Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Haruskah aku memberikannya?


__ADS_3

Tes


Tes


Tanpa sadar Jimmy mengeluarkan air matanya untuk ke dua kalinya yang pertama ketika ke dua orang tuanya mengalami koma waktu kecelakaan dan ke dua saat ini kecuali bayi ya karena semua bayi pasti menangis sedangkan waktu anak - anak hingga dewasa Delon, Jimmy dan Lemos tidak pernah menangis sesakit apapun mereka tidak pernah menangis. Air mata Jimmy mengenai wajah pucat namun terlihat masih cantik membuat Jessica menggeliatkan tubuhnya kemudian membuka matanya menatap wajah tampan Jimmy yang terlihat sendu.


" Aku di mana?" tanya Jessica


" Di rumahmu," jawab Jimmy


" Apakah kak Jimmy menyesal mengenalku?" tanya Jessica dengan wajah sendu.


" Kenapa menyesal" tanya Jimmy sambil mengerutkan keningnya.


" Karena kak Jimmy dan keluarga kak Jimmy sangat sempurna sedangkan keluargaku jauh dari kata sempurna, " jawab Jessica


" Aku tidak marah jika kak Jimmy mencari pengganti diriku karena aku sadar di.." ucapanĀ  Jessica terhenti ketika Jimmy mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica.

__ADS_1


" Aku tidak perduli karena aku sangat mencintaimu apa adanya dan tidak perduli dengan masa lalu mu atau pun masalah keluargamu," bisik Jimmy sambil ke dua tangannya berada di antara kanan kiri wajah Jessica.


" Kak Jimmy bisakah wajah kak Jimmy agak menjauh dari wajahku?" tanya Jessica yang merasa kurang nyaman


" Memang kenapa?" tanya Jimmy polos.


" Terlalu dekat dan membuat jantungku tidak tahu kenapa berdetak kencang," jawab Jessica jujur.


" Aku juga sama, bolehkah aku mencium bibirmu?" tanya Jimmy ketika melihat bibir Jessica


" Tapi..." ucapan Jessica terpotong oleh Jimmy


Jessica yang tidak tega menganggukkan kepalanya membuat Jimmy tersenyum kemudian Jimmy mencium bibir Jessica yang sudah menjadi candunya walau menciumnya tanpa sepengetahuan Jessica. Ciuman singkat membuat Jimmy menginginkan lagi kemudian kembali mencium bibir Jessica dan me lu mat nya membuat Jessica tanpa sadar mengalungkan ke dua tangannya ke leher Jimmy hal itu membuat Jimmy menaiki tubuh Jessica.


Mereka berdua saling bertukar saliva kemudian Jimmy memasukkan lidahnya ke dalam mulut Jessica untuk melihat isi di dalam mulut Jessica walau gerakkannya masih terasa kaku tapi mereka menikmatinya hingga Jessica hampir kehabisan napas barulah Jessica menepuk pelan punggung Jimmy sedangkan Jimmy yang mengerti langsung melepaskan ciumannya dan berpindah ke leher Jessica.


" Kak Jimmy geli," ucap Jessica sambil menggerakkan tubuhnya tanpa menyadari kalau tombak sakti milik Jimmy mulai menegang.

__ADS_1


" Sayang jangan banyak bergerak," bisik Jimmy


" Sayang?" tanya ulang Jessica


" Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang dan panggil aku dengan sebutan honey," bisik Jimmy kemudian kembali mencium leher Jessica hingga meninggalkan jejak kemerahan.


Jimmy melepaskan satu persatu kancing Jessica membuat Jessica menahan tangan Jimmy hal itu membuat Jimmy menatap Jessica dengan tatapan ha srat yang sudah mulai meninggi.


" Apa yang kak Jimmy lakukan?" tanya Jessica


" Panggil honey," pinta Jimmy tanpa menjawab pertanyaan Jessica


" Honey, aku mohon jangan," pinta Jessica dengan mata berkaca - kaca.


Jimmy menarik tangannya yang tadi di genggam oleh Jessica kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Jessica lalu turun dari ranjang menuju ke arah kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan kasar membuat Jessica merasa bersalah.


" Apa yang aku lakukan? Kak Jimmy dan keluarga kak Jimmy baik padaku tapi balasannya aku menolak keinginannya, tapi hanya itu benda berharga yang aku punya, ucap Jessica sambil duduk di kepala ranjang dengan ke dua kakinya di peluknya.

__ADS_1


" Haruskah aku memberikannya?" tanya Jessica bimbang


__ADS_2