Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Siapa kalian?


__ADS_3

Para penjahat menodongkan pistol ke arah para pemuda tampan tersebut sedangkan para pemuda tampan tetap mengarahkan pistol ke arah mereka hal itu membuat Aleandro dan Maximus saling menatap untuk memberikan kode hingga tiba - tiba sepuluh orang penjahat langsung terjatuh di tembak dengan menggunakan pistol peredam suara dan meninggal di tempat hingga menyisakan sepuluh orang.


" Si*l, siapa kalian?" Teriak pria itu yang di anggap sebagai bosnya.


Hening


Hening


" Baiklah kalau begitu ke dua teman kalian akan mati." Ancam pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke arah Aleandro kemudian menarik pelatuknya.


" Akhhhh...." Teriak pria itu ketika tangannya di tembak dengan menggunakan pistol peredam suara hingga pistolnya terjatuh.


Peletak


Peletak


Bruk


Bruk


" Akhhhh...." Teriak pria itu kembali.


Anggap saja suara lemparan pistol milik Aleandro dan Maximus mengenai wajah pria tersebut membuat pria itu memegangi wajahnya dengan ke dua tangannya di tambah Aleandro dan Maximus mendorong jasad dokter dan perawat tersebut ke arah pria tersebut membuat pria itu terjatuh kemudian Aleandro dengan cepat mengambil pistol milik pria itu dan menodongkan senjatanya ke arah pria itu.


" Turunkan senjata kalian jika tidak bos mu akan aku tembak." Ancam Aleandro.


" Jangan perdulikan aku, tembak mereka semua!!!" Perintah pria itu sambil mendorong jasad dokter dan perawat tersebut ke arah samping.


Pria itu terpaksa melakukannya karena tidak mungkin mereka semua selamat terlebih dirinya hanya orang kepercayaan ketua mafia yang bersumpah untuk tidak mengkhianati organisasi mafianya. Hingga terdengar suara tembakan saling bersahutan dan tidak berapa lama semua musuh ma*i termasuk pria itu sedangkan dari keluarga besar daddy Alvonso tidak ada satupun yang terluka karena mereka menggunakan rompi anti peluru.


" Kak Aleandro dan kak Maximus." Panggil salah satu pemuda tampan tersebut.


" Ya." Jawab Aleandro dan Maximus singkat dan serempak.

__ADS_1


" Mau ikut kami membantu kak Robert dan papi Arlan?" Tanya pemuda tampan tersebut.


" Boleh, oh ya terima kasih banyak atas bantuannya." Ucap Aleandro.


" Aku juga banyak mengucapkan terima kasih." Sambung Maximus.


" Sama - sama kak, kalian semua langsung berangkat ke titik lokasi dan untuk Reynold kamu bonceng kak Maximus dan kakak akan memboncengi kak Aleandro." Ucap pemuda tampan tersebut.


" Baik kak Reymond." Jawab Reynold sambil berjalan.


" Oh ya tadi sepuluh orang yang tiba - tiba meninggal siapa pelakunya?" Tanya Aleandro penasaran sambil ikut berjalan dan diikuti yang lainnya.


" Para sepupu kami." Reymond.


" Kemana mereka sekarang?" Tanya Aleandro.


" Sudah berangkat ke tempat tujuan." Jawab Reymond.


" Hebat ya penembak jitu." Puji Maximus.


" Apa? Para gadis?" Tanya Aleandro dan Maximus serempak mengulangi perkataan Reymond sambil ikut duduk di jok motor dengan motor yang berbeda.


" Iya benar nanti kak Aleandro dan kak Maximus bisa melihat keluarga besar kami jika misi ini sudah selesai." Ucap Reymond.


" Ok." Jawab Aleandro dan Maximus singkat dan serempak.


Mereka semua langsung menuju motor dan meninggalkan tempat tersebut menuju ke tempat di mana Robert dan Arlan bersama anak - anaknya dan pasukannya di serang oleh pasukan ketua mafia.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda Robert bersama anggota mafianya setelah menerima telepon dari daddy Thomas langsung pergi ke lokasi untuk menolong Aleandro dan Maximus namun dalam perjalanan ponselnya berdering.


Robert mengambil ponselnya dari saku jasnya dan melihat nomer yang tidak di kenal membuat dirinya membiarkan ponsel itu berdering hingga tidak berapa lama ponsel berdering sekali tanda ada pesan masuk, Robert membuka pesan tersebut dan membacanya.

__ADS_1


' Robert angkat teleponnya penting, ini mommy Laras istri Alvonso Taylor.'


Tidak berapa lama ponsel milik Robert berdering dan tanpa ragu Robert langsung menggeser tombolnya berwarna hijau kemudian menempelkan di telinganya.


" Hallo." Panggil Robert


" Robert, ini mommy Laras Alvonso mau memberikan informasi di belakang mobilmu ada 4 mobil berwarna hitam yang mengikuti mobilmu jadi beritahukan anggota mafia mu untuk mempercepat mobilmu begitu pula dengan mobilmu hingga di jalan xxxx barulah agak diperlambat nanti kamu akan memperoleh bantuan dari anak - anak dan cucu - cucuku." Ucap mommy Laras.


Tut                   Tut                    Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh mommy Laras membuat Robert menghembuskan nafasnya perlahan kemudian Robert langsung menatap ke arah spion mobil dan benar saja mobilnya sedang diikuti membuatnya menghubungi anak buahnya untuk mempercepat mobilnya.


Melihat mobil Albert dan anak buahnya mempercepat mobilnya membuat mereka ikut mempercepatnya hingga mereka di jalan xxxx barulah mobil milik Robert dan anak buahnya memperlambat. Tiga mobil penjahat langsung menghadang mobil Robert membuat Robert menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil.


" Siapa kalian?" Tanya Robert dengan nada dingin.


" Kamu tidak perlu tahu siapa kami yang pasti kami akan mencabut nyawa kalian semuanya." Ucap pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke arah Robert sedangkan anak buahnya mengarahkan pistolnya ke anak buah Robert.


Robert memperhatikan ke sekelilingnya sambil mengeluarkan pistolnya begitu pula dengan anak buahnya kemudian ikut menodongkan pistolnya ke arah mereka. Mereka berjumlah tiga puluh dua orang sedangkan Robert bersama anak buahnya berjumlah sembilan belas orang.


" Lihatlah dari segi jumlah lebih banyak kami dari pada kalian." Ucap pria itu sambil tersenyum devil.


" Kita lihat saja siapa yang ma*i duluan kamu atau aku." Ucap Robert sambil ikut tersenyum devil.


" Lihatlah di belakangmu." Ucap pria itu


Robert memalingkan wajahnya dan matanya langsung membulat sempurna karena melihat 3 mobil berhenti  dan keluar dua puluh empat orang jadi total semuanya ada  lima puluh enam orang.


" Dari segi jumlah aku pasti menang jadi aku beri kamu pilihan bunuh diri atau kami tembak kalian semuanya." Ucap pria itu.


" Berapa uang yang kamu terima? Aku akan membayarnya sebanyak sepuluh kali lipat." Ucap Robert tanpa memperdulikan ucapan pria tersebut.


" Aku tidak tertarik." Ucap pria tersebut.

__ADS_1


" Dua puluh kali lipat." Tawar Robert


__ADS_2