
Pemuda tampan itupun pergi meninggalkan mereka untuk menerima telepon sedangkan ke tujuh wanita cantik itu melanjutkan menghibur para anak panti asuhan hingga jam tiga siang mereka berpamitan dengan penghuni dan pemilik panti asuhan.
Kini giliran dokter Kasandra mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion daddy Thomas karena suami dan keluarga besarnya berkumpul bersama untuk makan malam. Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion milik daddy Thomas.
" Akhirnya sampai juga." Ucap Quenby sambil berjalan ke arah mansion diikuti oleh saudara-saudaranya.
" Iya, badanku lumayan pegel." Ucap Maya sambil memijat punggungnya yang lumayan pegal.
" Sama, aku juga pegal baik punggung dan ke dua kakiku." Ucap Cantika istri Aleandro.
" Aku juga." Jawab mereka serempak.
Mereka berjalan ke arah pintu utama dan dua orang bodyguard membuka pintu utama tersebut.
" Terima kasih paman." Jawab ke tujuh wanita cantik tersebut.
" Sama-sama nyonya muda dan nona muda." Jawab ke dua bodyguard serempak.
Ke tujuh wanita itupun berjalan ke arah anak tangga untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena hampir seharian mereka beraktivitas. Mereka melewati ruang keluarga di mana mommy Gloria sedang menunggu mereka.
" Kalian sudah pulang." Ucap mommy Gloria.
" Iya mom, aku mau mandi dulu." Jawab Cantika istri Aleandro sambil mengecup punggung tangan mommy Gloria dan diikuti yang lainnya.
" Aku juga mom mau mandi." Jawab Claudia istri Maximus.
" Aku juga mom." Jawab ke lima wanita cantik tersebut.
" Ya sudah kalian mandi setelah itu bantu mommy masak." Ucap mommy Gloria.
__ADS_1
" Baik mom." Jawab ke tujuh wanita cantik itu dengan serempak.
Ke tujuh wanita itupun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar masing-masing. Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Mereka berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah dapur.
" Mommy, biar kami yang masak saja dan kak Maya temani mommy." Ucap dokter Kasandra putri ke 6 mengingat Maya sedang hamil.
" Tapi kalau aku tidak bantu memasak akunya yang tidak enak dengan kakak-kakak ku dan adik-adikku." Ucap Maya istri Nathan putra ke 4 tidak enak hati.
" Santai saja, temani mommy." Ucap Cantika istri Aleandro putra ke 1.
" Benar kata kak Cantika apalagi kakak kan lagi hamil jadi kakak temani mommy." Sambung Quenby putri ke 3
" Benar kata kak Quenby, kak Maya istirahat dan temani mommy mengobrol." Sambung Cantika istri Robert putri ke 7
" Maya, temani mommy biar kami yang memasak." Sambung Claudia istri Maximus putra ke 2
Mereka pun hanya tersenyum sedangkan Aurora sebagai kekasih Yohanes hanya tersenyum hatinya sangat bahagia sebentar lagi menjadi bagian dari keluarga besar Alexander.
Maya pun berjalan menemani mommy Gloria yang sudah duduk di sofa di ruang keluarga, mereka berdua mengobrol hingga tidak terasa sudah hampir satu jam lebih bersamaan ke tujuh wanita cantik selesai memasak dan kedatangan ke 7 pria tampan daddy Thomas, Aleandro, Maximus, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert yang baru saja pulang dari kantor pujaan ke 5 wanita cantik tersebut yang terdiri dari mommy Gloria, Cantika, Claudia, Maya, Aurora, dokter Kasandra dan Cantika. Ke 6 wanita cantik menemani suaminya masing-masing di kamarnya sedangkan Quenby dan Aurora dua gadis yang belum menikah duduk di ruang keluarga.Yohanes hanya tersenyum melihat kekasihnya datang dan berkumpul dengan keluarga besarnya.Lima belas kemudian Mommy Gloria bersama suaminya daddy Thomas menuruni anak tangga menuju ruang makan di susul Aleandro bersama istrinya Cantika dan tidak berapa lama menyusul Maximus bersama istrinya Claudia.
" Yang lainnya pada kemana? Tanya daddy Thomas karena melihat baru yang duduk Aleandro bersama istrinya, Maximus bersama istrinya, Quenby dan Aurora kekasih Yohanes.
" Sebentar lagi juga datang dad." Jawab Aleandro.
Daddy Thomas hanya menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama muncul Yohanes, dokter Kasandra bersama suaminya Aska dan terakhir menyusul Cantika bersama suaminya Robert. Tinggal menunggu kedatangan Nathan bersama istrinya yang bernama Maya.
Setengah jam menunggu barulah Nathan datang bersama istrinya membuat orang tuanya dan saudara-saudaranya hanya bisa menggelengkan kepalanya kecuali Quenby, Yohanes dan Aurora karena hanya mereka bertiga yang belum menikah.
" Kakak mah kebiasaan selalu lama." Ucap Quenby dengan wajah di tekuk.
__ADS_1
" Tahu nih kakak, kita lapar tahu." Sambung Yohanes
Nathan hanya tersenyum sedangkan Maya menunduk malu dan merasakan tidak enak dengan keluarga suaminya, membuat mommy Gloria yang melihatnya merasa tidak tega dengan menantunya akhirnya menyenggol lengan suaminya.
Daddy Thomas yang mengerti kode istrinya langsung berdehem dan semuanya langsung diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Salah satu dari mereka memimpin doa setelah selesai berdoa mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
Para wanita sebagian mencuci piring dan sebagian membersihkan meja makan kecuali mommy Gloria sedangkan para pria berjalan ke arah ruang keluarga. Selesai membersihkan dan mencuci piring mereka berjalan ke ruang keluarga.
" Kapan kalian akan menikah?" Tanya mommy Gloria pada Yohanes putranya nomer 7.
" Dua bulan lagi mom, kami akan menikah." Jawab Yohanes sambil memeluk Aurora kekasihnya yang sangat dicintainya.
" Oh ya tadi siang kata anak buah daddy, Rena dan Rina memakimu di mall?" Tanya daddy Thomas pada menantunya yang bernama Maya.
" Iya dad." Jawab Maya.
" Sayang, kenapa sayangku tidak hubungi aku?" Tanya Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping.
' Sudah ada saudara-saudaraku yang melindungi ku karena itu aku tidak menghubungi suamiku apalagi aku tidak ingin mengganggu suamiku yang sedang berkerja." Jawab Maya sambil membalas pelukan suamiku
" Benar kata kak Maya, ada kami yang menjaga kak Maya jadi kakak tenang saja." Ucap dokter Kasandra.
' Iya betul, tadi saja aku menampar mulut kotor Rena." Ucap Cantika putri bungsu
" Sayang, bagaimana dengan tanganmu? apakah sekarang masih sakit?" Tanya Robert dengan nada kuatir sambil memegang tangan istrinya untuk melihat tangannya ada yang luka atau tidak.
" Tidak apa-apa sayang, aku sangat puas menampar mulut kotornya." Jawab Cantika.
__ADS_1