
Max mengendarai motor dengan sangat kencang dan hanya membutuhkan 10 menit Max sudah sampai di sebuah rumah sederhana yang sangat terpencil di pinggiran hutan.
Max mengetuk pintu setelah mendapat sahutan Max membuka pintu dan masuk ke dalam. Di sebelah kanan dan kiri banyak binatang yang mematikan seperti ular kobra, kalajengking, laba - laba beracun dan lain sebagainya. Seorang pria yang sedang sibuk meramu obat - obattan menatap Max sebentar kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.
" Bagaimana pesananku apa sudah ada?" tanya Max dingin
" Sudah tuan pesanan tuan sudah saya siapkan dari kemarin." ucap pria itu.
Pria itu menghentikan pekerjaannya kemudian berjalan menuju meja di mana berisi bermacam - macam botol yang berisi racun dan juga ada alat suntikan.
Pria itu memberikan 1 kotak berisi botol obat dan satu suntikan ke arah Max dan Max pun menerimanya 1 kotak itu.
" Bagus dan ini uangnya." ucap Max datar memberikan sebuah amplop yang di ambil dari tas ranselnya.
Pria itupun menerima amplop dari Max dan menaruh di laci. Pria itu berjalan menuju ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
Max keluar dari rumah itu dan menaiki motor menuju ke ruko Alenza. Max menyembunyikan motornya di ruko sebelah yang kebetulan ruko itu juga kosong.
Max berjalan memasuki ruko Alenza dan menyiapkan segala sesuatu setelah menunggu 15 menit ibunya Harlan datang bersama dua orang bodyguard.
Tanpa curiga ibunya Harlan dan dua orang bodyguard masuk ke dalam ruko Alenza.
brak
Tiba - tiba pintu otomatis tertutup dan suasana sangat gelap gulita. 2 orang bodyguard langsunng mengeluarkan senjatanya dan menyalakan senter lewat ponselnya.
dor
akh
dor
akh
Max menembak 2 orang bodyguard pas di dahinya membuat 2 orang bodyguard langsung mati seketika.
Ceklak
Max menyalakan lampu hingga ruangan itupun terang.
" Kau!!" teriak ibunya Harlan.
Ibunya Harlan terkejut melihat Max sudah berada di depannya tangan kanannya memegang pistol dan tangan kirinya pisau lipat. Matanya membulat sempurna 2 orang bodyguard yang bisa bela diri mati mengenaskan membuat tubuh ibunya Harlan bergetar ketakutan.
" Kenapa terkejut! aku sudah bilang jangan mengusik keluargaku tapi ternyata ucapanku tidak di dengar dan aku juga bilang apapun yang tante lakukan Max akan tahu semuanya termasuk ingin menabrak mommy dan juga Max." ucap Max sambil tersenyum menyeringai
" Maafkan tante, tante janji untuk tidak melakukan lagi." pinta ibunya Harlan sambil menangis buaya
" Cih, Max tahu air matamu itu buaya jadi jangan sok polos di depan Max." ucap Max
" Mana yang tante pilih pistol yang berada di tangan kanan Max atau pisau lipat?" tanya Max polos
" Tidak, tante tidak akan pilih." ucap ibunya Harlan sambil melirik ke bawah di mana dua jasad bodyguardnya memegang pistol.
" Jangan coba - coba mengambil pistol yang berada di anak buahmu tante karena jika mengambil siap - siap tangan tante terluka." ucap Max polos
" Kau..?" ibunya Harlan tidak melanjutkan kata - katanya. Dirinya menyesal karena telah bermain dengan keluarga Alvonso.
" Kenapa? menyesal?" ledek Max
Max memasukkan kembali pisau lipat ke dalam kantongnya kemudian memasukkan pistol ke dalam ranselnya dengan mata masih fokus ke arah ibunya Harlan.
Ibunya Harlan yang melihat Max memasukkan senjatanya ke dalam tas ransel langsung menundukkan badannya untuk mengambil pistol milik bodyguardnya.
__ADS_1
Duag
Max langsung menendang bokong ibunya Harlan dengan sangat kencang hingga ibunya Harlan mencium keramik yang sudah sangat berdebu.
uhuk uhuk uhuk
Ibunya Harlan terbatuk - batuk karena debunya sangat tebal.
duag
Max memukul pundak ibunya Harlan membuat dirinya langsung pingsan. Max membuka tas ranselnya dan mengambil kotak yang berisi botol dan alat suntikan.
Max memegang lengan ibunya Harlan dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya memegang suntikan. Setelah menyuntikkan ke lengan ibunya Harlan. Max pergi meninggalkan ibunya Harlan sendiri di ruko Alenza.
Max mengendarai motor dengan kencang. Di jalan Max melihat tukang jualan di pinggir jalan membuat Max ingat pesanan kak Amel. Max pun menghentikan kendaraannya.
" Pak pesan gado - gado dan rujak." pinta Max
" Sedang apa pedas?" tanya tukang jualan
" Dua - duanya aja pak sedang dan pedas." ucap Max
" Ok." jawab tukang jualan
( " Lebih baik beli dua - duanya dari pada tiba - tiba dah di beliin pedas eh minta sedang atau sebaliknya dan bisa juga tiba - tiba minta dua - duanya." ucap Max dalam hati ).
Max menghubungi Alvonso dan deringan pertama langsung di angkat oleh Alvonso.
" Kak Alvonso." panggil Max
" Iya Max ada apa?" tanya Alvonso
" Kak sudah membeli pesanan kak Amel?" tanya Max
" Aduh Max, kakak lupa tolong bantuin kakak ya soalnya kakak sebentar lagi sampai rumah. Kakak tunggu di garasi." ucap Alvonso
" Terima kasih ya Max, kamu memang adikku yang terbaik." puji Alvonso
" Ok kak, Max bentar lagi jalan. Bye." ucap Max sambil mematikan ponselnya.
" Ini tuan gado - gado dan rujak masing - masing sedang dan pedas semuanya Rp.60.000." ucap pedagang itu.
Max mengeluarkan 1 lembar berwarna merah kemudian berjalan menuju ke arah motor.
" Tuan kembaliannya." ucap pedagang itu
" Buat bapak aja." ucap Max sambil melajukan motornya dengan kencang.
" Semoga tuan selalu dipermudahkan segala urusannya." ucap pedagang itu penuh haru
Max sudah sampai di sebuah restoran untuk membeli pizza setelah membeli Max pulang menuju ke mansion.
Sampai di parkiran Max bertemu dengan Alvonso dan memberikan pizza. Mereka berdua langsung masuk ke dalam dan menyerahkan pesanannya ke Alvian.
xxxxx
4 Bulan Kemudian
Max yang sedang santai menikmati libur tiba - tiba ponselnya berdering. Max mendengarkan percakapan ibunya Harlan dengan seseorang membuat Max langsung marah seketika.
Max langsung berjalan ke garasi mobil dan mengendarai mobil dengan kencang menuju ke apartemen milik Harlan.
Max menunggu ibunya Harlan keluar setelah setengah jam menunggu ibunya Harlan keluar dengan di dorong di kursi roda oleh seorang bodyguardnya kemudian bodyguard itu menggendong ibunya Harlan masuk ke dalam mobil kemudian kursi rodanya di taruh di bagasi belakang. Bodyguard itu mengendarai mobil. Max mengikuti ibunya Harlan dari kejauhan.
Di tempat sepi Max menembakkan senjatanya tanpa suara ke arah ban mobil membuat mobil itu oleng dan berhenti mendadak.
__ADS_1
Bodyguard itu turun dan memeriksa ban mobilnya.
" Maaf nyonya ban mobilnya kempes." ucap bodyguard.
" Bawa saya keluar." perintah Ibunya Harlan
" Baik nyonya." ucap bodyguard patuh
Kini ibunya Harlan berada di luar sambil menghubungi seseorang. Max yanf melihat itu langsung tersenyum menyeringai.
Max dengan kecepatan penuh menuju ke arah ibunya Harlan.
brak
akh
Ibunya Harlan terjatuh dari kursi roda dan berusaha berjalan dengan menggunakan ke dua tangannya.
bruk
Max memundurkan mobilnya ke arah ibunya Harlan kemudian memajukan kembali dengan kencang meninggalkan ibunya Harlan yang sudah kritis. Bodyguard yang melihat kejadian itu sangat terkejut karena terlalu cepat sehingga tidak bisa menolong majikannya.
" Nyonya." panggil bodyguard lirih
Seluruh tubuh ibunya Harlan berlumuran darah dan tidak berapa lama ibunya Harlan kejang - kejang kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
Tidak berapa lama orang yang dihubungi ibunya Harlan datang dan membawa ibunya Harlan ke rumah sakit untuk di outopsi.
xxxxx FLASH BACK OFF xxxxx
xxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
xxxxxx