
Jleb
" Akhhhhhhhhhhhhhhhh...." teriak sekretaris tersebut ketika pisau lipat tersebut mengenai dada sekretarisnya.
" Ini hukuman untuk orang yang tidak tahu diri, seandainya waktu bisa di putar kembali aku akan membiarkanmu ma ti di siksa oleh suamimu karena kamu pantas mendapatkannya," ucap Fico dengan mata masih berwarna merah seperti mata iblis.
" Uhuk... uhuk... Apa kekuranganku? Uhuk..... Uhuk.... Aku orang yang paling lama dekat denganmu. Uhuk..... Uhuk.... Kenapa kak Fico tidak bisa mencintaiku?" tanya sekretaris tersebut sambil terbatuk - batuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan mencintaimu, dulu maupun sekarang. Apa kamu puas mendengarnya?" tanya Fico sambil menekan pisau lipatnya yang lebih dalam.
" A.... ku... sa... ngat men... cin... taimu Saverio... Fico... Ro... me... ro..." ucap sekretaris tersebut dengan nada terbata - bata.
Tidak berapa lama sekretaris tersebut menghembuskan nafas terakhirnya membuat Fico menarik pisau lipatnya hingga darah segar keluar dari tubuh sekretaris tersebut. Fico menatap ke arah sopir yang telah menabrak istrinya membuat Fico berjalan ke arah sopir tersebut yang masih tidak sadarkan diri, Fico kemudian kembali menguliti tubuh sopir tersebut membuat sopir itu kembali tersadar dan merasakan sakit yang teramat sangat.
" Tuan, aku mohon bunuh lah aku," mohon sopir tersebut dengan nada lirih.
" Membuatmu langsung ma ti? tidak akan karena kamu akan merasa enak, aku akan menyiksamu sampai kamu ma ti dalam siksaan yang aku buat," jawab Fico dengan tatapan mata membunuh.
Fico yang tadi sempat berhenti kembali melanjutkannya hingga lima belas menit kemudian pria itu menghembuskan nafas terakhirnya karena tidak sanggup menerima siksaan tersebut hingga membuat dirinya menggigit lidahnya.
Fico yang melihat pria itu tidak bergerak dan berteriak kesakitan membuat Fico mengecek nadinya, Fico berdecak kesal kemudian menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
" Si al, sudah ma ti," umpat Fico
" Fico sekarang kamu mandilah dan ganti pakaianmu kita pergi ke rumah sakit menemui istrimu Quenby," perintah daddy Thomas.
" Baik dad." jawab Fico sambil memejamkan matanya dan tidak berapa lama matanya yang berwarna merah kembali ke warna aslinya yaitu berwarna biru.
Fico membersihkan pisau lipatnya dengan menggunakan pakaian yang dikenakan sopir tersebut hingga pisau lipatnya bersih sedangkan Nathan yang melihat Fico sudah selesai dan berjalan ke arah kamar mandi berjalan ke arah wanita yang berkerja di perusahaan miliknya yang wajahnya terlihat jelas menatap Nathan dengan penuh kebencian tanpa rasa takut sedikitpun.
Plak
Plak
Plak
Plak
Nathan mencengkram ke dua pipi wanita itu membuat wanita itu meringis namun di luar perkiraan Nathan wanita itu dengan berani meludahi wajah Nathan membuat Nathan memejamkan matanya sambil melepaskan tangannya kemudian membersihkan wajahnya dengan lengannya.
Plak
Plak
__ADS_1
Cuih
Nathan kembali menampar pipi kanan dan pipi kiri wanita itu hingga bibirnya pecah kemudian membalas perbuatan wanita tersebut yaitu meludahi wajah wanita tersebut kemudian mengambil pisau lipatnya dan mengarahkan ke wajah cantik tersebut.
Sreeeeeettttttttt
" Akhhhhhhhhhhh... Sakit ..." teriak wanita itu ketika Nathan menggores wajahnya hingga darah segar keluar dari pipinya.
" Sakit? Rasa sakit ini tidak seberapa dengan apa yang kamu lakukan pada istri yang sangat aku cintai," ucap Nathan sambil tersenyum devil.
" Akupun juga sama, kakak kesayanganku meninggal karena ulah keluarga kalian karena itulah aku ingin kamu dan keluarga kalian merasakan apa yang aku rasakan," ucap wanita itu sambil menahan rasa sakit pada wajahnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1