
"Bagaimana pak Teguh? Kita percepat saja sekitar 2 mingguan. Saya rasa cukup waktu untuk Wedding Organizer mengurus pernikahan putra-putri kita. Dan bapak tidak perlu khawatir soal biaya!"
"Terima kasih banyak pak Rama sekeluarga sudah begitu menghargai kami terutama putri bungsu kami Adelia! Tapi saya terutama sebagai orangtua mohon izin, ingin mengurus juga perhelatan pernikahan putri tercinta kami. Kami minta waktu satu bulan lebih, untuk bersiap-siap meski kami bersyukur keluarga bapak bersedia menanggung semua biaya pernikahan mereka!"
"Satu bulan lebih? Ga kelamaan pa?" Ramzy menyela membuat sang mama lagi-lagi memukulnya gemas.
"Iya, Nak! Keluarga kami ada banyak yang diluar kota. Kepingin semua hadir turut merayakan kebahagiaan kita semua. Jadi, yaaa.. kamu harus sabar. Sedikiiiiit lagi! Hehehe...."
Ramzy dan Adel saling bertatapan. Kebahagiaan ada dipelupuk matanya. Semua harapan dan angan-angan, akan menjadi kenyataan. Selangkah lagi mereka akan menjadi pasangan suami istri yang berlimpah kasih sayang kebahagiaan.
"Hm hm hm....! Ini masih diantara kedua orangtua kalian lho! Jaga mata, jaga nafsu!"
"Apa sih, pa...! Cuma natap aja!" Ramzy malu sendiri. Tersenyum ia selalu diledek papanya.
Mereka pun mengakhiri pertemuan dengan kesepakatan 5 minggu kedepan hari pernikahan Adel dan Ramzy akan dilangsungkan.
Semua gerak cepat. Keluarga Adel memberitahukan keluarga besar mereka yang lumayan banyak juga ternyata.
Adel masih dikamar Ella. Merasa tak enak hati ia melangkahi kakaknya. Berkali-kali ia menanyakan benda apa yang ingin Ella pinta sebagai 'pelangkah'. Karena konon katanya jika adik lebih dulu menikah dan mendahului sang kakak yang masih single, harus memberikan syarat benda pelangkah. Agar sang kakak tidak jauh jodohnya dan segera cepat menyusul menikah.
"Ga usah begitu-begituan laaah! Aku sumpah demi Tuhan, ikhlas ridho Lillahi Ta'ala. Ga da beban koq, kamu nikah duluan! Aku malah senang. Seengga'nya, mama papa tak lagi menuntut aku untuk segera menikah."
"Kakak mau apa? Perhiasan ya? Seperangkat emas ya?"
"Ga usah Del! Uang itu kamu simpan aja untuk nanti kamu sudah menikah!"
__ADS_1
"Tenang kaaak, suamiku holang kaya. Hehehe, aku ga kuatir kehidupan sehari-hari nanti!"
"Ish, sombongnya! Belum apa-apa udah jumawa. Tiati kena azab!"
"Idiiih?! Emang kenyataan khan? Kakak juga khan pernah ngomong cariin cowok yang model mas Ramzy khan? Berarti mengakui kalau suami itu itu bibit unggul dong! Eh, calon suami ding, bentar lagi suami. Hihihihi....!!!"
"Dasar, emang!"
"Andai aku bisa, bikin kloningan mas Ramzy. Atau kalau terjadi sesuatu padaku, aku rela koq mas Ramzy kutitipin kak Ella untuk dilanjutin hubungan! Hahaha...."
"Buset deh? Emang aku apaan, dapet barang second! Aku bisa koq cari sendiri! Bisa lebih dari mas Ramzymu yang tuan muka datar itu!"
"Hahaha....julukan apaan itu? Koq bisa-bisanya kak Ella julukin suamiku tuan muka datar? Ya ampuuuun.... Hahaha, jahaaaat!"
Keduanya tertawa lepas. Canda tawa khas sepasang kakak adik.
Tiba-tiba hape Adel berdering. Ternyata orang WO yang menghubunginya. Menanyakan apa besok ia dan Ramzy bisa datang ketempat yang ditentukan untuk fitting baju pengantin dan menentukan menu-menu untuk acara besar mereka.
Klik.
"Besok ada janji ketemuan?" tanya Ella.
"Iya kak! Dari WO. Hehehe... ribet juga ya ternyata kalo mau jadi pengantin!"
"Segitu sih ga ribet! Temenku, sejak 6 bulan ngurusin printilan buat nikahannya yang cuma 10 jam acara. Hadeeh! Belum biayanya! Kamu enak, terima beres, cuma ikutin aja prosedur! Ga pusing mikirin dana!"
"Hihihi... Hooh juga sih!"
__ADS_1
Adel menchat Ramzy dan mereka sepakat bertemu ditempat yang akan mereka datangi karena Ramzy ada rapat penting diluar dan lokasinya jauh dari kantor. Membuat ia meminta Adel datang ketempat pertemuan pihak WO lebih dulu.
Adel menyetujuinya.
Keesokan harinya, ia bergegas menuju tempat WO jam makan siang sesuai perjanjian. Nanti Ramzy menyusul setelah rapat selesai.
Dengan taksi online. Ia memang tidak pernah ribet urusan kendaraan. Bahkan andai Ramzy mengizinkan, ia akan lebih memilih naik bus, lebih murah ketimbang ongkos taksi.
Adel melirik jam tangan yang melingkar manis dilengan kanannya. Ia sudah duduk manis dalam taksi pesanannya.
Sepertinya bisa kejar waktu setengah jam kalau ga macet!gumamnya dalam hati.
"Pak, bisa agak cepat? Saya terburu-buru soalnya!"
"Baik bu!"
Supir menuruti permintaan Adel. Tapi tiba-tiba terdengar suara keras dari belakang mobil.
Ban mobil belakang pecah. Seketika membuat mobil taksi yang ditumpangi Adel oleng tak mampu menjaga keseimbangan.
Akibat lajunya yang cukup kencang, mobil tak mampu dikendalikan oleh pak supir. Dan......
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........!!!!!"
Cekiiiiiiiitttttt..... Sreeeeeeeeeeeet....... Braaakkkkkkk!!!!!!
Suasana ramai seketika. Terjadi kecelakaan lalu lintas. Macet total karena taksi online yang ditumpangi Adel terguling setelah terlempar menyebrang jalur lain.
__ADS_1
Hhhhh........
đź’•BERSAMBUNGđź’•