PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
APAKAH ADA BEDANYA


__ADS_3

***Apakah ada bedanya


Bila mata terpejam


Fikiran jauh mengembara


Menembus batas langit


Cintamu telah membakar jiwaku


Harum aroma tubuhmu


Menyumbat kepala dan fikiranku***


Sepenggal lirik lagu Ebiet G. Ade, menyentil sanubari Ramzy yang begitu terluka.


Hampir satu bulan, ia sengaja menghindar dari karyawannya yang bernama Adelia. Demi mengobati luka hatinya yang patah akibat ditolak cintanya.


Sungguh tragis. Seumur hidupnya, baru pertama kali ia ditolak. Ia selalu jadi pria idaman yang diperebutkan para gadis cantik kaya raya pula. Bahkan Bianca mantan pacarnya pernah gontok-gontokan demi mendapatkan dirinya dengan gadis lain yang juga menaruh rasa padanya. Meski pada akhirnya hubungannya kandas karena suatu sebab. Dan Bianca menyelingkuhinya.


Tapi kali ini, seorang gadis manis yang standar dan biasa saja. Bisa-bisanya menolaknya tanpa pikir panjang pula. Malah lebih memilih seorang pria biasa juga, yang standar dan jauh levelnya dibawah Ramzy. Membuat Ramzy kecewa berat.


Tapi rindu tak bisa dibendung. Dalam amarahnya ia masih suka stalking Adel. Mengikuti kemana Adel pergi, dimana Adel makan siang. Kadang ia sengaja mengintip CCTV yang ada diruangan kerja Adel di lantai 4. Makin membuatnya sedih, ketika Adel begitu manisnya tertawa, tersenyum, bahkan cemberutpun karena bercanda dengan Arifin teman lelaki rekan kerjanya.... membuat Ramzy semakin menyukai semuanya yang ada didiri Adelia.


Adel semakin manis dari hari kehari. Semakin membuat sakit hati Ramzy.

__ADS_1



Apakah cinta sipenjaga toko jaket kulit itu begitu membuainya hingga rona cinta berpendar menjadi Adel makin mempesona? Ramzy takut memungkirinya.


Dan kini dia juga tengah mengintai tempat tinggal Adelia. Tepatnya hari Minggu pagi didepan rumah Adelia Wilhelmina.


Tok tok tok


Terkejut Ramzy ketika kaca mobilnya diketuk seseorang. Ternyata, seorang wanita. Ramzy menurunkan kaca mobil.


"Ada apa?"


"Keluar! Saya yang harusnya bertanya ada apa pada Anda!"


Fidelia Gabriella. Gadis yang menegur Ramzy itu. Kakak dari karyawannya itu, tapi Ramzy memang belum tahu dan belum mengenal Ella.



"Anda terlihat parkir sejak tadi didepan rumah ini. Saya perhatikan, anda tidak turun sama sekali. Tapi mata anda tak lepas memandang kearah pintu rumah kami. Ada masalahkah dengan rumah kami?"


Ella, kalau sudah bicara serius, sangat tegas dan menyeramkan. Mirip sekuriti wanita dipabrik-pabrik. Membuat Ramzy menelan salivanya. Sedikit ziper.


Wanita ini cantik, tapi gahar. Siapa dia sampai terlihat marah karena aku parkir dan hanya mengawasi rumah Adel? Aku hanya ingin tahu, apa si tukang jaga jaket kulit itu akan apel mingguan hari ini. Semalam aku juga menunggu disini. Menyelidiki apakah si tukang jaket apel malam mingguan. Dan syukurnya tidak ada.


"Hei, kenapa bengong?"

__ADS_1


"Oh tidak! Saya adalah atasannya Adelia Wilhelmina. Saya ada perlu dengan karyawan saya itu soal pekerjaan. Tapi saya ragu, ini rumahnya atau benar. Jadi, saya masih menunggu dulu konfirmasi dari staf saya yang lain."


"Urusan pekerjaan dihari Minggu? Hmmm.... Saya saja yang bekerja di departement store tidak sesibuk itu hingga harus mengurus pekerjaan kerumah karyawan dan dihari libur pula!"


"Perusahaan kami adalah perusahaan retail terbesar dan ternomor satu. Jadi sudah sewajarnya, hampir semua karyawan termasuk para atasan sibuk bahkan tak kenal waktu juga hari!"


Ramzy menghembuskan nafasnya. Lega. Dapat menjawab pertanyaan perempuan dingin dihadapannya itu.


"Kenapa anda tidak turun, dan mengetuk pintu rumah ini? Urusan pekerjaan anda akan lebih cepat terselesaikan bukan? Kalaupun salah orang, toh anda bisa minta maaf lalu pergi. Bukankah atasan itu orang yang sibuk?"



JLEB.


Kata-kata Ella langsung tepat kena sasaran. Memerah wajah Ramzy karena malu.


Jalan keluar satu-satunya adalah "tebar pesona". Senyum manisnya yang maut berharap bisa jadi senjata.


Tapi maaf, Ella bukan perempuan yang akan lumer dan takhluk oleh pesona pria tampan.


"Anda kenapa? Cengengesan macam ABG yang kadaluarsa? Malu anda dengar perkataan saya saya?"


Makjleb!!!! ABG kadaluarsa? Hiks....aku, abege kadaluarsa katanya? Hei pedasnya bacot perempuan ini!!!!


"Anda siapa? Ibu RT? Ibu RW? Berani menegur saya dengan kata-kata kasar?" Ramzy membalas ucapan Ella tak kalah gahar. Kali ini wajahnya kembali datar bahkan terkesan bengis.

__ADS_1


"Saya kakaknya Adelia Wilhelmina!"


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2