
Ronald yang berhadapan dengan dokter Kennath yang hanya dibatasi oleh meja makan di mana daddy Alvonso hendak duduk di sebelah dokter Kennath mata elangnya melihat ada sinar merah di dada daddy Alvonso membuat Ronald mengeluarkan pistolnya membuat dokter Kennath dan daddy Alvonso terkejut.
"Ronald, aku kan hanya bercanda kenapa kamu ingin menembak a...."ucapan dokter Kennath terhenti ketika Ronald membalikkan badannya.
Grep
"Mommy kenapa memeluk daddy?"tanya daddy Alvonso dengan wajah bingung sambil membalas pelukan istrinya.
"Ada orang yang ingin menembak daddy," jawab mommy Laras sambil memeluk suaminya dengan erat dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Dor
Dor
"Akhhhhh..." teriak pria tersebut ketika tangannya tertembak kemudian langsung melarikan diri.
"Ada penyusup!!!" teriak Ronald sambil mengejar pria tersebut.
"Alvonso lindungi istrimu aku akan membantu Ronald," ucap dokter Kennath sambil berlari menyusul Ronald.
"Mommy baik - baik saja?" tanya daddy Alvonso dengan panik karena tubuh istrinya terasa berat
"Baik - baik saja dad, daddy juga baik - baik saja kan?" tanya mommy Laras dengan nada lirih sambil memejamkan matanya.
"Daddy baik - baik saja, kenapa tubuh mommy terasa be..." ucapan daddy Alvonso terpotong oleh kedatangan ke enam anak kembarnya dan Presdir Albert tiba - tiba datang bersama pasangan masing - masing.
"Mommy kenapa dad?" tanya ke enam anak kembarnya sambil berjalan mendekati ke dua orang tuanya dengan diikuti pasangan masing - masing.
"Punggung oma kenapa berdarah?" tanya Presdir Albert bersamaan.
__ADS_1
"Apa??" teriak daddy Alvonso sambil menggendong mommy Laras ala bridal style.
"Dennis hubungi Katarina untuk datang ke sini," perintah daddy Alvonso sambil berjalan.
"Sebenarnya apa yang terjadi dad?" tanya ke enam anak kembarnya dengan nada kuatir.
"Ada apa Alvonso?" tanya daddy Thomas bersamaan.
"Istriku di tembak oleh penyusup, sekarang lagi di kejar oleh Kennath dan Ronald," jawab daddy Alvonso sambil berjalan menuju ke arah lift dengan di temani oleh ke dua putri kembarnya dan ke tiga menantu perempuannya.
"Apa? Mommy temani mereka karena daddy akan membantu Kennath dan Ronald," ucap daddy Thomas sambil mengeluarkan pistolnya.
"Apa?? Kita berpencar," perintah Alvonso putra pertama daddy Alvonso.
"Untuk para wanita temani mommy," perintah Alvonso untuk istrinya, ke tiga adik kembarnya dan ke dua adik iparnya.
"Baik kak," jawab mereka serempak dan langsung berlari secara terpisah.
"Aku dan Dennisa akan meretas cctv," ucap Max sambil menarik tangan istrinya yang ingin menemani mommy Laras sambil menahan amarahnya karena dirinya sangat sayang dengan ke dua mertuanya dan keluarga besar istrinya.
"Baik honey," jawab Dennisa sambil menahan amarahnya karena mommy nya di tembak.
Mereka langsung berjalan ke arah kamar mereka namun di tengah jalan mereka bertemu dengan Jimmy dan Presdir Axel bersama istrinya masing - masing.
"Paman Max dan tante Dennisa, apakah sudah selesai makannya?" tanya Jimmy.
"Kami belum sempat makan karena ada penyusup dan menembak mommy Laras, kami akan meretas cctv hotel," ucap Max sambil berjalan.
"Apa? Axel ayo kita cari penyusup nya," ajak Jimmy.
__ADS_1
"Baik kak," jawab Presdir Axel.
"Jessica dan Sela kalian di kamar saja suruh pelayan antar makanan," perintah Jimmy.
"Ok," jawab Jessica dan Sela serempak.
Presdir Axel dan Jimmy dengan langkah lebar berjalan dengan cepat sedangkan Jessica dan Sela berjalan ke arah kamarnya namun di tengah jalan mereka bertemu dengan ke tujuh anak kembar daddy Thomas dengan mommy Gloria.
"Kok Jessica dan Sela kembali ke kamar? Apakah makannya sudah selesai" tanya Aleandro.
"Ada penyusup oma Laras di tembak dan sekarang orang - orang mencari penyusup," jawab Jessica menjelaskan.
"Apa?Maximus, Fico dan Nathan ikut kakak," perintah Aleandro.
"Yohanes,Robert dan Aska temani paman Alvonso dan untuk para wanita kumpul di ruangan yang sama agar saling melindungi," sambung Aleandro.
"Baik kak," jawab mereka serempak.
Aleandro, Maximus, Fico dan Nathan mengeluarkan pistolnya dan berlari menyusul daddy Thomas sedangkan yang lainnya sebagian berkumpul di kamar dan sebagian menemani daddy Alvonso dan mommy Laras.
Dennis yang di suruh daddy Alvonso untuk menghubungi menantunya dan panggilan pertama langsung di angkat oleh Katarina. Dennis menceritakan secara singkat apa yang terjadi setelah beberapa saat Dennis selesai menghubungi menantunya kemudian menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.
"Aku rasa sudah cukup mereka mengejar musuhnya jadi lebih baik aku menemani mommy dan daddy," ucap Dennis sambil berjalan ke arah lift.
Daddy Alvonso membaringkan tubuh istrinya dengan perlahan dengan wajah yang sangat kuatir karena dirinya tidak sanggup kehilangan istri yang sangat dicintainya.
"Mommy, daddy mohon jangan tinggalin daddy karena jika terjadi sesuatu dengan mommy hidup daddy tidak ada artinya, daddy tidak sanggup kehilangan mommy," ucap daddy Alvonso yang tidak siap jika harus kehilangan istrinya hingga tanpa sadar air matanya keluar.
"Daddy,boleh mommy minta satu hal?" tanya mommy Laras dengan nada lirih sambil menahan rasa sakit akibat luka tembak.
__ADS_1