
Entah apa yang kedua pria berbeda generasi itu bicarakan. Tapi keduanya nampak nyaman dan saling respek dalam obrolan. Sesekali terdengar tawa Ramzy dan papa yang berada ditaman belakang rumah. Membuat Adel sesekali mengintip keduanya dari balik pintu.
Tapi mama sering menepuk punggungnya sambil tertawa nakal.
"Biarin aja Del, papa khan udah lama ga punya teman! Ga papa khan teman cowok Adel dibajak papa."
"Ish mama! Bukan teman cowok, tapi atasan Adel itu ma!"
"Tapi benar kata mama, khan atasanmu cowok!" Ella yang baru turun ikut menggoda Adel.
"Nhaa.... Ella juga harus bawa teman cowoknya besok-besok! Soalnya Adel udah berani nunjukin teman cowoknya. Hehehe...." mama sedikit menyentil Ella dengan candanya.
Ella tersenyum santai.
"Alhamdulillah, Adel duluan juga ga apa-apa ma! Sama saja khan?!"
"Kalian pada ngomong apa sih? Adel ga ngerti!" sungut Adel dengan pura-pura memasang wajah ngambek. Membuat mama dan kakaknya berbarengan memeluknya.
"Ayo, bantuin mama masak! Kita ajak makan boss Adel bersama keluarga kita!" kata mama membuat Adel semakin gusar.
"Ngapain ngajak boss tengil itu makan sama kita ma? Dia ga suka makanan rumahan!" Adel losdol dalam ucapannya. Lupa dia kalau mama dan kakaknya tidak tahu kalau ia benci karakter Ramzy.
"Husssh jangan ngomong begitu! Nanti didengar atasan Adel, kerja Adel jadi kurang nyaman nanti!" tegur mama membuat Adel sadar.
Benar kata mama! Bisa jadi si boss tukang prank itu tengah menyelidik kinerjanya juga sopan santunnya dirumah. Biar bisa cepat-cepat ngasih surat PHK. Apalagi beberapa minggu kemarin Adel sudah berbuat hatinya kecewa. Membuat ia nyaris tak pernah bertemu setelah kejadian itu.
Ramzy dan papa terbatuk-batuk mencium aroma sambal yang menyengat hingga kebun belakang.
__ADS_1
"Maaa... masak apa siiih? Sampai negara asap menyerang kami ini!" papa berteriak tapi dengan candaan. Membuat Ramzy tertawa terbahak-bahak.
"Akhirnya saya tahu, kenapa Adel begitu manis dan humoris. Papanya seorang komedian yang hebat!" katanya membuat papa ikut tertawa terpingkal-pingkal. Suka ia dengan ucapan Ramzy.
"Seumur-umur baru nak Ramzy yang mengakui papa sebagai komedian. Dikantor dulu, anak-anak mudanya malah meledek saya, tua gila suka bercanda. Hhh.... Alhasil, saya tidak umumkan pada mereka kalau saya punya dua anak gadis yang super begini!" katanya bernostalgia seraya mengacungkan jempol.
"Mirisnya mereka. Kasihan..... Ternyata tidak tahu kalau rekan kantornya ini orang yang asyik dan memiliki tiga bidadari cantik disekelilingnya."
"Tiga?"
"Iya. Mama Adel!"
"Hahaha...iya betul! Tapi bidadari satu itu tidak saya launching, karena itu milik saya sepenuhnya jiwa raga, hati dan tubuhnya. Juga cinta, sayang berikut kebawelannya!"
Keduanya lagi-lagi tertawa terbahak-bahak. Keduanya menemukan kesamaan. Hingga obrolan mereka membuat keduanya semakin jauh akrab. Hingga duduk bersama dimeja makan.
"Eh? Emang nak Ramzy jarang makan bersama keluarga?" papa kembali cuek dengan kekepoannya. Membuat Ramzy menatapnya sambil menggeleng. Lengkap dengan senyum sedih.
"Jangan khawatir nak! Kamu diterima dirumah ini kapanpun kamu mau makan bersama! Tapi menu makanan kami sederhana saja, tapi dijamin nikmat karena dimasak full cinta ketiga bidadari saya!"
"Papa apaan sih? Ish, terlalu lebay kata-katanya. Mirip host yang suka cuap-cuap dimall tempat kerja kak Ella!" Adel memprotes ucapan papanya.
"Tuh khan nak Ramzy? Anak gadis saya sendiri tidak suka humor saya!"
"Kasihan ya pa? Tandanya anak gadis papa tidak faham papanya yang memiliki sense humor tinggi intelektualnya!"
"Betul betul betul! Hahaha...."
__ADS_1
"Hadeeeuh!"
"Eh? Koq boss manggil papa juga sama papaku?"
"Saya sudah dapat izin koq!" jawab Ramzy cuek.
"Udah, udah....waktunya makan! Yok kita bismillah baca doa dulu. Biar makannya semakin nikmat dan berkah. Aamiin...."
Makan siang yang nikmat bagi Ramzy. Sayur asem ditambah ikan asin juga sambal buatan mama Adel mampu membuat Ramzy tanpa malu meminta nambah.
"Boss ? Adel kira boss ga suka masakan rumahan?"
Ramzy tersenyum puas menggoda Adel. Sebenarnya dirumahnya, mbok Tinem selalu ia request menu seperti ini setiap minggunya.
"Mama keren, jago masak! Dan masakan mama enak banget!" puji Ramzy.
"Hadeuh, orang lebay dirumah ini nambah satu orang lagi!" celetuk Adel kesal pada tingkah polah Ramzy yang sangat berbeda 180° dirumahnya ini. Meski kali ini wajah Ramzy begitu bersinar dan terlihat tulus berbaur dengan keluarganya.
"Ga papa Del! Pertanda dia bisa masuk didalam lingkungan keluarga kita yang aneh!" kali ini Ella ikut menyukai Ramzy.
Membuat Adel menarik nafas pendek sambil mencucutkan bibirnya kesal.
Meski wajahmu begitu, kau tetap manis Adelia. Ramzy semakin terpesona pada Adel.
Syukurlah! Aku pria pertama yang berhasil masuk keluarga ini. Bukan situkang jaket kulit itu! Gumam hati Ramzy merasa menang.
💕BERSAMBUNG💕
__ADS_1