PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
KARIER VERSUS RUMAH TANGGA


__ADS_3

Apakah cobaan rumah tangga itu semakin banyak ketika masa berjalan bertambah naik? Jawabannya, ada didiri 'para pemilik' rumah tangga itu sendiri pastinya.


Seperti Ramzy dan Ella, Rahman dan Mira. Dan juga kita-kita pastinya, yang sedang mengayuh biduk rumah tangga. Yang berharap endingnya 'kan bahagia. Dan hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa sajalah kita berharap dan meminta. Semua kenikmatan dan kebahagiaan dalam berumah tangga. Aamiin....


Rahman menyelesaikan bacaan surat Qur'an Al-Waqi'ah- nya setelah tamat surat Yassin.


Diliriknya jam didinding kamarnya. Sudah pukul 8 lewat. Tapi Mira masih belum pulang juga.


Ini malam Jum'at kedua Mira bekerja sebagai seorang bisnis woman mengurus perusahaan hibahannya dari Ella.


Ini tak bisa dibiarkan terus menerus seperti ini. Batin Rahman mulai bertekad.


Mira sudah 2 minggu bekerja. Dan selalu pulang pukul 9 malam sejak pagi hari jam 8. Memang Mira berangkat ke kantor setelah dirinya pergi lebih dulu berangkat kerja. Tapi jam kerja lemburnya sudah tidak bisa lagi ia tolerir jika terus-terusan begini.


Sekeingatnya, Ella dulu juga bekerja mengurus SOFTELLA. Tapi ia jarang terlihat pulang malam bahkan setiap hari seperti Mira kini.


Mira selalu berdalih, untuk kemajuan perusahaan dan untuk dirinya sendiri yang masih belum faham banyak hal tentang bisnis.


Dan Rahman juga tidak ada niat 'merendahkan' istrinya dengan membayangkan Mira bermain-main apalagi genit-genitan dengan lelaki lain diluaran. Rahman cukup tahu prinsip hidup Mira soal laki-laki. Mira kasar jika ia mendapatkan perbuatan tidak menyenangkan dari laki-laki lain.


Tapi Rahman khawatir, Mira masih sangat polos dalam dunia bisnis yang sebenarnya.


Memang benar, sejak belia Mira sudah terjun didunia usaha. Tapi itu diruang lingkup yang tak terlalu besar lingkarannya. Berbeda dengan semua pencapaiannya yang penomenal dalam urusan toko online.

__ADS_1


Mengelola perusahaan bukanlah hal yang mudah. Bahkan bagi para pengusaha sekaliber Tanry Ab*ng sekalipun. Dunia sikut-menyikut dan tipu-tipu lebih kental terasa didunia perbisnisan.


Banyak para pengusaha yang cepat up langsung tajir melintir, tapi tiba-tiba juga ambruk jatuh bangkrut karena salah mengambil langkah. Dan didunia bisnis itu, tidak ada yang namanya 'saudara' apalagi teman.


Belum lagi persaingan bisnis dalam meng-goal-kan tender-tender besar yang membuat perusahaan semakin naik kelas berjaya dimata dunia.


Mira masih terlalu awam untuk itu. Apalagi Mira adalah perempuan. Masih muda belia pula. Khawatir banyak orang yang ingin memanfaatkan kepolosannya. Hhh....


"Assalamualaikuum!"


"Wa'alaikumsalam!"


Mira mencium punggung lengan suaminya yang terlihat agamis dengan koko putih dan sarung serta peci dikepalanya. Ia tersenyum tipis.


Rahman ikut tersenyum. Istrinya terlihat kelelahan. Diambilkannya segelas air putih, lalu disodorkannya pada Mira.


"Ka kakak?" Mira terkejut mendapati Rahman yang bersikap manis tanpa kata dan banyak pertanyaan. Diambilnya gelas itu dari tangan Rahman seraya mengucapkan terima kasih.


"Capek ya?"


"Banget!"


"Ambil cuti yang! Besok lusa kita ke Surabaya ya? Aku juga udah izin cuti hari senin selasa sama Ramzy! Ya, ya?"

__ADS_1


"Ish, pantesan baik banget ngasih minum ke aku! Ada maunya!"


"Kamu juga butuh istirahat Mira! Dua minggu ini kamu terlalu memforsir tenaga dan fikiranmu untuk SOFTELLA."


"Belum bisa kak! Sabtu ada pemotretan di Puncak. Aku harus masuk kerja!"


"Sabtu besok? Pemotretan? khan ada bagian lain yang mengurus advertising yang? Buat apa kamu capek-capek ikut? Tinggal kirim gambar lewat What'App, email, beres khan? Kamu bahkan bisa pilih-pilih yang paling bagus menurutmu sambil rebahan. Tehnologi canggih yang! Ga usah kita repot-repot ikuti mereka pemotretan. Capek lho!"


"Aku model utamanya kak!" kata Mira sambil menunjuk dadanya dengan senyum sumringah.


Pecah sudah batas lingkar kesabaran Rahman.


"Kamu jadi model? Dan kamu ga minta pendapat aku?"


"Kak! Ini malah bagus khan? Budget bayar model itu ga sedikit! Dan aku termasuk dirut keren, karena udah menekan biaya serendah-rendahnya untuk iklan kak!"


"Langkahmu memang keren dalam memajukan perusahaan, Mira! Tapi dalam hal ini, aku suamimu! Sudah sepantasnya kamu meminta pendapat dan izin aku lebih dulu. Apalagi itu dilakukan hari Sabtu, yang harusnya adalah hari rehat kita dari rutinitas kerja!"


"Kak! Please.... Ini kesempatanku maju kak! Oke, oke bentar ya, Mira mandi dulu! Mira tahu, kakak sakit kepala ya.... kalau belum 'itu'! Hehehe.... Mira pasti akan kasih 'pelayanan' terbaik!"


Mira setengah berlari, melesat menuju kamarnya. Pergi mandi demi niat menyenangkan suami. Melakukan 'tugas suci' melayani kewajiban menyuguhkan nafkah batin Rahman.


Hhhh..... Tinggal Rahman yang duduk termenung sendirian disofa ruang tamunya.

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2