Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apa yang kalian lakukan


__ADS_3

" Siapa dalang yang membuat kami kecelakaan?" tanya daddy Nathan dengan wajah serius sambil menatap ke dua iparnya.


" Dita," jawab Fico dan Aska bersamaan.


" Apa??" pekik daddy Nathan tidak percaya.


" Berarti dia yang membuat rem mobilku blong?" tanya daddy Nathan


" Benar dan bukan itu saja dia juga membuat rem blong mobil milik Axel yang digunakan Sela," ucap Aska.


" Apa?? Kenapa dia melakukan itu?" tanya daddy Nathan sambil menahan amarahnya.


" Iri hati karena kamu dan Maya lebih menyayangi anak kalian dari pada dirinya," jawab Fico


" Aku akui dulu aku sangat menyayangi Dita dan sudah menganggap Dita sebagai putriku walau aku belum menikah saat itu begitu pula dengan keluarga besar ku. Kemudian aku bertemu dengan Maya dan menikahinya karena aku melihat Maya sangat menyayangi Dita tapi sejak kejadian ibunya yang membuat opa dan oma yang aku sayangi meninggal membuatku sangat membencinya. Bukan aku saja yang sangat membencinya semua keluarga besar ku juga sangat membencinya hingga berencana membawa Dita ke panti asuhan tapi mommy ku dan istriku melarangnya, seandainya saat itu waktu bisa di putar kembali aku akan menentang keras dan hal ini tidak akan terjadi," ucap daddy Nathan menyesal karena dulunya tidak tegas.


" Aku masih ingat bagaimana istriku Quenby juga sangat membencinya dan memintanya untuk di kirim ke panti asuhan, seandainya Dita di kirim ke panti asuhan tentu saat ini kamu tinggal menunggu kelahiran cucu kembar mu," jawab Fico


" Apa maksud kak Fico?" tanya Nathan dengan wajah bingung.


" Maksudku, Sela hamil anak kembar tapi akibat kecelakaan tersebut Sela mengalami keguguran," jawab Fico


" Apakah kalian bertiga sudah menghukumnya dengan setimpal?" tanya daddy Nathan


" Tentu saja kami bertiga menghukumnya dengan setimpal," jawab Aska


" Eh tunggu dari mana kamu tahu kalau kami bertiga menghukum Dita?" tanya Fico


" Sangat mudah sekali, yang pertama parfum milik kak Fico dan Aska adalah parfum putraku yang bernama Lemos dan yang ke dua pakaian yang kak Fico dan Aska pakaian adalah pakaian dari butik milik istriku," jawab daddy Nathan


" Ternyata kak Nathan bisa mengenal baik putranya," ucap Aska


" Tentu saja aku tahu semua sifat dan kesukaan ke lima anak kembarku," jawab daddy Nathan.


" Aku ingin menemui istriku, untuk kak Fico, Aska dan Axel kalian bertiga istirahatlah karena sudah malam," ucap daddy Nathan.


" Ok," jawab Fico dan Aska serempak.


" Baik dad," jawab Presdir Axel bersamaan.


Daddy Nathan hanya menganggukkan kepalanya sambil menarik jarum infus dengan wajah meringis menahan rasa sakit membuat Fico, Aska dan presdir Axel terkejut.


" Kenapa jarum infusnya di cabut?" tanya Fico


" Ribet apa lagi aku juga sudah sehat," jawab daddy Nathan dengan nada santai sambil berjalan meninggalkan mereka.


Fico dan Aska hanya menggelengkan kepalanya kemudian menatap ponakannya yang belum tersadar sedangkan presdir Axel hanya mendengarkan daddy mertuanya mengobrol dengan ke dua paman istrinya sambil menatap Sela dengan tatapan sendu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hanya ketika Daddy Nathan berpamitan barulah dirinya mengeluarkan suaranya.


" Aku lapar, kamu lapar tidak?" tanya Fico pada Aska.


" Sama, aku juga lapar, kita ke kantin yuk?" ajak Aska

__ADS_1


" Tapi Sela, bagaimana?" tanya Fico


" Axel, kamu menemani Sela atau pergi ke kantin?" tanya Aska


" Menemani Sela saja paman,'' jawab Presdir Axel


" Ok, mau nitip apa?" tanya Aska.


" Tidak paman," jawab Presdir Axel


" Kamu belum makan, kalau tidak makan kamu sakit nanti tidak bisa menjaga Sela," ucap Fico.


Walau mereka berdua sempat kesal dengan Presdir Axel tapi tidak sepenuhnya salah karena Presdir Axel tidak tahu kalau keluarganya telah membohongi dirinya.


Karena itulah Fico dan Aska tidak mengatakan tentang Presdir Axel ke daddy Nathan terlebih mereka tahu kalau Presdir Axel sangat tulus mencintai ponakannya yang bernama Sela di lihat dari wajah Presdir Axel menyesali perbuatannya.


" Baiklah, terserah paman saja Axel suka semua makanan karena Axel tidak pemilih," jawab Presdir Axel akhirnya.


Presdir Axel mau makan karena apa yang dikatakan oleh Fico adalah benar adanya yaitu dirinya harus sehat agar bisa menjaga istrinya yang sangat dicintainya.


" Ok," jawab mereka berdua serempak


Fico dan Aska berjalan ke arah pintu ruang perawatan meninggalkan ruangan tersebut ke arah kantin sedangkan Presdir Axel masih setia duduk menemani istrinya dengan tatapan sendu. Dirinya sangat menyesal karena sering menyakiti perasaan istrinya sedangkan istrinya hanya tersenyum menyembunyikan rasa sakitnya.


" Maafkan aku, aku mohon sadarlah," mohon Presdir Axel


ceklek


" Maaf tuan, kami ingin memeriksa keadaan nyonya Sela," ucap perawat tersebut.


" Silahkan, kebetulan aku juga ingin ke kamar mandi," ucap Presdir Axel tanpa curiga sedikitpun.


Entah kenapa Presdir Axel mendadak merasakan perutnya mendadak mulas membuat Presdir Axel turun dari kursi dan berjalan ke arah kamar mandi untuk melakukan panggilan alam sedangkan dokter tersebut tersenyum devil dari balik maskernya.


Dokter tersebut mengambil suntikan dan botol kecil kemudian mengambil isi botol tersebut dengan menggunakan suntikan kemudian mengarahkan suntikan tersebut ke arah botol infus bersamaan pintu ruangan ICU di buka oleh seorang perawat bersamaan terdengar suara teriakan.


" Siapa kalian!!!" teriak Jessica sambil berjalan ke arah dokter tersebut.


Jessica ditugaskan oleh pihak rumah sakit untuk mengecek kondisi Sela namun ketika asisten perawat membuka pintu ruang perawatan matanya membulat sempurna melihat dokter wanita mengarahkan suntikan ke arah botol infus membuat Jessica berjalan dengan langkah cepat ke arah dokter tersebut.


Dokter wanita dan perawat sangat terkejut membuat mereka serempak membalikkan badannya dan menatap ke arah Jessica dengan tatapan sangat terkejut sekaligus marah dalam waktu bersamaan membuat perawat tersebut membatalkan niatnya.


" Ini bukan urusanmu pergilah!!" usir dokter tersebut


" Aku tidak akan pergi justru kalian yang harus pergi," ucap Jessica.


" Kamu tahu jarum ini mengandung racun yang sangat mematikan jadi pergilah," usir dokter wanita tersebut.


" Aku tidak perduli," jawab Jessica karena bagi Jessica keselamatan pasien yang utama dan merelakan nyawanya asalkan nyawa pasiennya selamat dari bahaya.


" Baiklah dan jangan pernah menyesali kalau malam ini adalah malam ke ma ti an mu," ucap dokter wanita tersebut sambil mengeja kalimatnya.

__ADS_1


Dokter wanita tersebut tidak ingin membuang waktu mengingat Presdir Axel masih berada di dalam kamar mandi mengarahkan suntikan tersebut ke arah Jessica membuat Jessica berusaha menahan tangan dokter tersebut agar tidak menusuk ke arah tubuhnya sedangkan perawat yang bersama Jessica berkelahi dengan perawat dokter tersebut ala wanita yaitu saling menjambak, mencakar dan memukul bersamaan pintu ruangan ICU terbuka dan terdengar suara bentakan di ruangan tersebut.


" Apa yang kalian lakukan hah!!!" bentak Jimmy.


xxxxx Flash Back On  xxxxx


Di ruang perawatan Seli berbaring sambil mengobrol dengan kakak kembarnya yang bernama Jimmy hingga tidak berapa lama pintu ruang perawatan terbuka dan tampak dua perawat membuka ruang perawatan dengan lebar kemudian mendorong brangkar.


" Mommy sudah sadar?' tanya Seli dan Jimmy serempak sambil tersenyum bahagia.


" Sudah sayang, kamu sakit apa?" tanya mommy Maya dengan nada kuatir.


" Kecapaian saja mom," jawab Seli.


" Maaf nyonya, kami mau mengecek pasien lain," ucap dokter tersebut setelah selesai mengecek kondisi mommy Maya.


" Terima kasih dok," jawab mommy Maya


" Sama - sama nyonya," jawab dokter tersebut


Dokter dan asisten perawat berjalan bersamaan pintu ruang perawatan terbuka oleh Jessica membuat semua orang yang berada di ruang perawatan menatap ke arah pintu.


" Ada apa dokter Jessica?" tanya dokter yang satu profesi dengannya.


" Aku ingin mengajakmu makan malam, aku malas makan sendiri," jawab Jessica


" Ok," jawab dokter tersebut dengan singkat.


" Permisi nyonya, Seli dan tuan.." ucap Jessica menggantungkan kalimatnya karena wajahnya mirip.


" Panggil Jimmy saja," jawab Jimmy dan entah kenapa jantungnya berdetak kencang melihat Jessica tapi berusaha menepisnya.


" Bagaimana kalau kak Jimmy?" tanya Jessica


" Silahkan." jawab Jimmy singkat.


" Kalau begitu, permisi nyonya, Seli dan kak Jimmy," pamit Jessica mengulangi perkataannya sambil tersenyum manis.


" Ya," jawab Seli dan mommy Maya serempak


Ke dua dokter tersebut membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mommy Maya, Jimmy dan Seli menuju ke arah kantin tidak berapa lama pintu ruang perawatan terbuka membuka mommy Maya, Jimmy dan Seli menatap ke arah pintu dan melihat daddy Nathan sedang berjalan ke arah mereka.


" Daddy sudah sadar?' tanya Seli dan Jimmy serempak sambil tersenyum bahagia.


" Sudah, Jimmy kamu temani Sela biar daddy yang menjaga mommy dan Seli," ucap daddy Nathan.


" Baik dad," jawab Jimmy patuh.


Jimmy keluar dari ruang perawatan menuju ke ruang ICU di mana Sela sedang di rawat sambil berharap adik kembarnya sadar dari komanya.


xxxxx Flash Back Off  xxxxx

__ADS_1


__ADS_2