
Mira menangis dipojokan sofa ruang tamu. Tak dihiraukan adiknya yang baru pulang sekolah meledeknya dengan sebutan "Ratu Drama".
Mira tak peduli. Meski matanya terlihat bengkak akibat sembab dan menangis terus-terusan. Dia memendam kekecewaan pada Rahman suaminya.
Dulu, ketika dirinya masih gadis belia. Ia sangat menginginkan menjadi seorang wanita dewasa bersuamikan seorang pria romantis yang menyanjungnya setinggi langit. Menjunjung cintanya bagaikan raja mencintai ratu. Tapi kenyataan....
Mira memang tidak merasa dirinya ditipu Rahman. Justru kadang ia bahagia memiliki suami seorang Rahman. Meski perbedaan usia mereka cukup jauh, tapi suaminya ternyata sering jadi omongan para perempuan termasuk karyawatinya sendiri ditoko onlinenya.
Kak Rahman cukup ganteng dan manis. Bahkan ada beberapa yang mengidolakan suaminya itu karena memiliki sisi misterius katanya. Dia juga mengakui, suaminya itu memang misterius yang kadang membuatnya gereget ingin membuka jati diri dan kedoknya.
Rahman royal dalam keuangan. Meskipun tak pernah ia bicarakan detail berapa penghasilan perbulannya digaji Ramzy. Bahkan Rahman tidak pernah menunjukkan kartu-kartu debit dan kreditnya pada Mira. Seolah sengaja ia sembunyikan guna menutup kemisteriusannya.
Kadang Mira merasa seperti istri simpanan atau istri dari suami orang. Walaupun nyaris 24 jam Rahman selalu bersamanya dan tidak pernah tidur dilain tempat selain dirumah mereka.
Itu pemikiran Mira.
__ADS_1
Kini Mira bersyukur, telah melakukan suntik KB sehari sebelum pernikahan mereka. Mira berfikir, ini yang terbaik. Karena Rahman masih betah menyimpan rahasianya dan tak ingin terbuka kepadanya.
Mira takut, ia akan terus seperti itu jika suaminya masih seperti ini...sedangkan ia harus mengandung anak mereka. Mira takut pada resiko perceraian. Yang imbasnya ia harus mengurusi anak mereka nantinya jika bercerai.
Usia pernikahan mereka kini sudah memasuki bulan ke-6 tapi Mira semakin kecewa pada Rahman suaminya.
Memang, ia awalnya menerima Rahman apa adanya. Tak peduli Rahman kaya ataupun miskin. Bahkan diawal pernikahan, ia dengan berani mengambil resiko mengajak menikah Rahman karena ia sudah bosan hidup sendiri. Bekerja dan mencari nafkah sendiri. Berpacaran dengan pemuda-pemuda seusianya yang akhirnya kandas karena perselingkuhan.
Rahman datang disaat yang tepat. Tadinya ia fikir, ia akan membangun toko onlinenya dengan Rahman sebagai kurirnya. Menikah cukup siri saja. Ijab kabul yang penting halal dan sah.
Bagai mimpi, Rahman membawanya pindah kerumah ini. Membuatkannya toko online disamping rumah mereka. Dan bahkan Rahman menambahkan modal besar ditokonya dengan menambah beberapa orang lagi karyawannya.
Belum lagi nafkah perbulan yang Rahman transfer ke rekening pribadi Mira. Perbulan Rahman menafkahinya 5 juta. Berbeda lagi rekening sekolah Ahmad, juga 5 juta.
Sebenarnya Mira mensyukuri itu. Jika menikah dengan pria selain Rahman, entah apakah ia seberuntung itu. Kadang Mira juga memikirkan anugerah yang Tuhan beri berupa Rahman sebagai suaminya.
__ADS_1
Tapi Rahman juga memiliki masa lalu yang kadang membuatnya ingin membuat suaminya itu percaya dan menjadi orang yang gamblang seperti dirinya. Dia bahkan pernah menceritakan pada Rahman, siapa pria yang telah mengambil keperaw*nannya. Meski Rahman hanya diam, tak merespon ceritanya kecuali memeluknya dan mengingatkannya untuk tidak mengenang masa lalu yang buruk itu.
Hhhh....
Mirapun tertidur diatas sofa. Hingga pukul 1 malam dan Rahman keluar melihat istrinya pulas akibat kelelahan menangis.
Diangkatnya tubuh Mira kedalam kamar. Bebannya terasa berat mengingat betapa kerasnya hati dan jalan fikiran istrinya itu.
Tapi ia hanya bisa menghela nafas. Tersenyum kecut seraya mencium pipi wanita yang kini adalah soulmatenya itu.
"Mira sayang,... andai kau tahu, betapa kakak sangat menyayangimu dan Ahmad! Bahkan kakak berharap kita bisa memulai hidup baru di Surabaya. Andai kamu tau, sebuah kota kecil kakak persembahkan untukmu seorang, Mira sayang! Hhh...... Apa kamu bisa melihat kedalaman hati kakak, Mira? Kenapa kamu ragu dan takut untuk ikut kakak kemanapun kakak pergi? Sedangkan kakak ini adalah imammu!"
Jatuh setitik airmata Rahman dipipi. Nyaris jatuh dipipi Mira yang tengah digendongnya menuju kamar mereka. Sayangnya, Mira sangat pulas hingga tak melihat dan menyaksikan sendiri Rahman meluapkan sayang, cinta tulusnya pada Mira.
Hhh....
__ADS_1
đź’•BERSAMBUNGđź’•