
Benar dugaan Rahman. Robert dan Ryan berada dibalik semua kegagalan tender sebelum-sebelumnya. Bahkan seolah sengaja menjegal RAMA CORPORATION maju kedepan, padahal mereka adalah karyawan penting diperusahaan itu.
Terlebih Ryan. Dia adalah asisten pribadi Ramzy jauh dari sebelum Ramzy menikah dengan Ella.
Rahman berusaha menutupinya dahulu. Sengaja ia pura-pura tidak tahu kerjasama busuk antara kedua karyawan Ramzy itu.
Sengaja ia menahan diri sampai Ramzy kembali bekerja 3 minggu lagi.
Plak!
"Dasar perempuan bodoh! Kerjamu ga becus, padahal cuma berlenggak-lenggok saja. Kau harus kujual kemucikari biar wajah cantikmu itu berguna dan dibayar laki-laki!"
Cuih!
Agnes meludahi wajah Robert. Kontan tamparan bolak-balik kembali ia dapatkan.
"Berani kau meludahi wajahku, perempuan tol*l!" bentaknya setelah mendaratkan telapak tangannya kepipi Agnes hingga merah.
Agnes mendorong tubuh suami bunda Utami. Tapi sayang, tubuhnya yang mungil tidak dapat membuat pria mesum berhati iblis itu jungkir. Justru dengan mudahnya satu tangan kokohnya berhasil menangkap tubuh Agnes dan satunya lagi mendekap mulut gadis mungil itu.
"Berani kau melawanku? Heh?"
Robert mendekatkan wajahnya ke wajah Agnes. Membuat Agnes merinding dan jatuh airmatanya.
Ia menghentakkan kepala dan tubuhnya, berontak. Tapi tak cukup kuat tenaganya.
__ADS_1
Bibir kotor Robert menjilat pipi Agnes. Liar sampai hidung dan matanya. Agnes memejamkan matanya. Ketakutan begitu menguasai dirinya.
Sedang saat ini sudah pukul 1 malam. Adik-adiknya sudah terlelap dalam mimpi indah mereka.
Tangan Robert menggerayangi dada Agnes. Membuatnya sedikit lengah karena menikmati kekenyalan gunung kembar Agnes. Membuat Agnes segera menyikut telak ulu hatinya.
Bug.
"Sial*n!!!"
Agnes terlepas dari tangan Robert.
"Toloooooong! Tolooooooong!!! Tolooooooong!!!!"
Kesempatan ini tak Agnes sia-siakan. Ia berteriak keras meminta tolong. Sengaja membangunkan adik-adiknya bahkan tetangga sekitar.
Tapi Agnes lebih cepat. Digigitnya jari-jari Robert sekuat-kuatnya.
"Aaaaaaaaaaaargh! Sakit bod*h!"
Tiba-tiba beberapa anak lelaki memukuli Robert dengan alat-alat pembersih, seperti sapu, pelan dan juga besi alumunium tiang jemuran.
Bag bug bag...... Gedebuggg gubrak
Habis Robert dihajar massal. Agnes menangis mojok dengan tubuh gemetar. Hampir saja ia menjadi korban pencabulan si tua bangka mesum itu.
__ADS_1
Malam itu pukul setengah dua, geger seketika. Tetangga berdatangan. Ikut menghakimi pak Robert yang terpergok hendak berbuat jahat pada Agnes dengan saksi banyak dari adik-adik panti sendiri.
"Bohong! Mereka itu sekongkol! Mereka sengaja menjatuhkan nama baikku dimata para tetangga dan juga kamu, Tami sayang!" ujarnya membela diri.
Tapi adik-adik Agnes ternyata tidak sebodoh yang Robert fikirkan. Ada seorang yang merekam kejadian tindakan licik dan akal bulus Robert pada Agnes. Sehingga akhirnya pria itu diam tak berkutik meski menolak dibawa ke kantor Polisi terdekat.
"Ini tidak seperti yang terekam di ponsel murahan itu, Tami! Mereka sengaja memancingku berbuat hal yang tidak senonoh pada perempuan binal ini!" Robert tetap berkoar meminta perlindungan bunda Utami yang memandanginya penuh kekecewaan.
Pak RT dan beberapa orang warga membawa Robert ke kantor keamanan setempat guna dimintai lagi keterangannya hingga nanti dikirim ke kantor Polisi esok hari.
Agnes masih berjongkok dipojokan ketika bunda Utami meraih tubuhnya dan mendekapnya erat.
Pecah tangis keduanya. Hanya rintihan dan suara tangis yang menjadi pelampiasan kesedihan.
"Kenapa kamu tidak bilang sama bunda, kalau pak Robert sering melakukan tindakan asusila padamu, Agnes?" sesal bunda Utami. Tangannya mengelus-elus punggung Agnes.
"Agnes ga mau merusak kebahagiaan bunda! Maaf, bunda! Maafin Agnes ya!?"
Keduanya kembali berpelukan.
"Bunda ga tau, kalau pak Robert ternyata diam-diam memperhatikan Agnes juga!" bunda menangis sesegukan. Sedih, kesal dan kecewa bercampur menjadi satu.
Agnes belum berani menceritakan kebejadan suami barunya itu sekarang. Selain sudah sangat malam, ia juga takut bunda Utami shock dan sakit karena tingkah polah suaminya itu.
"Besok akan Agnes ceritakan semuanya, bun!" kata Agnes.
__ADS_1
Mereka akhirnya masuk kekamar. Bunda tidur bersama Agnes dikamar anak-anak panti. Merasakan kembali ketenangan setelah mendengar doa tidur dan lantunan sholawatan bunda yang setelah sekian lama tak lagi mereka dengar.
đź’•BERSAMBUNGđź’•