Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Quenby dan Maya


__ADS_3

" Kak Claudia, kak Quenby dan kak Maya pergi kemana?" tanya Aurora sambil matanya tetap menatap ke sekeliling ruangan.


" Mereka pergi ke kamarnya masing - masing, sayang apakah masih sakit?" tanya Yohanes yang juga ingin merasakan malam pertama.


Yohanes belum melakukan malam pertama karena waktu itu pikirannya sangat kacau ketika ke dua orang tuanya dikatakan meninggal.


Ketika Yohanes diberikan kabar kalau ke dua orang tuanya masih hidup namun mengalami koma membuat Yohanes ingin cepat - cepat pergi untuk menjemput ke dua orang tuanya.


Yohanes tidak memikirkan sama sekali malam pertama karena dipikirannya ingin secepatnya menyelamatkan ke dua orang tuanya dan kini ke dua orang tuanya selamat karena itulah sekarang dirinya ingin merasakan malam pertama.


" Sudah tidak sakit lagi, jawab Aurora sambil mendekatkan tubuhnya ke arah suaminya dengan rapat membuat tombak sakti milik Yohanes semakin menegang.


" Sayangku kenapa?" tanya Yohanes.


" Aku...." ucap Aurora menggantungkan kalimatnya.


" Aku kenapa sayang?" tanya Yohanes dengan nada bingung.


' Aduh jangan sampai bilang kalau datang tamu bulanan,' ucap Yohanes dalam hati.


" Ruangan ini sangat sepi hanya tinggal kita, paman Alvonso, tante Laras dan kak Cantika." ucap Aurora sambil memeluk suaminya dengan erat.


" Memangnya kenapa sayang?" tanya Yohanes yang masih bingung dengan ucapan istrinya dan tombak saktinya semakin menegang ketika terkena gesekan tubuh istrinya.


" Mansion ini kan tadi siang banyak orang yang mati, kata orang jika matinya tidak wajar maka mereka bergentayangan dan aku merasa sangat takut," ucap Aurora


Yohanes akhirnya mengerti ucapan istrinya membuat Yohanes tersenyum menyeringai terlebih tubuh istrinya semakin rapat.


" Kita pindah ke kamar yuk," ajak Yohanes


" Kenapa pindah? Aku takut sayang jika keluar dari ruangan ini terus kita menaiki anak tangga....," ucap Aurora menggantungkan kalimatnya.


" Memang kenapa kalau menaiki anak tangga?" tanya Yohanes.


" Pas kita naik tangga terus ada yang manggil : Kenapa membunuhku? Kembalikan nyawaku." ucap Aurora menirukan suara orang lain.


Yohanes yang mendengar ucapan istrinya berusaha menahan tawa terlebih dirinya merasakan tubuh istrinya bergetar saking ketakutan tiba - tiba pintu ruangan tersebut membuat Aurora semakin merapat tubuhnya ke tubuh suaminya dengan wajah disembunyikan di dada bidang suaminya.


Ceklek


Aleandro membuka pintu dengan lebar kemudian empat anak buahnya mendorong brangkar daddy Thomas dan mommy Gloria yang masih setia memejamkan matanya.


" Kalau berpelukan lebih baik di kamar saja," ucap Aleandro usil.


Yohanes dan Aurora serempak melepaskan pelukannya sambil tersenyum malu membuat Aleandro tersenyum melihat adik kembarnya.


" Kalian istirahat di kamar biar kakak yang menjaga mommy dan daddy," Ucap Aleandro.


" Tidak kak, kami di sini juga menjaga mommy dan daddy," ucap Yohanes.


" Kalian pasti lelah apalagi kalian pengantin baru istirahatlah di kamar," ucap Aleandro


" Tapi kak...' ucapan Yohanes terpotong oleh Aleandro.


" Tidak ada penolakan, istirahatlah di kamar kalian," ucap Aleandro dengan nada tegas


" Baik kak," Jawab Yohanes


Yohanes dan Aurora pergi meninggalkan ruangan tersebut dan selama dalam perjalanan menuju ke kamar mereka Aurora memeluk suaminya dari arah sampingĀ  sedangkan dalam pikiran Yohanes berkelana kemana - mana.


Yohanes membayangkan malam pertamanya hingga tidak terasa mereka sudah sampai di kamar mereka berdua. Yohanes menarik dasinya yang terasa mencekiknya kemudian membuangnya secara asal dan berlanjut melepaskan jasnya sedangkan Aurora berjalan ke arah ranjang.

__ADS_1


" Sayang tidur yuk?" ajak Aurora yang tidak menyadari binatang buas bersiap memakan dirinya.


" Tidurlah aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Yohanes sambil membuang asal jasnya.


" Aku ikut," ucap Aurora


" Kamu mau melihatku buang air kecil?" tanya Yohanes sambil melepaskan ikat pinggangnya dan berlanjut melepaskan celana panjangnya kemudian di buangnya secara asal.


" Tidak apa - apa sayang asalkan aku tidak ketakutan di kamar sendirian," ucap Aurora


" Ok." jawab Yohanes sambil melepaskan satu persatu kemejanya.


" Sayang, mau apa?" tanya Aurora.


Grep


" Mau memakan dirimu," Bisik Yohanes sambil memeluk Aurora kemudian menggigit daun telinga Aurora.


Aurora merasakan geli ketika daun telinganya di gigit kemudian Yohanes mencium bibir Aurora dan **********, Aurora yang pertama kali merasakan sentuhan pria menjadi terhanyut dan membalas ciuman suaminya sambil memeluk tubuh suaminya.


Yohanes mendorong perlahan tubuh Aurora ke arah ranjang hingga jatuh terlentang kemudian menaiki tubuhnya sambil melepaskan kemejanya hingga menyisakan boxernya.


Yohanes menyelipkan tangannya ke arah punggung Aurora kemudian menarik resleting sambil menciumi leher Aurora hingga meninggalkan jejak kemerahan.


Yohanes menggulingkan tubuhnya sebentar kemudian menarik dress Aurora dan melihat segi tiga bermuda dan dua kaca mata yang menutupi dua gunung milik Aurora.


Yohanes melepaskan pengait kaca mata tersebut hingga menampakan dua gunung himalaya membuat Aurora menutupinya dengan ke dua tangannya.


" Kenapa di tutup?" tanya Yohanes sambil menaiki tubuh Aurora kemudian menarik ke dua tangan Aurora ke atas dan menahannya dengan menggunakan satu tangannya.


" Aku malu sayang," ucap Aurora sambil menahan hasratnya akibat ulah suaminya.


Tubuh Aurora langsung bergetar hebat merasakan kenikmatan untuk pertama kalinya sedangkan Yohanes yang belajar bagaimana melakukan hubungan suami istri dari kakak kembarnya yang bernama Aleandro, Maximus dan Nathan kini mempraktekkannya secara langsung.


Setelah selesai melakukan pemanasan kini masuk ke permainan inti, awalnya Yohanes mencoba memasukkan tombak saktinya ke dalam goa tapi karena goa tersebut sangat sempit membuat Yohanes berusaha kembali ketika kepala tombak saktinya sudah masuk ke dalam goa, Aurora meringis menahan rasa perih pada bagian privasinya.


" Hiks... Hiks... Hiks... sayang sakit." ucap Aurora sambil terisak menahan rasa perih.


Yohanes yang sudah mendapatkan pelajaran dari kakaknya memberikan pemanasan dengan cara memainkan pucuk gunung himalaya dengan menggunakan lidahnya membuat Aurora mengeluarkan suara merdu hingga melupakan rasa perih pada bagian privasinya membuat Yohanes tersenyum menyeringai.


Jleb


" Akhhhhh.... Sakit...." teriak Aurora ketika tombak sakti milik suaminya masuk dengan sempurna.


" Maaf sayang," ucap Yohanes kemudian memberikan pemanasan kembali sedangkan tombak saktinya dibiarkan di dalam goa yang terdalam.


Yohanes menciumi leher dan berlanjut ke dada Aurora dan meninggalkan jejak kemerahan hingga Aurora mengeluarkan suara merdu kembali setelah di rasa cukup Yohanes mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang.


Hingga makin lama mempercepat gerakannya sedangkan Aurora yang awalnya merasakan perih kini menikmatinya hingga akhirnya mereka berdua mengeluarkan suara lenguhan tanda mereka mencapai titik puncak kenikmatan.


Yohanes membiarkan tombak saktinya berlama di dalam goa milik Aurora agar istinya segera hamil, Yohanes mengecup kening istrinya dengan lembut sambil tersenyum bahagia.


cup


" Terima kasih sayang karena mahkota berhargamu kamu berikan untukku," ucap Yohanes sambil menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


" Sama - sama sayang," ucap Aurora sambil memeluk suaminya dan meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya.


Yohanes membelai rambut istrinya dengan lembut sambil menyelimuti tubuh mereka yang polos dan tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah tertidur dengan pulas.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Nathan dan Maya sudah selesai melakukan hubungan suami istri, sesuai perkataan Nathan mereka melakukan hanya satu ronde.

__ADS_1


" Anak - anak daddy yang kuat ya." ucap Nathan sambil membelai perut istrinya kemudian mengecup perut Maya dengan lembut.


" Sayang, bagaimana lukamu? Apakah masih sakit?" tanya Nathan dengan nada kuatir.


" Tidak apa - apa sayang." ucap Maya sambil membelai wajah tampan suaminya dan tidak berapa lama Maya memejamkan matanya.


" Syukurlah kalau kamu baik - baik saja," ucap Nathan


Hening


Hening


" Sayang," panggil Nathan bersamaan tangan Maya jatuh ketika membelai wajah suaminya.


Hening


Hening


" Sayang," panggil Nathan kembali.


Nathan perlahan mendorong tubuh polos istrinya kemudian meletakkan kepalanya di bantal dan matanya membulat sempurna melihat wajah pucat istrinya membuat Nathan panik.


Nathan bangun dari ranjangnya dan cepat - cepat memakai pakaiannya kemudian menghubungi adik kembarnya yang bernama dokter Kasandra.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Fico meletakkan perlahan tubuh Quenby ke atas ranjang kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian membantu Quenby melepaskan pakaiannya. Kini tubuh ke duanya polos tanpa sehelai benangpun.


Fico menaiki tubuh Quenby sambil ke dua tangannya menahan tubuhnya agar tidak menyakiti tubuh Quenby. Fico memberikan pemanasan terlebih dulu setelah di rasa cukup Fico memasukkan perlahan tombak saktinya ke dalam goa yang masih sempit dan ada rumputnya yang tidak begitu tebal karena Quenby selalu merawat guanya.


" Ini akan terasa sakit tapi lama - lama enak sayang," bisik Fico.


Di hentakkan pertama Fico gagal dan di hentakkan ke dua kepala tombak saktinya berhasil masuk ke dalam goa membuat Quenby meremas seprai dengan ke dua tangannya karena merasakan perih di bagian privasinya.


Quenby berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan agar suaminya tetap melanjutkannya hingga di hentakkan ke tiga Fico berhasil tombak saktinya masuk sepenuhnya ke dalam goa yang paling dalam.


" Hiks... hiks... sakit." isak Quenby yang tidak bisa menahan lagi rasa sakit pada bagian privasinya bercampur rasa sakit pada perutnya sambil memeluk leher suaminya .


cup


" Maaf sayang sebentar lagi enak." ucap Fico kemudian memberikan pemanasan kembali.


Tanpa di ketahui oleh Fico, Quenby menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit pada bagian privasinya sekaligus pada bagian perutnya hingga tidak berapa lama Fico menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga setengah jam kemudian tombak saktinya mengeluarkan semburan laharnya.


Sebenarnya Fico ingin bermain lebih lama tapi mengingat Quenby sedang terluka dirinya hanya bermain sebentar. Fico mendiamkan tombak saktinya berada di dalam goa agar istrinya segera hamil dan tidak berapa lama Quenby melepaskan ke dua tangannya yang melingkar di leher Fico membuat Fico menatap wajah Quenby yang pucat di tambah Quenby memejamkan matanya membuat Fico panik.


" Sayang." panggil Fico sambil membelai pipi Quenby yang lembut.


Hening


Hening


Sayang, jangan bercanda." ucap Fico sambil menarik tombak saktinya kemudian duduk di samping istrinya.


Hening


Hening


Fico langsung turun dari ranjang kemudian memakai pakaiannya setelah selesai Fico menghubungi Katarina karena Fico tidak enak hati jika dirinya menghubungi dokter Kasandra.


Fico melihat perban yang menutupi perut istrinya terkena noda darah membuat Fico merasa sangat bersalah karena tidak bisa menahan hasratnya.


" Maafkan aku sayang, aku berharap kamu baik - baik saja," ucap Fico sambil menggenggam tangan Quenby.

__ADS_1


__ADS_2