
" Senang donk, oh ya kenapa tadi lama sampai ke mansion?" Tanya Fico.
" Ketika mobil kami dalam perjalanan pulang, mobil kami di serang oleh musuh dan hampir saja aku, Cantika, Yohanes, Aurora dan Robert kalah dan mati di bunuh oleh mereka." Ucap Quenby sambil tetap tersenyum hambar.
" Kamu bercanda kan?" Tanya Fico sambil menatap wajah Quenby.
" Aku serius, sayang sekali aku tidak ma*i." Ucap Quenby sambil memalingkan wajahnya ke arah lainnya agar Fico tidak melihat dirinya menangis.
" Quenby!!! Kenapa bicara seperti itu? Aku tidak suka." Ucap Fico dengan nada naik satu oktaf.
" Kenapa tidak suka? Jika aku ma*i kan kak Fico sudah ada penggantinya." Ucap Quenby kemudian memalingkan wajahnya ke arah Fico yang menatapnya dengan tatapan tajam membuat Quenby tersenyum sambil menahan air matanya tidak keluar tanpa ada rasa takut dengan tatapan tajam Fico.
Fico menghembuskan nafasnya dengan perlahan agar tidak memarahi Quenby karena dirinya tidak ingin mengeluarkan kata - kata pedas seperti biasanya memaki seseorang.
" Sayang, apa maksudmu aku sudah mempunyai penggantimu? Bukankah sudah aku katakan hanya kamu wanita yang aku cintai jadi aku mohon jangan pernah mengatakan itu lagi karena aku sungguh tidak sanggup kehilanganmu." Ucap Fico dengan nada lembut.
" Tadi kak Fico bilang ditemani wanita yang sangat cantik berarti hubungan kita berakhir di sini." Ucap Quenby merasa berat untuk mengatakannya tapi dirinya tidak ingin terluka lebih dalam lagi.
Quenby yang sejak tadi menahan air matanya agar tidak keluar akhirnya keluar juga, Quenby menjatuhkan ponselnya kemudian menutup ke dua mulutnya agar tidak mengeluarkan suaranya sedangkan Fico merasa bersalah karena telah menggoda Quenby hatinya sangat sakit melihat Quenby menangis.
" Quenby." Panggil Fico dengan nada masih lembut.
" Hiks... Hiks... Di saat aku mulai merasakan apa itu jatuh cinta ternyata rasanya sangat sakit, benar kata orang - orang jatuh cinta itu bikin kita bahagia dan nyaman tapi di saat putus terasa sangat sakit." Ucap Quenby sambil terisak.
" Quenby aku mohon dengarkan penjelasanku dulu." Mohon Fico.
Quenby mengambil ponselnya dan menatap Fico dengan tatapan sendu dan air mata tidak berhenti keluar membuat Fico merasa bersalah.
" Quenby, kamu ingin melihat siapa wanita yang menemaniku?" Tanya Fico.
" Untuk apa? Apakah kak Fico ingin menambah lukaku?" Tanya Quenby.
" Aku mohon, lihatlah sebentar." Ucap Fico.
Quenby menghembuskan nafasnya dengan perlahan setelah rasa sesaknya mulai berkurang Quenby menganggukan kepala membuat Fico tersenyum manis, Fico memindahkan kameranya yang awalnya kamera depan kini berubah menjadi kamera belakang.
" Quenby sayang, wanita itulah yang menemaniku sebagai penggantimu karena orang yang aku cintai sangat jauh dariku hanya dengan memandangi wajahnya saja bisa mengobati rasa rinduku." Ucap Fico sambil memperlihat foto - foto Quenby yang di pasang di kamarnya dengan berbagai gaya.
" Kak Fico dari mana mendapatkan foto - fotoku?" Tanya Quenby penasaran namun dalam hatinya sangat bahagia karena ternyata dirinya salah.
Quenby mengira kalau Fico selingkuh dan mencintai wanita lain tapi ternyata dirinya salah hampir di semua kamarnya Fico banyak foto - foto Quenby terpajang membuat Quenby tersenyum bahagia sedangkan Fico yang melihat senyum Quenby ikut tersenyum.
" Sebagian aku dapat dari FB, IG dan sisanya aku foto tanpa sepengetahuan dirimu." Jawab Fico jujur.
" Kak Fico, kenapa ada pose aku tidur?" Protes Quenby.
" Memangnya kenapa? Cantik kan?" Tanya Fico sambil menampilkan wajahnya di samping foto Quinby yang sedang tertidur dengan menggenggam tangan Fico di kursi dekat ranjang rumah sakit ketika menemani Fico yang sedang sakit.
" Cantik apanya? Mulutku terbuka begitu, buang." Perintah Quenby dengan wajah memerah menahan malu.
" Kenapa di buang? Cantik tahu." Jawab Fico sambil tersenyum bahagia melihat perubahan wajah Quenby yang sangat menggemaskan.
" Cantik apanya? Jelek tahu." Jawab Quenby dengan wajah di tengkuk.
" Apapun keadaanmu kamu selalu cantik, sekarang kamu ngga marah dan nangis lagikan?" Goda Fico sambil mengedipkan salah satu matanya.
" Aish kak Fico nyebelin." Ucap Quenby dengan wajah memerah menahan malu tanpa menjawab pertanyaan Fico.
" Tapi suka kan?" Goda Fico sambil masih tersenyum manis.
" Udah ahhhhhhh jangan godain nanti aku tutup teleponnya." Ancam Quenby.
" Iya... Iya.. Oh ya tadi kamu cerita kamu dan saudara kembar mu di keroyok terus selanjutnya apa yang terjadi?" Tanya Fico yang tiba - tiba teringat dengan cerita Quenby dengan nada serius.
" Kak Aleandro, kak Maximus, Nathan, Yohanes dan Aska bersama anak buah kak Aleandro dan Nathan datang membantu kami dan membuat mereka babak belur." Ucap Quenby
" Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Fico penasaran.
" Mereka di bawa pergi sama anak buah kak Aleandro dan Nathan tapi dalam perjalanan mobil yang membawa para penjahat meledak dan tidak ada satupun yang bisa diselamatkan." Ucap Quenby.
__ADS_1
" Apa??" Pekik Fico dengan nada terkejut.
" Apakah sudah tahu siapa pelakunya?" Tanya Fico dengan nada kuatir.
" Belum lagi nunggu kabar dari tante Laras." Jawab Quenby.
" Semoga segera tahu siapa pelakunya, kamu harus hati - hati kalau pergi bersama keluarga besar mu." Ucap Fico.
" Tapi perusahaan ku bagaimana?" Tanya Quenby.
" Kamu kerjakan dari rumah kalau perlu bantuan aku bersedia membantumu." Ucap Fico.
" Baiklah." Jawab Quenby patuh.
" Sebentar lagi jam makan siang kamu jangan terlambat makan." Ucap Fico.
" Kak Fico juga jangan terlambat makan." Ucap Quenby.
" Ok." Jawab Fico singkat.
" Bye." Jawab Quenby.
" Bye juga." Jawab Fico sambil menatap Quenby tanpa ada niat untuk memutuskan sambungan komunikasi.
" Kak Fico kenapa memandangiku?" Tanya Quenby.
" Kamu sangat cantik, aku ingin sekali memakanmu." Bisik Fico.
" Kak Fico mesum." Ucap Quenby.
" Mesum hanya sama kamu, Quenby ingat tidak waktu kita berada di kamarmu? KIta hampir saja melakukannya." Ucap Fico.
" Iya aku ingat dan aku menangis karena merasakan sakit ketika tombak sakti milik kak Fico mau masuk ke punyaku." Ucap Quenby.
" Tombak sakti?" Tanya Fico mengulangi perkataan Quenby.
" Iya tombak sakti milik kak Fico besar sekali dan membuatku sakit ketika mau masuk ke bagian privasi ku." Ucap Quenby dengan nada polos.
" Aish nyebelin." Ucap Quenby sambil bibir bawahnya di majukan ke depan membuat Fico ingin sekali memakannya.
" Quenby bibirmu terasa sangat manis dan kakak ingin merasakan lagi." Ucap Fico sambil menjilati bibirnya membuat Quenby menatap bibir Fico.
" Akupun sama ingin merasakan lagi." Ucap Quenby sambil menyentuh bibirnya.
Fico menatap Quenby yang menyentuh bibirnya membuat tombak sakti miliknya semakin mengeras membuat Fico menutup matanya untuk menghilangkan pikiran kotornya.
" Sayang, kenapa tutup mata?" Tanya Quenby polos.
" Tidak apa - apa, waktunya makan siang sayangku cuci muka biar segar." Ucap Fico sambil membuka matanya kemudian tersenyum menatap wajah cantik Quenby.
" Ok. Kak Fico juga makan siang ya." Pinta Quenby.
Fico hanya menganggukkan kepalanya tanpa ada niat untuk mengakhiri panggilan telepon begitu pula dengan Quenby, mereka hanya saling memandang dan tersenyum.
" I Love You." Ucap Fico.
" I Love You Too." Jawab Quenby.
" Tutup teleponnya." Ucap Fico.
" Kak Fico juga." Jawab Quenby.
" Kita hitung bersama ya." Ucap Fico.
" Ok." Jawab Quenby singkat.
" 1, 2, 3." Ucap Fico dan Quenby serempak
" Lho kok belum di tutup?" Tanya Quenby.
__ADS_1
" Sayangku juga belum." Ucap Fico.
" Masih kangen." Ucap Quenby manja.
" Kakak juga masih kangen, kakak janji setelah makan siang kakak akan telepon lagi." Ucap Fico.
" Janji ya." Ucap Quenby.
" Iya kakak janji." Jawab Fico.
" Bye, I Love You." Ucap Quenby
" Bye, I Love You Too." Jawab Fico.
Tut Tut Tut
Quenby mematikan sambungan komunikasi sambil memeluk ponselnya dan senyam senyum sendiri hingga pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang membuat Quenby meletakkan ponselnya di ranjang dan turun dari ranjang.
Quenby berjalan ke arah pintu kamarnya kemudian membuka pintu dan melihat mommy Gloria tersenyum manis membuat Quenby membalas senyuman mommy Gloria.
" Anak mommy cerah sekali habis terima telepon ya." Goda mommy Gloria.
" Iya mom." Jawab Quenby dengan wajah merona.
" Bagaimana kalau besok kamu dan Fico menikah." Usul mommy Gloria.
" Kata mommy nunggu tiga bulan lagi." Ucap Quenby.
" Memang benar tapi tidak tahu kenapa mommy dan daddy menginginkan kamu dan Fico menikah begitu pula dengan Yohanes menikah dengan Aurora." Ucap mommy Gloria.
" Maksud mommy dan daddy kita menikah besok secara bersamaan?" Tanya Quenby dengan nada bingung.
" Iya benar, sekarang kamu cuci muka nanti kita bicarakan selesai makan siang." Ucap mommy Gloria.
" Baik mom." Jawab Quenby patuh walau dalam hatinya berfikir kenapa mommy dan daddy menginginkan dirinya dan adik kembarnya menikah secara bersamaan.
" Mommy akan menyiapkan makanan dulu karena hari ini mommy dan daddy spesial memasak untuk kalian semuanya." Ucap mommy Gloria sambil tersenyum manis kemudian membalikkan badannya meninggalkan Quenby.
" Mommy kenapa tidak seperti biasanya ya?" Tanya Quenby.
" Mungkin hanya perasaanku saja." Sambung Quenby.
Quenby membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah kamar mandi untuk mencuci muka setelah selesai Quenby keluar dari kamar mandi dan berjalan keluar kamarnya menuju ke ruang makan.
Di tempat yang berbeda seorang wanita cantik berdiri bersama seorang pria berwajah sangar sambil menatap satu persatu anak buahnya.
" Besok sepasang suami istri akan pergi ke bandara menjemput orang tua Alexander dan aku harap rencana yang aku susun secara Mantang jangan gagal untuk ke dua kalinya, apa kalian mengerti???" Tanya wanita itu dengan nada satu oktaf.
" Mengerti." Jawab mereka serempak.
" Bagus, persiapkan diri kalian." Ucap wanita itu.
" Baik nyonya." Jawab mereka serempak lagi.
Wanita itupun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan diikuti pria berwajah sangar mereka berjalan ke arah kamar mereka.
" Sayang, aku lagi ingin." Ucap pria sangar itu.
" Baiklah, aku akan memuaskan dirimu." Ucap wanita itu sambil tersenyum menggoda.
Merekapun melakukan hubungan suami istri dengan berbagai gaya hingga satu jam kemudian tombak saktinya mengeluarkan muntahannya, pria sangar itupun langsung menarik tombak saktinya kemudian berguling di samping wanita itu.
Cup
" Terima kasih sayang aku sangat puas." Ucap pria sangar itu kemudian mengecup kening wanita itu.
" Sama - sama sayang." Jawab wanita itu.
Tidak berapa lama pria itupun tertidur dengan pulas sedangkan wanita itu hanya memandang sinis ke arah pria sangar itu.
__ADS_1
' Aku terpaksa mendekatimu dan melakukan hubungan suami istri agar semua rencana ku berjalan dengan lancar, yaitu pertama menyingkirkan sepasang suami istri itu dan yang ke dua aku akan datang ke mansion untuk berpura - pura sedih karena kalian meninggal dan yang ke tiga atau yang terakhir aku menguras semua harta milik kalian.' Ucap wanita itu dalam hati sambil tersenyum jahat.