
"Assalamualaikuum!"
"Waalaikumsalam! Sayang!!! Apa kabar sayang?" mama merangkul tubuh Ella erat. Rasa kangennya tersalur seketika sambil mencium putri yang kini tinggal satu-satunya itu.
"Baik ma! Mama papa gimana kabarnya?"
"Baik sayang! Tumben Ella kemari sore-sore pulang kerja! Ramzy mana?"
"Masih dikantor mungkin ma, Ella kangen mama jadi mampir nengok sebentar. Alhamdulillah mama papa sehat wal'afiat! Papa mana ma?"
"Biasa si papa mah, dikebun belakang. Ayo kita kebelakang, papa lagi panen pakcoy!"
"Waaah, asik dong setiap hari makan sayur fakcoy ga harus beli!"
"Iya dong!" mama menggendeng Ella masuk kedalam ruang tengah, lalu kepintu belakang kearah kebun.
"Papaaa...!!"
"Sayaang!" Kedua anak dan bapak itu saling berangkulan.
"Sehat pa?"
"Nih, Ella lihat sendiri! Papa segar bugar!"
"Alhamdulillah!"
"Nih, panen sendiri pakcoynya buat dibawa pulang! Ramzy gimana kabarnya menantu kesayangan papa itu?"
"Baik alhamdulillah, pa!"
"Syukurlah!" Ella ikut sibuk bersama papa dan mamanya sembari bercanda ringan bertiga.
"Pa,... sebenarnya Ella kemari mau menanyakan suatu hal yang serius, pa!"
"Apa itu sayang?"
__ADS_1
"Apa...mmm selama ini papa punya hutang?"
"Hutang?... Oh iya betul, papa punya hutang! Papa lupa!"
"Hutang untuk apa pa? Sebegitu besarnya kah papa butuh uang?"
"Papa waktu itu beli vitamin penyubur tanaman, terus..ada setekan bunga kamboja bali yang udah lama mamamu pingin. Papa ambil dulu ke mas Kurdi karena papa ga bawa uang lebih, La! 50 ribu belum papa bayar sampai hari ini!"
"Bukan itu maksud Ella pa! Maksudnya hutang sampai ratusan juta mungkin?!"
"Astaghfirullaah, nak!... Buat apa papa hutang segitu banyak? Ngeri papa dengarnya La!"
"Papa ga punya sangkutan hutang piutang dengan Rahman khan?"
Papa dan mamanya saling berpandangan. Terlihat mencurigakan dimata Ella.
"Pa, ma...jujurlah sama Ella! Ella ini anak kalian! Kenapa kalian seperti main rahasia-rahasiaan!?"
"Baru sejam yang lalu sebenarnya Rahman kemari. Ia memberi papa ini!" papanya Ella pergi meninggalkan halaman belakang dan kembali dengan sebuah amplop besar warna coklat.
"Apa itu?"
Ella gugup menerima amplop dari papanya itu. Dengan jantung berdebar ia perlahan menarik lembaran kertas yang ada didalamnya.
Sertifikat Bumi dan Bangunan Kantor MENTARI DEPT STORE, satu lembarnya lagi adalah SERTIFIKAT KEPEMILIKAN PERUSAHAAN MENTARI DEPT STORE. Juga ada SURAT BUKTI SAHAM KEPEMILIKAN PERUSAHAAN PT MENTARI DEPT STORE. Lalu dilembar paling belakang ada yang lebih mengagetkan Ella lagi yaitu Surat Keterangan Pengalihan Kepemilikan Perusahaan PT MENTARI DEPT STORE. Yang isinya berbunyi : surat pengalihan kepemilikan Perusahaan sedang diproses di notaris wilayah, dan akan berganti menjadi PT SOFTELLA DEPT STORE dengan pemilik tunggal Ny. Fidellia Gabriella usia 29 tahun.
Apa?????
Ella menatap papa dan mamanya dengan mata terbelalak. Seperti mimpi tapi ia tak merasa tidur. Seperti khayalan tapi ia tak pernah memimpikan.
"Ini..., apa maksudnya orang itu pa?"
"Apa La? Ada apa memang? Apa bermasalah?"
"Papa liat sendiri!" Mereka kembali bertatapan. Antara bingung, mau senang atau takut. Ini apa maksudnya. Ella sama sekali tidak memiliki clue untuk menebak bajingan misterius itu.
__ADS_1
"Pa ma, kalau gitu Ella harus pulang sekarang! Ini Ella bawa dulu ya, buat mastiin lagi sama orang itu apa maksudnya!"
"Oh gitu? Iya udah, hati-hati ya nak! Ga makan dulu, Ella?"
"Nanti libur Ella kemari lagi pa ma! Mumpung baru jam 5 juga. Pamit ya, assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!"
Ella langsung melesat pulang dengan ojek online. Menuju rumah Rahman yang tak lain adalah tetangganya.
Ditekannya bel rumah Rahman dengan kesal. Ella juga menelpon Rahman agar sesegera mungkin keluar dan menampakkan batang hidungnya mendatangi Ella di gerbang rumahnya.
Rahman keluar setelah menerima telpon Ella. Agak gugup ia melihat raut wajah Ella.
"Ini apa? Ini apa maksudmu? Apa? Kau ingin membeliku? Hah? Kau sengaja khan? Kau fikir aku akan luluh dan gembira lalu berterima kasih karena kau memberiku perusahaanmu? Kau ini naif, tuan kaya kera'! Aku bukan wanita yang bisa kau beli harga dirinya!!!!!" Ella berteriak didepan gerbang rumah Rahman. Benar-benar sangat lepas kendali.
Dan naasnya, Ramzy yang baru pulang kerja ternyata kaget melihat Ella dari kejauhan didalam mobilnya.
Ia pun menambak kecepatan mobilnya dan mengerem tepat didepan rumahnya.
Cekiiiiiit.
Brak.
Bug. Bug Bug.
Ramzy menghajar telak wajah Rahman. Tapi kali ini Rahman ternyata tak tinggal diam. Ia membalas pukulan Ramzy yang tiba-tiba.
Akhirnya kedua pria dewasa itu saling baku hantam hingga posisi mereka satu sama. Bahkan cukup membuat suasana sekitar menjadi panas. Maklumlah, ternyata suasana sore diperumahan mereka banyak yang lalu lalang baru pulang dari kerja. Otomatis pergumulan mereka menjadi bahan perhatian.
Belum lagi Cici, asisten Rahman yang berteriak ramai sendiri mencoba memisahkan keduanya.
"Tuan Rahmaaan, tuan tampaaan....tolong berhentiiii!!! Sudaaah, jangan kelahiii!!! Sudaaaah!" teriaknya gemas.
Alhasil mereka berempat digelandang sekuriti perumahan kerumah ketua Rukun Tetangga setempat.
__ADS_1
Hhhhh....
đź’•BERSAMBUNGđź’•