Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Jangan bahas masa lalu


__ADS_3

" Oh ya ada yang ingin aku katakan pada kalian berdua, kita berbicara di ruang kerja." Ucap daddy Thomas sambil berjalan ke arah ruang kerja.


" Baik calon besan." Jawab tuan Saverio dengan nada santai tapi dalam hatinya bertanya - tanya.


" Baik dad." Jawab Fico bersamaan.


Daddy Thomas dan mommy Gloria berjalan ke arah ruang kerja dengan diikuti tuan Saverio dan Rico, daddy Thomas membuka ruang kerjanya dengan lebar kemudian mommy Gloria, tuan Saverio dan Rico masuk secara bergantian setelah semuanya masuk daddy Thomas menutup pintunya dengan rapat sedangkan mommy Gloria menyalakan ac agar ruangannya menjadi dingin.


" Silahkan duduk di sofa." Ucap daddy Thomas.


" Ok." Jawab mereka singkat dan serempak.


Merekapun berjalan ke arah sofa dan duduk saling berhadapan hanya di batasi oleh meja, daddy Thomas duduk di sebelah mommy Gloria sedangkan tuan Saverio duduk di sebelah putranya Fico.


" Saverio, besok siang putra putri kita akan menikah dan sebentar lagi kita akan menjadi besan." Ucap daddy Thomas mengawali percakapan.


Tuan Saverio hanya diam karena dirinya ingin mendengarkan lanjutannya sedangkan mommy Gloria dan Fico hanya mendengarkan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


" Besok pagi aku dan istriku akan menjemput ke dua orang tuaku jika seandainya kami datang terlambat tolong acara pernikahan tetap dilaksanakan." Sambung daddy Thomas.


" Aku tidak setuju." Jawab tuan Saverio.


" Kenapa tidak setuju?" Tanya daddy Thomas.


" Karena aku ingin kita sama - sama melihat anak - anak kita menikah." Ucap tuan Saverio.


" Kami pun ingin seperti itu tapi kan kita tidak tahu di jalan bagaimana." Ucap daddy Thomas.


Tuan Saverio hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya tahu sifat daddy Thomas yang tidak bisa di bantah.


" Memang jam berapa jemput ke bandara? Dan acara pernikahannya jam berapa?" Tanya tuan Saverio.


" Jam enam pagi kami akan pergi ke bandara dan acara pernikahan jam sebelas siang." Jawab daddy Thomas.


" Kenapa menikahnya tidak dimundurkan saja misalnya lusa?" Tanya tuan Saverio.


" Orang tuaku menginginkan besok siang acara pernikahan ke dua cucu kesayangannya, kamu tahu sendiri orang tuaku kalau sudah katakan A maka tidak bisa di ubah menjadi B." Ucap daddy Thomas.

__ADS_1


" Iya aku tahu, sama sepertimu keras kepala." Jawab tuan Saverio dengan nada kesal.


" Buah tidak jatuh dari pohonnya tentu saja sifat orang tuaku menuruni ke anaknya." Jawab daddy Thomas dengan nada santai.


" Untunglah Quenby sifatnya mirip dengan mommynya." Ucap tuan Saverio.


" Maksudnya?" Tanya daddy Thomas.


" Aku lihat Quenby sangat baik dan tidak keras kepala seperti dirimu dan aku sangat yakin Quenby mewarisi sifat mommynya.


" Hei, jangan puji istriku." Ucap daddy Thomas dengan nada posesif sambil memeluk istrinya dari arah samping.


" Gloria, kamu hebat bisa melelehkan gunung es yang sangat sulit cair." Puji tuan Saverio.


" Maksudnya?" Tanya mommy Gloria dengan nada bingung.


" Dulu waktu sekolah dan kuliah Thomas hanya belajar dan belajar jika ada gadis yang mendekatinya langsung menghindar, ada yang mencoba merayunya langsung di maki habis, apalagi jika ada wanita yang berani naik ke ranjangnya bisa - bisa ..." ucap Saverio Menggantungkan kalimatnya sambil melirik ke arah daddy Thomas.


" Bisa - bisa apa?" Tanya mommy Gloria penasaran.


" Sayang, katakan padaku bisa - bisa apa?" Tanya mommy Gloria menggenggam tangan suaminya sambil menatap mata suaminya.


Daddy Thomas memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya dan menatap wajah cantik istrinya walau sudah berumur empat puluh lima tahun tapi terlihat seperti berumur dua puluh delapan tahun.


" Apakah kamu marah dan meninggalkan aku jika aku berkata dengan jujur?" Tanya daddy Thomas.


Mommy Gloria hanya tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya membuat daddy Thomas tersenyum bahagia.


" Wanita itu ma*i aku tembak." Jawab daddy Thomas.


Mommy Gloria hanya terdiam mendengar ucapan suaminya sambil menatap mata suaminya dengan tatapan sendu.


" Apakah kamu marah dan berniat meninggalkanku?" Tanya daddy Thomas dengan tatapan sendu.


" Aku tidak marah dan tidak ada niat sedikitpun meninggalkan suami yang sangat aku cintai kecuali dua hal." Ucap mommy Gloria.


" Dua hal? Apa itu?" Tanya daddy Thomas penasaran begitu pula dengan tuan Saverio dan Fico.

__ADS_1


" Pertama jika suamiku memintaku untuk pergi dari kehidupan suamiku maka aku akan pergi meninggalkan suamiku asalkan suamiku bahagia." Ucap mommy Gloria.


Grep


" Aku tidak mungkin mengusir mu karena kamu adalah wanita yang sangat sempurna yang Tuhan berikan padaku, sebelum mengenalmu hidupku hanya mengenal dua warna hitam dan putih tidak ada namanya itu tertawa lepas, kesedihan dan lain sebagainya tapi ketika aku mengenalmu membuat hidupku lebih berwarna di tambah kehadiran ke tujuh anak kembar kita. Hidupku benar - benar sangat sempurna, jadi bagaimana mungkin hidupku yang sangat sempurna ini mengusir mu? sedangkan kamu sangat berarti buatku." Jawab Thomas sambil memeluk istrinya dari arah samping dan meletakkan kepala istrinya di dada bidangnya dan membelai rambut istrinya dengan lembut.


" Terima kasih sayang." Jawab mommy Gloria sambil membalas pelukan suaminya.


" Sama - sama sayang, kalau yang ke dua?" Tanya daddy Thomas penasaran.


" Yang ke dua hidup dan ma*i seseorang tergantung sama yang di Atas, aku akan meninggalkan mu untuk selama - lamanya jika memang Tuhan memanggilku terlebih dahulu." Jawab mommy Gloria.


" Jika boleh aku meminta aku ingin ma*i bersama denganmu karena aku tidak sanggup jika aku kehilangan dirimu." Ucap daddy Thomas


" Kan ada anak - anak kita, menantu - menantu kita dan cucu - cucu kita." Jawab mommy Gloria.


" Memang benar tapi jika tidak ada mommy rasanya ada yang kurang." Jawab daddy Thomas sambil mencium leher istrinya.


" Ehem... Kalian tega sama kami? Apalagi aku yang sudah lama menjomblo." Protes tuan Saverio.


" Hehehehe... Terbawa suasana." Ucap daddy Thomas tertawa terkekeh - kekeh sambil berdiri.


" Mau kemana?" Tanya tuan Saverio


" Ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu." Ucap daddy Thomas sambil berjalan ke arah meja kerjanya.


" Apa itu? Uang? Uangku sudah banyak." Jawab tuan Saverio dengan nada sombong.


" Cih, rugi sekali kalau aku memberikanmu uang." Jawab daddy Thomas sambil membuka laci dan mengambil usb kemudian menutup laci tersebut.


Daddy Thomas berjalan kembali dan duduk di samping istrinya kemudian menyerahkan usb tersebut ke tuan Saverio, tuan Saverio menerima usb tersebut dengan tatapan bingung.


" Apa ini? film blue? Aku tidak butuh." Ucap tuan Saverio.


" Aish, kebiasaan selalu mencela apa yang ingin aku katakan. Apalagi buat apa aku memberikanmu film blue padamu? Memangnya kamu ada sarang untuk memasukkannya?" Tanya daddy Thomas dengan nada vulgar.


" Adalah." Jawab tuan Saverio dengan nada santai yang mengerti arah pembicaraan daddy Thomas.

__ADS_1


__ADS_2