PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
SALAH FAHAM


__ADS_3

"Kakak!"


"Eh? Mira? Ella? Kalian...., ada disini? Makan siang disini?"


Rahman kaget. Mendapati istrinya dan Ella sudah berdiri disampingnya. Agak pucat juga wajahnya karena dia tidak mengabari Mira kalau akan makan siang dengan Cipluk. Karena memang dadakan. Cipluk menelponnya pas jam istirahat, lalu mengajaknya makan siang bersama karena ada sesuatu yang ingin diceritakan katanya.


"Khan semalam Mira udah izin kakak, mau ketemuan sama kak Ella!" ucap Mira agak kesal tapi masih bisa ia ditahan.


"Oiya! Kenalkan, saya Fidellia! Sahabatnya Mira, istrinya Rahman. Boleh gabung mbak?"


Ella menyabotase ucapan Mira dengan mengajak berjabat tangan berkenalan, karena terlihat Mira mulai gelisah tak mampu menguasai dirinya yang cemburu pada tingkah suaminya yang dekat dengan teman wanitanya itu.


"O iya, iya silakan! Saya Astari, sahabat kecilnya Rahman!" jawab dokter Astari dengan ramah.


Ella mengajak Mira duduk. Berusaha menenangkan Mira dengan menarik ujung kemejanya agar mau menuruti ajakannya.


"Kak Rahman! Teganya kakak berbuat seperti ini pada Mira! Padahal Mira sudah mau berubah ke arah yang lebih baik. Tapi kakak malah membuat Mira kecewa!"


"Please, yang! Ini bukan seperti yang Mira fikirkan! Tolong jaga sikap, ini ditempat umum yang!" tukas Rahman meminta pengertian Mira dengan suara agak ditekan pelan.


"Maaf Rahman, bukan maksudku ikut campur! Mira tak sepenuhnya salah.


Kamu yang seharusnya menerangkan dahulu kalau ada acara, atau janji makan siang pada istrimu!


Dan kamu juga Mira, jangan terlalu terbawa perasaan...menuduh suamimu yang tidak-tidak! Dan mbak Astari juga, maaf...kalau mbak benar sahabat yang baik!

__ADS_1


Sebagai sesama perempuan, mbak bisa mengerti perasaan istrinya Rahman saat ini.


Tolong, kalau kalian memang murni bersahabat....libatkanlah pasangan kalian supaya tidak terjadi kesalahfahaman!"


Baik Rahman, Mira bahkan Astari terdiam mendengar ucapan Ella yang pelan tapi tegas.


Tinggal Ella yang kaget sendiri dengan ucapannya yang spontan. Membuatnya merasa tak enak hati.


"Maaf, maaf kalau saya terlalu kasar berbicara. Maaf, bukan maksud saya membuat kisruh suasana makan siang kalian! Maaf, kalau begitu saya pamit undur diri! Permisi! Aku duluan ya Mira!"


"Kak Ella!"


Mira tergesa-gesa meninggalkan meja makan tempat Rahman dan dokter Astari duduk ditemani Mira.


Merah wajahnya karena malu. Merasa sudah terlalu jauh ikut campur urusan rumah tangga Mira dan Rahman. Bahkan dengan lantang juga, ia menasehati Dokter Astari yang usianya 4 tahun diatasnya.


Ella bergegas pulang kerumahnya. Selain tersadar akan kekeliruannya, ia juga kangen putra-putra kembarnya.


....


Sebelum kejadian terpergoknya Rahman makan siang dengan Astari, hapenya berdering beberapa kali ketika ia baru keluar ruangannya untuk cari makan dijam istirahat siang.


"Hallo, iya Pluk? Oh okey, aku baru mau makan siang nih! Dimana? Food court Lamborgie? Oke, siap! Meluncur bu boss!"


Astari menghubunginya. Mengajaknya makan bersama karena ada yang ingin ia ceritakan pada sahabat kecilnya.

__ADS_1


"Mamaaaan!" terlihat wajah cantik Astari dengan senyum lebarnya melambaikan tangan ke arah Rahman yang baru masuk ruang resto di food court Lamborgie.


"Tebak! Apa ini?" tanyanya seraya mengacungkan jari manisnya pada Rahman.



"Cincin? Wuih, bu dokter Cipluk Ba pakai cincin baru!"


"Aku dilamaaaar!"


"Eh? Gokil! Hahaha... baru dua minggu lalu bilang, katanya mau fokus aja besarin Ezza! Ternyata...ada yang lamar, diterima juga. Hehehe... selamat ya? Moga kamu bahagia Pluk! Seperti aku yang kini sangat bahagia!"


"Oh ya Allah... aku sangat bahagia, Man! Akhirnya ada pria baik yang menginginkan aku jadi pendamping hidupnya. Tolong doakan, acaranya lancar ya Man? Oh iya, aku mau minta tolong kamu sama istrimu jadi pengiring pengantin nantinya! Mau ya?... Please... Aku sama siapa lagi kalau bukan sama kamu dan istrimu?"


"Hehehe... siaaap! Nanti sore pulang kerja aku cerita ke Mira deh! Pasti istriku mau bantu juga!"


"Alhamdulillah! Makasih ya? Sebagai rasa terima kasihku, makan siang ini aku teraktir deh!"


"Wah, beneran dapet crazy rich Surabaya rupanya! Belum apa-apa sudah pesta pora!"


"Hahaha... kau nih! Emang ngeselin ga berubah dari dulu!"


"Biarpun aku ngeselin, tapi aku dapat istri cantik dan masih muda pula! Hebat khan aku? Hehehe...!"


"Ish, kasihannya istrimu! Hihihi...canda Man!"

__ADS_1


Tiba-tiba Mira datang bersama Ella dan menyapa mereka.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2