Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sudah Jangan Marah - Marah


__ADS_3

" Terus kak Fico dan suamiku bagaimana?" tanya Maya.


Maya sebenarnya ingin menolaknya karena kehamilannya ingin dekat dengan suaminya dan ingin bermanja-manja di tambah dirinya ingin melakukan hubungan suami istri namun Maya tidak tega menolak keinginan kakak iparnya yang bernama Quenby.


" Biar kak Fico dan Nathan tidur sendiri karena saat ini kakak ingin sekali tidur denganmu," ucap Quenby


" Kamu mau kan menemani kakak tidur? tanya Quenby penuh harap.


" Baiklah kita tidur di kamar sebelah saja kebetulan kamarnya kosong tapi aku ingin mandi dulu badanku lengket," ucap Maya beralasan.


" Bukankah tadi sudah mandi?" tanya Quenby sambil menatap mata Maya.


" Memang benar tapi badanku lengket kak, kak Quenby tidur di kamar sebelah nanti aku menyusul," ucap Maya.


" Benar ya," ucap Quenby.


" Iya benar, aku mau mandi dulu nanti aku susul," ucap Maya.


" Baiklah," ucap Quenby pasrah.


Quenby keluar dari kamar milik kakaknya dan berjalan ke arah kamar sebelahnya. Sepeninggal Quenby, Maya menutup pintu kamarnya dengan rapat sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.

__ADS_1


Grep


" Mikirin siapa?" tanya Nathan dengan nada cemburu sambil memeluk istrinya posesif.


" Mikirin suamiku," jawab Maya sambil bersandar di dada bidang suaminya dan menggenggam ke dua tangan Nathan.


" Kenapa mikirin aku?" tanya Nathan sambil melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya agar menatap dirinya.


" Kak Quenby ingin tidur bersamaku di kamar sebelah sedangkan saat ini aku ingin bermanja-manja dengan suamiku yang sangat tampan, ingin di sayang dan ingin..." ucap Maya menggantungkan kalimatnya.


" Ingin apa?" tanya Nathan penasaran tanpa mendengarkan kalimat pertamanya.


" Ingin ini," ucap Maya sambil menyentuh tombak sakti suaminya.


Grep


" Kenapa istriku jadi mesum seperti ini?" tanya Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping karena perut Maya sudah membesar.


" Tidak tahu sayang kenapa aku semesum ini? Maaf ya," ucap Maya tidak enak hati dengan suaminya sambil membalas pelukan suaminya dan bersandar di dada bidang suaminya.


" Kenapa meminta maaf? Justru aku sangat senang jika kamu seperti ini," jawab Nathan sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Sayang," panggil Maya sambil menggigit bibir bawahnya dan membuat pola abstrak di dada bidang suaminya tanpa menjawab pertanyaan suaminya


" Ada apa sayang?" tanya Nathan sambil memejamkan matanya dan menikmati sentuhan istrinya..


" Aku ingin ini, boleh ya?" Mohon Maya sambil membelai tombak sakti milik suaminya.


Cup


" Tentu saja boleh sayang," jawab Nathan sambil tersenyum bahagia karena dirinya juga ingin melakukan lagi, lagi dan lagi.


" Kita melakukannya di kamar mandi sekalian kita mandi setelah itu aku akan tidur di kamar sebelah menemani kak Quenby," ucap Maya.


" Berarti tadi kak Quenby datang ke kamar kita memintamu tidur bersama di kamar sebelah?" tanya Nathan baru sadar kedatangan Quenby karena tadi pikiran Nathan mesum terus.


" Iya, makanya ayo kita main sekarang," ajak Maya penuh semangat sambil menarik suaminya dengan semangat.


" Terus kak Fico?" tanya Nathan sambil mengikuti langkah istrinya.


" Kak Quenby tidak mau tidur dengan kak Fico," jawab Maya.


" Kak Quenby kenapa sih tidak mengajak yang lain?" ucap Nathan dengan nada kesal

__ADS_1


" Sudah jangan marah - marah nanti wajah tampan suamiku berkurang," goda Maya


__ADS_2