
" Aku hitung sampai tiga... Satu.... Dua... Ti..." Ucapan pria itu terpotong karena Katarina meregangkan ke lima jari tangannya hingga kartu domino jatuh ke lantai.
" Bagus, sekarang terimalah kematianmu." Ucap pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke kening Katarina.
Mikael dan dokter Alexa ingin membantu Katarina namun pasukan musuh bertambah empat lagi dan langsung memegang masing - masing tangan Mikael dan dokter Alexa total ada 6 pria.
" Sabar sebentar lagi giliran kalian yang ma*i." Ucap salah satu dari mereka.
Mikael dan dokter Alexa berusaha memberontak tapi ke dua tangan mereka di pegang masing - masing dua orang membuat Mikael menahan amarahnya sedangkan Katarina menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.
Dor Dor Dor Dor Dor Dor
" Akhhhhhhhh!!!" Teriak ke enam pria itu serempak.
Bruk Bruk Bruk Bruk Bruk Bruk
Di saat yang genting tuan Saverio, Aleandro, Maximus, Fico, Nathan dan Yohanes menembak ke kening mereka membuat ke enam pria tersebut mati seketika kemudian berjalan ke arah Katarina, Mikael dan dokter Alexa di susul oleh dokter Kasandra, Aska, Robert dan Alvian.
" Kalian baik - baik saja?" Tanya tuan Saverio.
" Suamiku dan kak Alexa terkena luka tembak." Ucap Katarina sambil membantu dokter Alexa duduk.
Dokter Kasandra langsung ikut duduk kemudian membuka tas kerjanya dan mengambil alat - alat yang dibutuhkan. Dokter Kasandra mengambil alat suntik untuk membius karena dirinya akan membedah punggung dokter Alexa untuk mengambil peluru yang bersarang di punggungnya.
" Apakah ada alat bedah lagi?" Tanya Katarina.
" Ada di dalam tasku." Jawab dokter Kasandra.
Katarina mengambil alat bedah kemudian mulai membedah punggung suaminya yang sebelumnya menyuntikkan obat bius agar mengurangi rasa sakit sedangkan para pria bertugas berjaga - jaga jika ada musuh datang kecuali Max yang sibuk mengutak atik laptopnya.
" Yang berjaga di arah barat sudah tidak ada lagi karena mereka sudah mati oleh Katarina maka ada perubahan penyerangan. Untuk arah timur sekitar 6 orang yang berjaga jadi tim penyerang adalah Aleandro, Maximus dan Fico." Ucap Max membagi tugas.
" Ok." Jawab Aleandro, Maximus dan Fico singkat.
Ke tiga pria tampan itupun langsung berjalan meninggalkan tempat tersebut agar misinya cepat selesai yaitu menyelamatkan daddy Thomas dan mommy Gloria dengan selamat terlebih mereka ingin segera pulang ke rumah agar bertemu dengan istri mereka masing - masing.
__ADS_1
" Untuk arah selatan sekitar 8 orang yang berjaga jadi tim penyerang adalah Nathan, Yohanes, Aska dan Robert." Ucap Max membagi tugas.
" Ok." Jawab Nathan, Yohanes, Aska dan Robert singkat.
Nathan, Yohanes, Aska dan Robert langsung pergi ke arah selatan untuk menjalankan misi sedangkan yang lainnya berjaga - jaga hingga setengah jam kemudian dokter Kasandra dan Katarina sudah selesai mengambil peluru yang bersarang di punggung dokter Alexa dan Mikael. Katarina membuka tasnya kemudian mengambil botol yang berisi obat buatan dirinya.
" Minumlah obat ini untuk membantu proses penyembuhan." Ucap Katarina sambil memberikan dua pil obat berikut dua botol minum ke suaminya dan dokter Alexa.
Mikael dan dokter Alexa langsung menerima obat tersebut dan memasukkannya ke dalam mulutnya kemudian meminum air mineral hingga isi botol di minum habis tak bersisa.
" Siapa yang menyelamatkan paman Thomas dan tante Gloria?" Tanya Max.
" Katarina dan Alexa kalian berdua adalah dokter bagaimana kalau kalian berdua bersama yang lain." Usul Alvonso.
" Bagus juga usulmu, tapi Alexa masih terluka." Ucap Alvian.
" Memang berapa orang yang berjaga?" Tanya Katarina.
" Di ruang perawatan paman Thomas dan tante Gloria ada 4 orang yang berjaga." Ucap Max
" Kalau begitu aku sendiri saja." Ucap Katarina
" Benar kata Mikael lebih baik kamu bersama kami." Ucap Alvonso.
" Baiklah." Jawab Katarina singkat.
" Ini kartu domino siapa? Apa mereka bermain domino?" Tanya Alvonso.
" Aduh hampir lupa." Ucap Katarina sambil mengambil kartu domino.
" Itu punyamu? Buat apa kartu domino?" Tanya Alvonso.
" Itu senjata Katarina paman." Jawab dokter Alexa yang menjawab pertanyaan untuk Katarina.
" Senjata? Maksudmu domino ini bisa digunakan senjata?" Tanya Alvonso dengan nada bingung begitu pula yang berada di situ kecuali Max karena dirinya melihat dari layar laptopnya dan juga Mikael serta dokter Alexa.
__ADS_1
" Nanti paman akan tahu." Jawab Katarina.
" Ehem... Ok, kalau begitu selanjutnya ada 20 orang yang berada di ruangan markas di dalam rumah sakit bersebelahan dengan ruangan paman Thomas dan tante Gloria yang bertugas paman Saverio, Leo dan anak - anaknya kak Arlan dengan kak Alviana yang bernama Albert, Bella, Charli, Della, Ellie dan Felix." Ucap Max mengalihkan pembicaraan agar misi ini cepat selesai.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Arlan dengan Alviana bersama ke enam anak kembarnya bisa baca di novel : Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Ok." Jawab mereka serempak.
" Tunggu sebentar bukankah tadi kita juga membunuh mereka? Tapi kenapa masih dua puluh orang lagi?" Tanya Alvonso
" Setengah jam yang lalu mereka datang karena itulah musuh tidak berkurang dan satu jam lagi ketua mafia akan mengutus anak buahnya lagi untuk datang jadi usahakan sebelum mereka datang kita sudah menyelesaikan misi ini.' Ucap Max.
" Aku, Mikael dan Alexa akan bersembunyi sambil melihat pergerakan para musuh." Sambung Max
Mereka hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alvonso, Alvian dan Katarina berjalan menuju ke ruang perawatan sedangkan paman Saverio, Leo dan anak - anaknya Arlan dengan Alviana yang bernama Albert, Bella, Charli, Della, Ellie dan Felix berjalan menuju ke ruang markas musuh yang bersebelahan dengan ruang perawatan di mana mommy Gloria dan daddy Thomas di sekap.
" Alexa apakah perlu aku gendong?" Tanya Max
" Tidak perlu paman, obat pemberian dari Katarina sangat manjur punggungku tidak terasa nyeri seperti tadi." Ucap dokter Alexa.
" Bagaimana denganmu Mikael?" Tanya Max.
" Sama seperti kak Alexa punggungku tidak terasa seperti tadi." Ucap Mikael,
" Bagus, kalau begitu berjalan ke arah tempat yang jarang di jangkau oleh musuh." Ucap Max.
" Aku tahu paman di ujung kanan ada ruang tempat istirahatku kita bisa istirahat di sana sekalian mengecek posisi musuh." Ucap dokter Alexa.
" Ide bagus, kita ke sana." Ucap Max.
Mereka pun pergi ke tempat istirahat dokter Alexa sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Katarina membuka pintu kamar perawatan dan sesuai perkataan Max kalau ada 4 orang yang berjaga. Alvonso dan Alvian sengaja bersembunyi di samping pintu kanan dan kiri agar para musuh tidak curiga sambil menunggu acting Katarina.
__ADS_1
" Maaf nona, di larang masuk ke sini silahkan keluar." Ucap salah satu pria tersebut.
" Aduh maaf kepalaku pusing sekali." Ucap Katarina berbohong sambil berpura - pura memijat kepalanya.