PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI


__ADS_3

"Kita ke Surabaya rental mobil?"


"Iya. Pulangnya baru naik pesawat, yang! Gimana? Ahmad kita ajak juga!"


"Terus, kerjaan?"


"Masih aja mikirin kerjaan! Sekali-kali liburan yang! Aku dah minta izin Ramzy. Dan kerjaan kamu juga udah kutitipin Meynar. Jadi ga usah khawatir yang! Hanya seminggu. Ya?"


"Ahmad sekolahnya? Khan mau kenaikan kelas 6 dia!"


"Oke. Ahmad aku tanya katanya lagi masa tenang, anak kelas 6 menjelang UAS. Jadi agak bebas untuk kelas lainnya! Jangan bilang kamu malas keluar kota bareng aku!"


"Hehehe.... ! Aku suka mabuk perjalanan yang! Maaf! Makanya males diajak jalan jauh!"


"Yassalaaam.....! Hahaha...kenapa tak terfikir olehku selama ini? Maaf, aku sudah salah sangka Mira sayang! Tenang! Ada obat khusus penghilang rasa mabuk perjalanan yang!"


"Hihihi....! Aku gak pernah pergi jalan-jalan, kak! Makanya, sampai sekarang...pasti selalu mabuk kalau jalan jauh sedikit! Untung pemotretan waktu itu ke Puncak, kita berhenti sesekali dengan alasan mau pipis. Padahal aku mual mau muntah itu! Malu lah mabuk didepan banyak orang! Apalagi didepan suami."


"Hehehe.... Cup cup cup! Ya udah, nanti kita ke apotik dulu. Beli obat anti mabuk yang bagus buat liburan kita!"


"Muacht.... Makasih kak!"


...


Rahman dan Mira pergi berdua saja. Karena Ahmad menolak ikut. Ada tugas sekolah yang mengharuskan ia masuk, tidak dapat izin liburan.


Alhasil Ahmad ditinggal seminggu dengan ditemani kawan sekolahnya yang menginap dan juga Andri, karyawan toko online Mira yang kini bekerja di SOFTELLA.


Mira bahagia sekali. Rahman menghentikan kendaraannya setiap 1 jam sekali ditempat peristirahatan. Hanya singgah sebentar agar Mira tak mabuk perjalanan meski sudah minum obat.


"Berapa perjalanan Jakarta-Surabaya kalau normal naik mobil pribadi kak?"


"Kemungkinan 12 jam juga sudah sampe yang! Tapi kita khan sering istirahat. Ya bisa sehari semalam. Hehehe...!"


"Aduh?!"

__ADS_1


Rahman tertawa sambil mendekap tubuh istrinya dengan mesra.


"Pingin cepat sampai biar bisa rebahan bareng kamu!" bisiknya penuh gairah. Membuat Mira tersenyum malu.


Dicubitnya paha Rahman pelan. Dalam hatinya, ia pun ingin segera cepat sampai dan cepat tiba ditujuan.


Ditempat berbeda, Agnes yang tengah libur dan main kerumah Ella tertawa-tawa melihat album foto yang ia lihat.


Selain foto-foto pengantin kakaknya, ada juga foto-foto menarik kakak iparnya dengan babies L Rafa dan Rafi. Membuat Agnes tergelitik menggoda Bryan, calon suaminya.


"Kakak! Lihat, kak Ramzy difoto ini!"



"Muka papinya lebih imut ya dari bayinya? Hahaha.....! Ini kak Ella pinter bener cari momen buat fotonya!"


Ella yang baru keluar dari kamar sehabis menyusui Rafa Rafi tertawa ngakak.


"Itu mas Ramzy waktu ngasuh Rafa! Waktu itu Rafi masih kakak susui. Ternyata mas Ramzy hebat, bisa buat Rafa bobo' tanpa mimik susu itu! Hihihi...!"


"Iya kak! Agnes suka liat para daddy yang pinter mengasuh bayi-bayi mereka di insta!"


"Eh? Kamu suka liat para daddy di Insta?"


"Cuma lihat kak! Gemes sama bayi-bayinya!"


"Bukan sama Daddynya doang khan?"


"Hahaha.... kakak! Maaf, ga berani macem-macem!"


Bryan tersenyum lembut setelah menggoda Agnes.


"Ayo, ga boleh berantem dirumahku ya? Daripada berantem, lebih baik kalian pose. Biar kak Ella simpan gambar kalian buat kenang-kenangan dialbum foto."


"Oke!" jawab Agnes tersenyum manis.

__ADS_1



"Untuk kenang-kenangan! Ini foto sebelum kalian menikah. Karena dua bulan lagi baru kalian melenggang foto dipelaminan!"


"Hehehe....! Aamiin...! Minta doanya ya kak?!"


"Pastilah! Kakak selalu doain yang terbaik buat adik-adiknya kak Ella!"


"Hai, hai, hai!" Ramzy yang baru pulang dari minimarket Alf*mart tergopoh-gopoh dengan 2 keranjang belanjaannya yang besar dan cukup berat itu.


"Ya Allaaah....! Uluuuh, papi Zy hebatnya....! Bangga deh, punya suami rajin begini!"


"Aduuuh, capeeek.... sakit tangan papi, miii!" Ramzy dengan mode on manjanya mendekat pada Ella.


Istrinya langsung memijat-mijat kedua tangan dan jemari Ramzy.


"Ternyata CEO RAMA CORP itu aslinya sangat manja ya, kalau dirumah!?"


"Hahaha....! Biarin! Ngapain dokter Bryan nyimak aku sama Ella bermanjaan?" Ramzy spontan membalas ledekan calon adik iparnya itu.


"Itu taktik, bro! Taktik dapat perhatian sayangnya istri! Nih khan, tanganku jadi dipijit sayang sama my wife ku khan!?"


"Untungnya kak Ella merespon baik, coba kalau malah disemprot amarah!"


"Ooo, istriku beda dong! Istriku the best! Makanya,.... ga ada perempuan lain yang bisa mengerti aku selain my Ella!"


"Aamiin hehehe!" Ella bahagia mendengar ucapan Ramzy. Disodorkannya segelas air putih hangat agar sang suami segar kembali.


Muacht!


Agnes dan Bryan tertunduk malu. Melihat Ramzy yang tiba-tiba mengecup pipi istrinya. Dan berlalu masuk kamar setelah pamit mau mandi karena penuh keringat.


Ella hanya tersenyum dengan pipi merah merona.


Ish papi Zy nih, bikin kedua calon pengantin itu jadi membeku karena malu!

__ADS_1


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2