita.
"Yang! Belum tidur?" Ramzy terkejut ketika ia masuk kamar dan didapatinya Ella tengah duduk dengan wajah menatap kearah luar jendela.
"Ah, aku belum ngantuk nih!"
Ramzy menghampirinya. Memeluk dan mencium keningnya lembut sekali. Terakhir ia rebahan disamping Ella sambil mengelus-elus perut istrinya yang terlihat sudah membuncit itu.
Ya. Efek dari kehamilannya yang kembar dua membuat perutnya terlihat lebih besar dari sewajarnya wanita hamil 5 bulan.
"Yang! Jangan terlalu sering melamun! Ga baik buat calon baby-baby kita, sayang!" tegur Ramzy dengan lembut. Ella tahu, Ramzy sangat mengerti dan memahaminya. Mungkin karena ini adalah pernikahan yang kedua kalinya bagi mereka, hingga setiap fikiran gundah yang ada diotak Ella, Ramzy seolah mengetahuinya.
Merembes airmata Ella. Membuat Ramzy memeluk istrinya erat.
"Jangan melihat kebelakang, sayang! Ada aku didepan sini! Kenapa kamu menoleh kebelakang?... Kalau kamu begitu terus, aku bisa cemburu nih lama-lama!" Ramzy berusaha menghibur Ella yang basah pipinya oleh airmata.
__ADS_1
"Maaf mas! Aku koq sering nangis ya, akhir-akhir ini. Aku jadi baperan, gampang sedih! Iiiiih,..... masa' mau jadi mami fikiranku kacau terus begini!" rutuk Ella pada dirinya sendiri.
Ramzy tertawa. Mengelap pipi istrinya penuh kelembutan.
"Dulu kamu ga gini. Dulu kamu sangat kuat dan dingin sekali. Jarang terlihat airmata seperti ini. Tapi aku lebih suka Ella yang rapuh seperti ini!"
"Eh? Koq?"
"Karena aku seperti pangeran yang sangat gagah yang bisa menghibur hingga membuat putri cantik kembali tersenyum. Hahaha.... Tuh khaaaan jadi senyum!"
Ella tersenyum, manis sekali. Senang hatinya memiliki suami sebegitu perhatiannya seperti Ramzy.
Dipeluknya suaminya itu dengan penuh cinta. Jatuh lagi airmatanya.
"Terima kasih mas Ramzyku sayang! Sudah sampai sejauh ini kamu membahagiakan aku yang tidak memiliki apa-apa ini! Kamu, kamu adalah segalanya bagiku, yang!"
"Kamulah yang membuatku menjadi pria paling bahagia didunia ini, sayang! Apalagi 4 bulan lagi aku akan menimang buah hati kita dua sekaligus. Sungguh Allah sangat menyayangiku, melimpahkanku banyak kebahagiaan dengan memilikimu, yang!"
"Huhuhuhu.... hik hik hiks, udah dong gombalannya, bikin aku makin sedih niiih!"
"Hahahaha... Lha? Koq makin sedih yang? Harusnya seneng dong! Aku cinta dan sayang Ella seorang! Ga da yang lain kecuali empat bulan nanti cintaku terbagi sama si twins ini!"
"Iya ya, 4 bulan lagi aku melahirkan yang!"
"Nah, nah.... mulai deh, parnonya, paniknya! Ayo, dokter Brian bilang apa? Dibawa enjoy yang! Tehnologi sekarang makin canggih. Jangan banyak fikiran! Kamu pasti sehat dan anak-anak kita kuat!"
__ADS_1
"Aamiin ya Allah ya Robbal'alamiin!"
"Namanya udah dapet belum yang?"
"Ah aku bingung, semua nama bagus-bagus jadi bingung!"
"Hahahaha... Aku dong udah punya buat dua jagoanku nanti! Ayo dong kamu juga cari yang!"
"Apa? Mas udah dapet? Apa namanya, ... eh jangan bilang Upin-Ipin!! Awas kalo kamu bilang upin ipin lagi! Aku gigit tanganmu mas!"
"Hahahaha.... Engga'lah yaaang! Waktu itu aku khan cuma becanda aja! Upin ipin lucu, manis juga kalau lihat kartunnya!"
"Ga mauuuuu....! Botak-botak satu malah rambutnya selembar gitu! Amit amit, amit amit! Na udzubillah ih yaaang!!"
"Hahaha... ya iyalah kalau visualnya jangan! Masa' model gitu, khan papinya ganteng, keren begini. Maminya cantik, masa' anaknya model upin ipin!"
"Ayaaaang, jangan bahas ituuu....!!"
"Hahahaha.... Cup cup cup, iya sayangku cintaku, honey bunny sweety ku!"
Ella dan Ramzy bercanda gembira diatas ranjang besar mereka.
Dikamar sebelah, sudah tersedia kamar baby twins yang sudah mulai rapi ruangannya dengan wallpaper warna biru langit yang lembut tapi terlihat cerah dengan awan putihnya.
Kedua pasutri itu begitu bahagia. Tak sabar rasanya menyambut dua baby mereka segera.
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•