PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
SEMUA KARENA CINTA


__ADS_3

Hai aka-aka syayank yang baik hati karena selalu stay tune ditulisanku ini😉Hehehe mohon maaf yaaa...karena beberapa hari ini author rada "baper" sampe males respon komen klean🙏✌😅padahal sesungguhnya klean lah yang selalu meramaikan karya tulis author🙏🙏🙏✌✌✌✌Tanpa kalian, karya author ini tidak ada apa-apanya😔🙏


Terima kasih banyak yaaaa... karena support kalian sangat berharga bagi author. Tetap stay tune dan kawal sampe tamat yaaa... Mohon maaf kalo ada kata-kata author yang kurang berkenan dalam membalas komen karena hatinya author yang labil akhir-akhir ini (wkwkwk curcol)🙏🙏🙏


Author sayaaaaang kalian😉😍😗💕


.....


"Kakak tinggal dimana?"


"Masih dikolong langit, Mir! Beginilah jadi orang ga punya apa-apa!"


"Tinggal aja sama aku kak! Aku ngontrak rumah kecil bersama adikku yang baru 8 tahun. Ada usaha online juga. Kakak bisa bantuin aku jadi kurir antar barang atau COD an!"


"Boleh emang? Terus Ibumu, ngizinin ga?"


"Ibu udah lama meninggal dunia kak! Kami hanya berdua. Aku dan Ahmad! Aku bahagia sekali kalau kakak bersedia tinggal bersama kami. Kakak tahu? Kakak itu cinta pertamaku. Hihihi... ciuman kakak pernah kucuri ketika kakak sedang tidur dibale sore-sore dipinggir warung nasi ibu! Maaf, ppfffh!!"


"Innalillahi wa innaillaihi rojiun! Jadi kamu udah pernah nyuri ciumanku? Ayo kembalikan!"


"Hahaha.... dengan senang hati kak! Kuy kita ke KUA segera! Halalin aku ya!?"


"Hahahaha.... enak banget kalo ngomong ya?"


"Mira serius lho kak! Kakak tambah ganteng dan keren!"


"Rabun berarti matamu, Mir! Kak Rahman udah tua, miskin pula!"


"Kak, jangan ngomong begitu! Mira sedih kalo ngomongin kemiskinan! Tapi mari kita bicarakan kesuksesan!"


"Ambooooi... keren sangat kata-kata Mira!"


"Kakak bisa bawa motor khan?"


"Ga kuatlah aku panggul bawa-bawa motor Mir!"


"Maksud Mira bukan dibawa dipanggul, tapi dikendarai ish!"


"Hahaha, bisa Mir! Jangan suka marah-marah entar cepet tua!"


"Ya udah, kerumahku aja pak supir! Alamatnya di daerah Pesangrahan 3 gang Murbey ya!"

__ADS_1


"Sebentar,... aku mau ke perumahan Darmawangsa dulu, anterin baju pinjaman ini ya? Tapi Mira tunggu dijalan ya? Kakak turun sebentar. Kalo Mira ikut turun bahaya! Bossku itu suka daun muda!"


"Ish, punya boss gitu amat kak!?"


"Iya. Makanya Mira jangan ikut turun ya!"


"Okey!"


Rahman menuju rumah Cici dan suaminya. Menitipkan dua kopernya dan meminjam kaos dan celana milik suami Cici. Ia tak jadi pergi ke Surabaya dan mencancel perjalanannya terbang kesana.


Ajakan Mira untuk menjadi kurir toko onlinenya lebih menarik hatinya kini. Mira, gadis muda yang dulu sering menangis karena PRnya yang susah. Dan menarik-narik tangannya menyuruhnya membantu mengerjakan pekerjaan rumah sekolahnya itu.


"Sudah?" tanya Mira setelah melihat Rahman yang berjalan keluar gang perumahan menuju taksi yang ia taiki.


Rahman mengangguk.


"Sekarang aku panggil kamu boss ya, Mir?"


"Idih? Ngapa harus boss? Mira ajalah, seperti biasa!"


"Khan aku sekarang anak buah boss! Makanku ditanggung boss khan? Tiga kali sehari ditambah susu segelas sama torabica capucino segelas. Untungnya aku ga ngerokok boss!"


"Janganlah boss! Masa' aku belum terima gaji udah main pecat aja!"


"Haissh!!! Ini namanya karyawan kurang ajar! Bikin belangsak! Hahaha..."


"Jiaaahahaha...!"


Rahman tertawa bersama Mira. Ia kini tak lagi ngoyo dalam urusan apapun. Dirinya adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki kebebasan. Biarlah mengalir semua terserah rencana Tuhan. Tak lagi ngotot menginginkan sesuatu seperti dulu. Tidak.



Meski sadar diri ia sudah tak muda lagi. Tapi wajahnya kini terlihat lebih manis dengan tawa lepas bercanda ringan menimpali gurauan Mira.


Tiada kepikiran lebih. Saat ini ia bahagia karena bertambah saudaranya yakni Mira dan Ahmad. Setelah Cici tentunya.


Rahman kini bekerja menjadi tenaga kurir di toko online Mira. Dan tinggal bersama dirumah kontrakan Mira dan Ahmad.


Sementara Ramzy masih mengurus surat perceraiannya. Sendirian tanpa Ella. Dia memang sengaja tak melibatkan 'istrinya' itu agar proses perceraiannya lebih mudah diurus tanpa melalui sidang juga mediasi.


"Ramzy?"

__ADS_1


"Rahman?"


"Sedang apa kamu dinotaris?"tanya Rahman. Mereka bertemu disebuah kantor notaris wilayah setempat.


"Mengurus surat cerai! Kau sendiri?"


"Cerai? Kalian akan bercerai? Iya kah Zy? Ah, sungguh mengecewakan!"


"Jangan sok prihatin ikut campur urusanku dan Ella! Kaulah yang selalu membuat Ella sakit!"


"Iya. Aku akui aku bejad. Aku jahat! Tapi kau sama jahatnya. Kau menikahinya lalu menjadikannya janda! Aku tidak pernah punya niatan itu! Kalau begitu, jangan salahkan aku jika aku sekarang lebih berani mendekati Ella! Karena kalian kini sudah bukan suami istri lagi!"


"Langkahi dulu mayatku! Kalau kau berani mengajakku tarung secara jantan satu lawan satu!"


"Wooow....!!! Kau jual, aku beli! Tantangan kuterima tuan CEO RAMA CORPORATION!"


"Huh!!! Awas kau berani main curang!"


"Hahaha... Biasanya yang ngomong begitu yang suka main curang!"


"Cih! Jaga ucapanmu tukang jaket kulit kucel!"


"Hahaha.... Senangnya! Kali ini lawanku punya nyali juga!"


"Jangan menangis ya, jika kau lagi-lagi kalah dari aku!"


"Hahahaha.... Kita lihat nanti siapa yang akan menangis!"


"Bye! Urusanku sudah selesai. Jangan lupa minum obat bengekmu, karena kau lebih tua jadi pasti penyakit bengek lebih sering kambuh!"


"Hahaha... anjir! Aku tua, tapi aku lebih perkasa dari kau bocah ababil!"


Keduanya masih saling bersahutan menimpali perkataan keduanya bagaikan bocah ingusan yang berebut mainan. Sungguh cinta bisa membuat watak, pribadi dan karakter seseorang berubah-ubah. Hahaha...


Semua karena CINTA.


💕BERSAMBUNG💕



KARYA BARU AUTHOR😅ini lebih gila lagi halusinasinya😅😂🙏✌mohon dukungannya aka-aka syayank😍😗💕

__ADS_1


__ADS_2