PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG

PERNIKAHAN (Bukan Sekedar) NAIK RANJANG
KESADARAN YANG TELAH PULIH


__ADS_3

"Astaghfirullaah! Pantas, aku sekarang banyak nganggur karena ga ada tamu teman apalagi donatur! Ternyata, lelaki mesum itu keliling meminta sumbangan mengatasnamakan yayasan?"


Bunda Utami terperanjat kaget bukan kepalang. Matanya kembali merebak. Banjir tangisan menyesal telah menikahi makhluk tak bermoral dan materialistis itu.


Kaget sekali mendapati kenyataan bahwa pria yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya itu hanyalah pura-pura.


Cintanya bukan cinta murni, tulus dan suci. Seperti yang sering ia umbar dan gembar-gemborkan padanya. Cintanya menyimpan udang dibalik batu.


Acara sarapan pagi itupun kembali menjadi acara tangis-tangisan saling berpelukan. Antara rasa senang bunda Utami telah kembali dan rasa sedih karena kasihan bunda kesayangan mereka kembali diliputi kesedihan mendalam.


Cinta itu menyakitkan. Jika ternyata dijadikan alasan permainan akal bulus.


Cinta itu menyesakkan, jika ternyata diketahui hanya sebagai tameng untuk kesenangan semata.


Cinta juga menyedihkan. Jika hanya dijadikan alasan untuk menutupi rasa kesepian tanpa rasa tulus saling melengkapi satu sama lain.


Sudahlah. Sudahi cinta segera jika cinta seperti itu.


"Maaf bunda! Bukan maksud Agnes membiarkan bunda terlalu lama larut dalam kebohongan pak Robert! Tapi Agnes hanya ingin bunda bahagia!"


"Bunda harus membuat laporan ini ke kantor Polisi sesegera mungkin. Biar kapok orang itu!"


"Lalu pernikahan bunda?"


"Untuk apa dilanjutkan jika menyakitkan, Nes! Bunda ga akan mempertahankan pria jahat seperti itu. Malahan merusak nama baik bunda dengan mengatasnamakan yayasan mengelilingi donatur yang biasa datang kemari setiap bulan. Khan lelaki kurang ajar itu! Bunda fikir, memang sekarang donatur berkurang karena keadaan yang sedang susah saat ini. Makanya bunda agak sedikit mengirit. Dan sibuk cari uang tambahan menjual syal rajutan di online shop. Dia malah dengan manisnya bilang, biar dia yang mengirimkan makanan dan uang saku kalian setiap pagi."


"Kami ga pernah dikasih uang saku, bun...! Maaf! Kami ga berani minta bunda!"


"Apa?? Ya Allaaah....!!! Robeeeeeert, dasar pria bajingan! Benarkah itu anak-anakku?"

__ADS_1


"Iya bunda! Maaf, kami tak berani menceritakan ke bunda! Karena kami takut membebani bunda. Bundalah orangtua kami seorang!"


"Hik hik hiks....! Maafkan bunda anak-anak! Karena kebodohan bunda, kalian menjadi korban! Bunda dibutakan oleh cinta. Bunda tak melihat niat jahat pria itu diawal!"


Mereka menangis. Bingung. Hendak bersyukur bahagia atau turut berduka atas kesedihan bunda Utami.


Tapi bunda sangat hebat. Meski hatinya terluka dalam dan jiwanya terguncang hebat. Ia memilih putra-putrinya yang ada dipanti asuhan. Dan meneruskan laporan tertulisnya pada suami barunya. Bukan memilih cintanya yang hilang karena kepalsuan.


Bunda adalah salah satu dari wanita super. Yang sangat Agnes hormati dan ia jadikan panutan dalam hidupnya.


Agnes masih memendam rasa untuk tidak membuka jati dirinya pada bunda Utami dan saudara-saudara pantinya. Terlebih pada teman sejawatnya dikantor.


Sudah seminggu lebih kantor dibawah kepemimpinan boss Rahman keseluruhannya. Bossnya itu memang sepertinya tidak mengetahui jati dirinya yang adalah adik kandung sebapak dengan Ella, meskipun Rahman mendengar kasak-kusuk dirinya dengan papa mama Ella. Membuat Agnes sedikit lega juga.


Terlebih kini Ramzy dan Ella seolah menghilang tanpa kabar. Bahkan ketika ia mencoba menchat WA Ella sekedar basa-basi menanyakan kabar, japriannya hanyalah ceklis satu saja. Alias tidak sampai ke handphone Ella.


"Agnes juga ga tahu, kak!"


"Masa' sih, Nes? Bukannya papa mamanya Kak Ella terlihat begitu menyayangi kamu sampe ada acara tangis-tangisan dirumah sakit waktu kak Ella dapat donor darah dari kamu?"


kata Mira diseberang, ketika ia menelpon Agnes menanyakan kabar Ella.


"Hehehe... kak Mira ini! Bukan berarti mereka selalu mengabari Agnes apapun khan kak!"


"Iya juga sih! Tapi, emang setelah itu kalian beneran lost contac? Ga ada saling chat atau hubungi gitu?"


"Ya sama seperti kak Mira lah! Pernah 2 kali nemenin ka Ella nengok twins L dirumah sakit. Itu pun karena kak Mira gak bisa nemenin ka Ella khan ya?"


"Hehehe... iya ya?! Berarti, Ella lebih dulu hubungi aku ya, baru hubungin aku?!"Mira senang dan bangga ternyata dirinya masih lebih didahulukan Ella ketimbang Agnes.

__ADS_1


Ya iya lah! Secara aku khan adik pertama yang ia akui. Agnes itu baru, meski wajahnya sangat mirip almarhumah adik kandungnya. Gumam hati Mira jumawa.


"Nanti kalau kak Ella hubungi kamu, segera kasih tahu aku ya, Nes?"


"Pasti kak Ella lebih dulu hubungi kak Mira sebelum hubungi aku. Hehehe... aku ini siapa lah kak! Ditambah, kakak pasti lebih penting karena suami kakak dan suami kak Ella adalah partner!"


"Hahaha... iya ya?! Ya ampuuun... hihihi, aku lupa, Nes! Iya sih, kak Ramzy pasti lebih dulu nelpon suamiku. Ya. Mereka itu partner yang solid."


"Iya. Betul. Agnes juga sangat respek dan mengagumi persahabatan pak Rahman dengan pak Ramzy. Hehehe!"


"Aku juga bingung. Kenapa sampe bisa mereka jadi sedekat itu, Nes! Tapi biarin deh, selama bisnis mereka lancar dan semakin maju. Cuma kadang aku bingung, penasaran bagaimana cara mereka bagi hasil keuangan. Hahaha... wajar khan yaaa... kalo istri kepo sama penghasilan suami yang bisnis sama temannya!"


Agnes hanya bisa ikut tertawa. Mendengar Mira yang seakan menyelidik padanya. Seolah ia cukup tahu keadaan keuangan perusahaan boss-boss keren itu.


"Ya udah, Nes! Kakak ada janji sama klien nih! Thanks ya, udah mau ngobrol sama kakak! Eh, nanti kalau kak Ella telepon, kabari aku ya?"


"Iya. Siap kak! Hehehe...."


Klik.


Mira menutup panggilannya. Dan Agnes tersenyum seraya menarik nafas lega.


Mira cukup berbahaya. Ia bisa mengambil hati lawan bicara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Info tentunya.


Dan Agnes justru saat ini harus menutup rapat-rapat mulutnya. Khawatir rahasia dirinya terbongkar akibat kelengahan dirinya berbicara. Tanpa sadar mengumbar mengatakan kalau Ella adalah kakaknya.


Hhhh.....


đź’•BERSAMBUNGđź’•

__ADS_1


__ADS_2