PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
PERTEMUAN YANG MENGGEMASKAN


__ADS_3

"Ma maksud kak Ella apa?" tanya Mira, meminta penjelasan pada Ella.


Ya. Mira terkejut mendengar ucapan-ucapan yang keluar dari bibir wanita yang diam-diam ia idolakan meski malu-malu untuk ia utarakan secara jujur.


Rahman lebih terkejut lagi. Ditatapnya Ramzy guna meminta penjelasan lebih lanjut.


"Ella ingin menghibahkan SOFTELLA DEPARTEMEN STORE pada Mira. Ella ingin me'nukar guling' saham Rahman di RAMA CORP dengan perusahaan SOFTELLA."


Rahman menatap Ramzy.


"Perusahaanmu baru saja merugi! Aku ga bisa lepas tangan begitu saja, karena aku harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahanku yang tidak berhasil memenangkan 2 tender ketika kau memberiku surat kuasa sebulan yang lalu."


Kedua pria itu hanya diam. Begitu juga Mira dan Ella.


"Kak! Sejujurnya Mira sangat ingin sekali bisa dekat dan akrab dengan kak Ella! Tapi bukan begini juga caranya, kak! Apa kakak begitu membenci kami hingga kakak sampai memberiku perusahaan kakak?"


"Hehehe... Mira! Apa suamimu dulu juga begitu membenci aku? Hingga Mentari Dept Store ia hibahkan juga padaku?"

__ADS_1


"Maksudku....mmm bukan begitu, kakak!" Mira bingung untuk mengungkapkan isi hatinya. Tak tahu harus berkata apa.


"Kak Ella ngerti maksud Mira! Kak Ella justru sayang sama Mira. Tolong dirawat dan diurus SOFTELLA DEPT STORE, ya? Alhamdulillah, untuk saat ini... perusahaan itu stabil penjualannya juga harga sahamnya. Mira tinggal mengatur dan membuatnya lebih maju dan sukses lagi. Mira juga dibantu suami Mira pastinya. Jadi kalian bisa saling bahu membahu kerjasama. Dan aku juga berniat membantu perusahaan suamiku dengan menukar saham suamimu pada sahamku yang ada di SOFTELLA. Kurasa semuanya impas khan? Kita bisa saling mendukung suami kita masing-masing dalam pekerjaannya! Itu maksud kak Ella, Mira!"


"Izinkan aku masih bekerja di RAMA CORP. Karena divisiku tidak mungkin kumutasi dari RAMA. Selain aku juga hanyalah perusahaan eksport import yang masih balita, aku juga ga cukup modal untuk menyewa gedung apalagi membeli gedung baru."


"Kamu terlalu merendah! Jujurlah pada istrimu jika kau ingin Mira menghargaimu! Kau bahkan mempersembahkan kota mini yang indah untuk istrimu tercinta bukan? Kenapa belum kamu perlihatkan pada Mira?"


Rahman menelan saliva. Lupa ia kalau Ramzy tahu, tempat yang di Surabaya adalah miliknya yang ia bangun untuk Mira.


"Ada konspirasi apa ini?" tanya Mira pelan dan hati-hati.


"Rahman sangat mencintaimu, Mira! Jangan pernah kau ragukan itu! Sekali kau ragukan suamimu, maka aki-aki itu akan merana sepanjang masa!"


Bug.


Rahman memukul bahu Ramzy pelan. Pecah tawa Ramzy seketika melihat kawan rasa saudaranya itu pucat pasi karena malu.

__ADS_1


"Rahman membangunkan istana sekelas Taj Mahal untukmu di Surabaya, Mir!" semakin berani Ramzy membuka rahasia Rahman.


"Hah? Taj mahal? Berarti kak Rahman membuatkan bangunan untuk makamku kelak? Kakak ingin aku cepat mati?"


"Hahahaha.... yassalaaam! Istrimu unik, Man! Hahahaha cerdas dan sangat lucu pemikirannya! Upssss... maaf, my Ella! Bukan maksudku memuji istri orang lain. Jelas istriku paling segalanya daripada istri orang lain! Muacht!" Ramzy segera mengecup pipi istrinya penuh cinta.


"Tuh, kakak harus belajar banyak dari kak Ramzy!" sungut Mira membuat Rahman memegang pelipisnya pusing.


"Ya sudah! Akhir bulan ini, aku ambil cuti. Mau bawa istriku liburan ke Surabaya! Andai pun ia beralasan tak bisa, biar kugendong saja atau kalau perlu kuculik sekalian!"


Ramzy dan Ella tertawa melihat kekesalan Rahman dengan tingkah polah Mira.


Ya, memang. Mira selalu beralasan sibuk dengan toko onlinenya jika harus pergi jauh dan butuh waktu berhari-hari berlibur keluar kota. Alasannya, sayang sekali jika ia meninggalkan bisnisnya yang semakin banyak pesanan.


Hhh...


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2