
Entah apa yang papanya bicarakan dengan kedua pria itu. Yang jelas Ella malas nguping apalagi ikut campur lagi dengan mereka.
Tak lama papanya memanggilnya. Menyuruhnya untuk turun karena keduanya ada obrolan serius dengannya.
Mau pada ngapain?
Dengan ogah-ogahan Ella mengikuti perintah papanya. Ia duduk disamping mama. Hanya untuk menghormati kedua orangtuanya saja.
"Ella! Maafkan aku, bertindak tanpa berunding lebih dulu denganmu juga dengan mama papa! Sejak kemarin aku telah menceraikanmu! Dan aku mentalakmu talak satu dihadapan papa dan mama!"
Deg.
Sungguh kejam kata-kata Ramzy terdengar ditelinganya. Hingga Ella menatap mata Ramzy tak berkedip.
"Kau...."
"Seperti permintaanmu tempo hari, aku mempercepat membuat akta cerai!"
"Terima kasih untuk semuanya Zy! Dan kau kemari untuk mengucapkan talak itu padaku didepan orangtuaku?" Ella menahan sekuat mungkin agar airmatanya tak meleleh.
Ramzy menunduk. Lalu menatap wajah Ella seraya menyodorkan buket bunga besarnya tanpa kata.
__ADS_1
"Tunggu! Berarti kini diantara kalian sudah tidak ada ikatan bukan? Aku, aku langsung saja ya pa! Aku ingin melamar Ella hari ini juga! Berniat menjadikannya istri dan takkan pernah menceraikannya sesusah apapun aku dan kehidupan rumah tangga kami." Tiba-tiba Rahman menyela. Membuat Ella beralih menatapnya tajam.
"Kau! Kau memberiku harta perusahaan. Kau fikir aku akan menerima dirimu hanya karena kesalahanmu padaku dimasa lalu?" kata Ella dengan suara bergetar.
"Perusahaan itu mau tidak mau harus kau urus Ella! Aku sudah tidak punya kepentingan lagi disana. Aku tidak juga sebagai karyawan lagi disana. Itu sekarang hakmu! Tolong, terima! Itu hak papa dan mama juga! Itu janjiku pada almarhumah Adelia!"
"Kau tidak bisa melamar Ella dengan menyogok dia dengan memberinya perusahaan!" tutur Ramzy.
"Kenapa? Aku mencintai Ella! Aku berjanji akan membahagiakan dirinya lahir batin dunia akhirat."
"Ella! Hari ini juga, aku datang dengan niat dan hati penuh... menyatakan cinta padamu Ella! Aku, Ramzy... Teuku Ramzy, datang kemari dengan kesadaran penuh, menyampaikan maksud hatiku... agar kamu mau menerima cintaku!"
Eh? Ella terbelalak kaget. Memandang wajah Ramzy yang penuh misteri dimata Ella.
"Kau waras Zy? Kau baru saja mentalakku! Lalu kau bilang kau mencintaiku?"
"Aku dalam keadaan segar bugar dan sehat walafiat Ella! Aku, jatuh cinta padamu dan ingin memilikimu seutuhnya! Kemarin, kita menikah karena amanah Adelia. Sekarang, aku ingin melamarmu karena cintaku telah jatuh padamu!"
"Dan kau fikir aku akan langsung menerimamu?" jerit Ella kesal. Jatuh airmatanya seketika. Papa mamanya hanya diam saja melihat putrinya yang tengah dirundung kesedihan. Hanya tangan lembut mamanya yang merangkul dan mengelus-elus jemarinya.
"Baiklah Ella! Terima saja lamaranku! Aku berjanji, tidak akan mengecewakanmu!"
"Diam kau! Aku tidak akan pernah menerima lamaranmu!" bentak Ella pada Rahman. Ia sungguh kecewa pada Ramzy terlebih Rahman. Sungguh kehidupannya bagaikan permainan. Dan bocah-bocah tua dihadapannya itu membuatnya menjadi gila!
__ADS_1
"Ella! Kumohon terimalah cintaku!" kata Ramzy dengan suara memelas.
"Kau sebaiknya pergi saja Ramzy! Biar aku yang akan mengurus Ella dan keluarganya! Urusanmu sudah selesai!"
"Rahman!!!!!!"
Semua yang ada disitu terpekik kaget. Rahman menodongkan senjata pada Ramzy. Menyuruh Ramzy pergi karena sudah tiada urusan lagi.
Ella seperti tersekat kerongkongannya. Matanya banjir air mengalir.
"Silahkan tembak aku, Rahman! Kau boleh bunuh aku! Tapi cintaku sampai akhir hanya kepada Ella saja! Bahkan hingga nafasku berhenti diujung pelurumu, aku cinta Ella! Aku ingin menjaganya sampai akhir hayatku!"
Kata-kata Ramzy terdengar bagaikan siraman hujan ditengah gurun sahara yang tandus dan gersang. Membuat Fidellia meleleh hatinya.
Ramzy, benarkah Zy? Benar kau kini bisa melepaskan Adelia dari hati dan jiwamu Zy?
"Kau pasti bohong Zy! Adelia masih ada dihatimu bukan? Kau bilang cintamu hanya untuk Adel!"
"Adel tetap ada dihatiku. Sampai raga ini tak bernyawa sekalipun. Memori tentang Adel takkan pernah bisa kulupa. Apalagi Adelia juga adik kandungmu, Ella! Tapi kaulah masa depanku! Kau adalah belahan jiwaku yang Allah turunkan untukku. Aku meyakini itu! Itu sebabnya aku menyetujui menceraikanmu segera karena pernikahan awal kita tidaklah sah. Karena kau dan aku menikah tempo hari itu tanpa cinta dan seolah main-main saja! Kini aku datang dengan niat mengajakmu menikah karena aku mencintaimu, Ella! Bukankah kau juga mencintaiku?"
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•