
Presdir Axel memegang ke dua tangan Sela dengan menggunakan satu tangannya sedangkan tangan satunya memutar air kran karena tubuhnya sudah menggigil. Presdir Axel melepaskan tangan Sela kemudian melepaskan kemejanya yang kancingnya sudah di lepas oleh Sela dan membuangnya secara asal.
Setelah selesai Presdir Axel membuka gesper nya dan berlanjut menarik resleting celananya berikut dala*annya kemudian membuangnya secara asal bersamaan Sela memeluk dirinya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memainkan tombak sakti miliknya.
Presdir Axel memegang tangan Sela karena merasakan kulit Sela menempel di kulitnya dan dirinya tahu pasti Sela sama seperti dirinya kemudian Presdir Axel membalikkan badannya dan sesuai perkiraannya ternyata benar Presdir Axel melihat tubuh polos Sela tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.
Presdir Axel yang ingin menyentuh dua gunung himalaya milik Sela bertepatan terdengar suara pintu membuat Presdir Axel membatalkan niatnya dan langsung membalikkan badannya dan memakaikan jubah handuk untuk dirinya dan berlanjut ke Sela sambil menahan siksaan yang luar biasa.
" Sela, kamu harus kuat menahannya," ucap Presdir Axel sambil memegang kedua tangan Sela agar tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat dirinya lepas kendali karena dirinya berjuang mati - matian untuk menahannya.
" Masuk!!" teriak Presdir Axel sambil masih sekuat tenaga menahannya.
" Silahkan masuk," jawab pintu tersebut yang sudah mendeteksi suara Presdir Axel.
Ceklek
Seorang dokter cantik masuk ke dalam ruangan tersebut sambil tersenyum namun senyuman itu langsung hilang ketika melihat seorang gadis dengan menggunakan jubah handuk dan ke dua tangannya di genggam oleh Presdir Axel.
" Siapa dia kak?" tanya dokter cantik tersebut.
" Dia terkena obat pe rang sang, berikan penawarnya," perintah Presdir Axel tanpa menjawab ucapan dokter cantik tersebut.
Dokter cantik itupun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian meminta Presdir Axel untuk membaringkan Sela.
Presdir Axel pun membaringkan Sela sambil memegang ke dua tangan Sela sedangkan dokter cantik tersebut mulai mengecek Sela dan tidak berapa lama dokter cantik tersebut tersenyum jahat.
" Obatnya sudah masuk sepenuhnya ke tubuh gadis ini, jadi di kasih obat penawar pun juga percuma," ucap dokter cantik tersebut.
( ' Sebenarnya masih belum terlambat tapi aku ingin gadis ini tersiksa karena telah berani tidur di ranjang orang yang aku cintai," ucap dokter cantik tersebut dalam hati ).
__ADS_1
" Sela sangat tersiksa dan aku tidak tega melihatnya," ucap Presdir Axel.
" Apakah gadis ini sudah menikah?" tanya dokter cantik tersebut tanpa memperdulikan ucapan Presdir Axel.
" Sudah," jawab Presdir Axel singkat.
" Kalau begitu hubungi suaminya agar mereka melakukan hubungan suami istri karena jika sudah melakukan itu siksaannya langsung hilang," ucap dokter cantik itu sambil tersenyum bahagia karena ternyata Sela sudah menikah.
" Apakah tidak ada cara lain?" tanya Presdir Axel
" Tidak ada, hubungi suaminya atau cari pria lain agar siksaannya hilang," jawab dokter cantik tersebut.
( ' Aku tahu kakak tidak akan mungkin melakukan hubungan suami istri karena wanita ini ternyata sudah menikah dan kamu Sela rasakan siksaan mu karena kamu telah berani tidur di ranjang orang yang aku cintai sedangkan aku tidak pernah diijinkan tidur di ranjang ini," ucap dokter cantik tersebut dalam hati ).
" Kamu pergilah," usir Presdir Axel
" Kenapa mengusirku? Hubungi suaminya atau berikan dia ke bodyguard dan kita bisa melakukan hubungan suami istri di ranjang milik kakak," ucap dokter cantik tersebut sambil membuka kancing kemeja bagian atasnya.
" Aku tahu, tapi aku tidak perduli kak karena aku sangat mencintai kakak," ucap Valentina.
" Kamu itu adik tiri ku dan aku hanya menganggap mu sebagai adik tidak lebih jadi kakak minta pergilah," usir Presdir Axel sambil menatap tajam ke arah Valentina dengan tatapan membunuh.
Valentina langsung turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu sambil menahan amarah dan dendam secara bersamaan terhadap Sela yang tidak mengerti apa - apa.
Sepeninggal Valentina, Presdir Axel mengambil tas milik Sela yang ada di meja dekat ranjang dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya menggenggam ke dua tangan Sela.
" Aku akan hubungi suamimu," ucap Presdir Axel sambil mengambil ponsel milik Sela yang berada di dalam tas milik Sela untuk menghubungi suami Sela.
" Aku belum menikah dan mempunyai anak," jawab Sela dengan nada lirih namun masih terdengar jelas di telinga Presdir Axel sambil berusaha melepaskan ke dua tangannya.
__ADS_1
" Bukankah kamu bilang sudah menikah dan mempunyai anak?" tanya Presdir Axel sambil memegang ponsel milik Sela
" Si*l ponselnya lowbat," umpat Presdir Axel
" Sayang, aku mohon," mohon Sela sambil memejamkan matanya.
Karena tidak bisa menahan gejolak panas di dalam tubuh Sela yang sangat menyiksa dirinya membuat Sela perlahan kehilangan kesadaran dan tidak memberontak membuat Presdir Axel sangat terkejut.
" Maaf, aku tidak bisa membiarkan kamu mati karena berusaha menahan hasra*mu," ucap Presdir Axel sambil turun dari ranjang.
Presdir Axel menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menarik jubah handuknya dan berlanjut membuangnya secara asal dan kini tubuh Presdir Axel polos tanpa sehelai benangpun.
Presdir Axel menaiki tubuh Sela kemudian menarik jubah handuknya hingga terlihat dengan jelas dua gunung kembar dan goa yang belum pernah di jamah oleh pria.
" Aku akan bertanggung jawab dan menikah denganmu jika suamimu menceraikan dirimu," ucap Presdir Axel.
Presdir Axel memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Presdir Axel memegang tombak saktinya dan dimasukkan ke dalam goa yang ditumbuhi rumput hitam kemudian tombak saktinya di ges*k - ges*k kan di depan goa milik Sela, membuat Sela antara sadar dan tidak sadar mengeluarkan suara merdu.
Presdir Axel tersenyum kemudian memasukkan tombak saktinya ke dalam goa tapi sangat sulit membuat Presdir Axel menatap Sela dengan pandangan bingung.
" Kenapa tidak bisa? bukankah kamu sudah pernah melakukannya bersama suamimu bahkan sudah memiliki anak?'' tanya Presdir Axel dengan tatapan bingung
Presdir Axel mencoba kembali hingga di hentakkan ke tiga dirinya berhasil tombak saktinya masuk ke dalam goa yang sangat sempit tersebut bersamaan Sela berteriak kesakitan.
" Sssakit... Hiks... Hiks... Lepas..." mohon Sela sambil terisak
Presdir Axel hanya diam namun dirinya menarik tubuhnya ke atas sedikit kemudian kepalanya di tundukkan untuk melihat tombak saktinya yang masih setengah menancap di goa terdalam tersebut.
" Darah.. tapi bagaimana mungkin?" tanya Presdir Axel dengan wajah terkejut karena dirinya seakan tidak percaya apa yang dilihatnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Presdir Axel menurunkan tubuhnya kemudian memberikan pemanasan lagi sesuai apa yang di tonton nya lewat video yang dikirimkan oleh temannya karena baik Presdir Axel maupun Sela baru pertama kalinya melakukan suami istri.
" Seandainya kamu benar - benar belum menikah tentunya aku sangat bahagia," ucap Presdir Axel sambil menikmati tombak saktinya di jepit oleh goa milik Sela.