PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
OBROLAN CANDA SUAMI ISTRI


__ADS_3

Dalam perjalanan hidup, sesekali kadang kita terjelembab, jatuh terperosok kedalam lubang yang cukup dalam. Sakit terasa, kaki (hati) juga terluka. Membuat kita hanya duduk diam, menangis meratapi dan mematung.


Cukup lama dan agak lama hanya diam. Karena 'takut' untuk meneruskan perjalanan.


Terlebih jalan terjal didepan lebih berbatu dan banyak lubang. Membuat kita ragu tuk melangkah.


Tapi tak mungkin kita tetap berdiri diam, sedang yang lain telah jauh didepan.


Akhirnya,... dengan menyebut nama Tuhan-lah, kita kan mampu lanjutkan perjalanan 'hidup' ini. Dan waktulah yang mampu menyembuhkan luka.


....


Ramzy dan Rahman akhirnya memanggil Agnes karena Pak Robert tak kunjung masuk kerja.


Agnes pun menceritakan kalau pak Robert kini ada didalam pengawasan pihak kepolisian setempat karena terjerat kasus.


Awalnya Agnes tak ingin menceritakan detailnya kronologis sampai pak Robert menjadi 'pesakitan'.


Akhirnya Agnes menceritakan semua kebobrokan diri Robert pada bunda Utami, pada yayasan panti asuhan dan juga pada dirinya hingga akhirnya terbongkar semua kebusukannya.


"Allah itu Maha Baik! Terbuka semua akhirnya setelah cukup lama sepak terjang pria bangs*t itu menyakiti banyak orang. Akhirnya aku tahu siapa selama ini orang yang selalu menjegalku ditahun-tahun yang lalu. Rupanya orang itu!"


Ramzy bersyukur. Robert mendapat balasan yang setimpal juga atas semua perbuatan buruknya.


Rahman dan Agnes hanya diam merenung. Menghela nafas hampir berbarengan. Dan lalu ketiganya saling pandang dengan bibir tersungging senyuman. Yang pasti ketiganya bernafas lega.

__ADS_1


Ella kembali membuka pertemanannya dengan Mira dan Agnes. Sesuai dengan keinginannya membagi perusahaan SOFTELLA DEPT STORE yang kini atas namanya untuk Mira dan Rahman.


Setelah cukup lama perdebatannya dengan Ramzy suaminya, akhirnya Ramzy memberi dukungan pada Ella untuk membuka pertemuan mereka dengan pasangan hot Mira dan Rahman.


Ini adalah untuk pertama kalinya Ella sendiri yang mengajak Rahman dan Mira bertemu berempat bersama Ramzy.


"Aku gugup kak, kak Ella meminta kita datang kerumah mereka!" ujar Mira pada Rahman ditengah perjalanan mereka menaiki motor vespa kesayangan Rahman.


"Tenang aja, yang! Khan ada aku!"


"Iya. Tapi ini untuk pertama kalinya kak Ella yang mengundang kita langsung. Biasanya khan kak Ramzy, kak Ella hanya mengikuti!Hhhh...!"


"Hahaha... Mira, Mira! Kamu ini lucu ish! Ella juga khan makan nasi, ga mungkin dia makan kamu! Jangan seperti itu yang!"


"Ish, kakak nih.... Nyebelin! Padahal kalian yang bermasalah, aku cuma kena imbas, tapi kenapa aku yang seolah bermasalah dengan kak Ella!"


"Ya khan tadi kata kakak ada kakak! Ya kak Rahman dong yang handle aku! Jangan biarkan aku malu dihadapan pasangan fenomenal itu!"


"Hahaha... siap Lady! Padahal kemarin-kemarin aku selalu mencoba menahan ucapan Mira, tapi gak ngefek karena istriku lebih gahar kalau bicara! Hiks...."


"Hihihi.... iya iya, maaf kakak sayang!"


"Nanti kalau aku tatap mata kamu, pertanda kamu harus diam ya!?"


"Gitu ya kodenya? Hm okey!"

__ADS_1


"Hehehe.....! Gitu dong, itu baru Mira istriku tercinta!"


"Idih!... Rayu-rayu kalau ada maunya!"


"Hahaha... apaan, sekarang aku sering koq rayu Mira! Aku sekarang romantis koq! Tapi Mira masih sering galak. Lebih galak dari aku malahan! Gimana aku mau rayu kalau Mira wajahnya mode on garang!"


"Hehehe... aku garang bukan sama kakak! Tapi sama Ahmad juga sama anak buah!"


"Apaan!? Anak buah dibentak, aku pulang kerja salamku juga dijawab keras kayak bentakan!"


"Lah? Khan namanya juga lagi marah sama bawahan, emang kakak bawahanku? Jangan baperan dong!"


"Ah, kamu mah! Kadang kamu yang sering baperan, kamu bilang aku ga peka', ga punya perasaan. Giliran aku, malah dilarang baperan!"


"Ya khan kakak lelakiiii! Jangan baperan! Kalau perempuan itu lumrah baperan, kaaaak!"


"Hilih!... Emang perempuan itu selalu benar. Dan lelaki itu selalu salah. Hiks.... Iya deh, pasrah aja!"


"Hah? Apa kak? Gak kedengeran.... ! Suaranya terhalang angin nih, coba ulang!"


"Ga ada siaran ulang!"


"Beli mobil kak, kayak orang-orang! Jadi kalo ngobrol dijalan ga harus teriakan melawan angin gitu kek gini!"


"Yassalaaaam..... Hahaha..., dasar kamu!"

__ADS_1


Mira tertawa senang. Bisa membuat suaminya itu pusing, kesal geregetan. Padahal niatnya hanya canda saja dengan perkataannya. Tapi kalau Rahman menurut dan membeli mobil seperti permintaannya, ya Alhamdulillah. Itu pemikiran simplenya.


đź’•BERSAMBUNGđź’•


__ADS_2